MENGENAL JENIS PENYAKIT BULAI DAN VIRUS MOSAIK PADA TANAMAN JAGUNG PART 2 PENYAKIT BULAI (PERONOSCLEROSPORA MAYDIS) Gejala: Penyakit bulai pada tanaman jagung biasanya dicirkan dengan warna khlorotik memanjang sejajar dengan tulang daun dan batasnya terlihat jelas diantara daun sehat, bagian daun permukaan atas maupun bawah terdapat warna putih seperti tepung, terlihat jelas pada saat pagi hari. Selanjutnya pertumbuhan tanaman jagung akan terhambat, termasuk pembentukan tongkol buah, bahkan tongkol tidak terbentuk, daun-daun menggulung serta terpuntir, bunga jantan berubah menjadi massa daun yang berlebihan. Pengendalian : Menanam varietas tahan terhadap penyakit bulai seperti varietas bima 1, bima 3, Bima 9, bima 14, bima 15, lagaligo, atau gumarang. Melakukan jangka waktu bebas tanaman jagung minimal dua minggu hingga satu bulan. Penanaman jagung secara serempak. Pemusnahan seluruh bagian tanaman hingga ke akarnya (Eradikasi tanaman) pada tanaman terserang penyakit bulai. Penggunaan fungisida metalaksil ketika perlakuan benih dengan dosis 2 gram (0,7 g bahan aktif) per kg benih. VIRUS MOSAIK Ciri tanaman jagung yang sudah terinfeksi virus mosaik biasanya berubah menjadi kerdil, daun berwarna mosaik atau hijau dengan diselingi garis-garis kuning, jika dilihat secara keseluruhan tanaman tampak berwarna agak kekuningan mirip gejala bulai namun permukaan daun bagian bawah maupun atas apabila dipegang tidak terasa adanya serbuk spora. Penularan virus bisa terjadi secara mekanis atau melalui serangga Myzus percicae dan Rhopalopsiphum maydis secara nonpersisten, tanaman jagung terinfeksi virus ini biasanya menjadikan penurunan hasil secara signifikan. Pengendalian : Mencabut tanaman jagung terinfeksi virus seawal mungkin agar tidak menjadi sumber infeksi bagi tanaman sekitarnya ataupun pertanaman musim mendatang. Melakukan pergantian tanaman, jangan menanam tanaman jagung secara terus menerus di lahan yang sama. Lakukan penyemprotan pestisida apabila di lapangan populasi vektor cukup tinggi, dosis/konsentrasi tidak melebihi anjuran dalam kemasan. Jangan menanam benih jagung dari tanaman terinfeksi virus. Penyakit pada tanaman jagung yang sering merusak adalah golongan Fungi / Jamur / cendawan, cara mengsiasati / mengurangi timbulnya penyakit adalah Menggunakan benih unggul yang bebas penyakit, yang tahan terhadap penyakit. Pola tanam yang bergantian, atau tidak menam jagung secara terus menerus dalam satu hamparan areal yang sama. Buatlah jarak tanam yang teratur sehingga sinar matahari dapat masuk ( termasuk arah baris ) di harapkan menghadap timur- barat; hal ini juga berhubungan dengan kelembaban ( iklim mikro ). Jika curah hujan tinggi maka di buat saluran air sehingga air hujan bisa tuntas terbuang hal ini mengurangi busuk akar pada jagung. Penggunaan Fungisida jika memungkinkan di sarankan juga menggunakan bakterisida , jenis dan merek dagang Fugisida dan Bakterisida bermacam – macam, supaya tidak bingung silahkan tanyakan kepada kios/ toko pertanian terdekat. SUMBER https://www.bertani.co.id/penyakit-pada-tanaman-jagung/ Tahun Penerbit : 3 Desember 2019 Judul : Mengenal Jenis Penyakit Pada Tanaman Jagung PENULIS Nama : Hendra Alia, SST Instansi : Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara