MATERI PENYULUHAN MENGENAL JENIS PENYAKIT BUSUK TONGKOL DAN BUSUK BATANG PADA TANAMAN JAGUNG PART 2 1. BUSUK TONGKOL Penyakit busuk tongkol bisa disebabkan oleh beberapa jenis cendawan antara lain: Busuk tongkol Fusarium Gejala ini dapat ditandai dengan adanya permukaan pada biji tongkol jagung yang berwarna merah jambu hingga menjadi coklat, bahkan terkadang biasanya diikuti oleh pertumbuhan miselium seperti kapas berwarna merah jambu. Cendawan berkembang baik pada sisa tanaman maupun di dalam tanah, cendawan ini bisa terbawa benih, penyebarannya bisa melalui angin atau tanah, penyakit busuk tongkol Fusarium disebabkan oleh infeksi cendawan Fusarium moniliforme. Busuk tongkol Diplodia Tongkol diplodia yang sudah busuk biasanya dicirikan dengan adanya warna kecoklatan pada klobot, jika infeksi terjadi setelah 2 minggu keluarnya rambut jagung menyebabkan biji berubah menjadi coklat, kisut akhirnya busuk, miselium cendawan diplodia yang berwarna putih, piknidia berwarna hitam tersebar pada kelobot. Infeksi dimulai dari dasar tongkol berkembang ke bongkol kemudian merambat ke permukaan biji serta menutupi kelobot, cendawan bisa bertahan hidup dalam bentuk spora dan piknidia berdinding tebal pada sisa tanaman didalam lahan, gejala busuk tongkol diplodia disebabkan oleh infeksi cendawan diplodia maydis. Busuk tongkol Gibberella Gejala yang terlalu cepat pada tongkol jagung juga dapat menyebabkan tongkol jagung cepat menjadi busuk, kelobotnya saling menempel erat pada tongkol, serta buahnya berwarna biru hitam di permukaan kelobot maupun bongkol, gejala busuk tongkol gibberella diakibatkan oleh infeksi cendawan gibberella roseum. Pengendalian : Menggunakan pemupukan seimbang. Jangan membiarkan tongkol terlalu lama mengering di lahan, jika musim hujan bagian batang di bawah tongkol dipotong supaya ujung tongkol tidak mengarah ke atas. Pergiliran tanaman mengunakan tanaman tidak termasuk padi-padian, karena patogen ini mempunyai banyak tanaman inang. 2. BUSUK BATANG Gejala tanaman jagung terserang penyakit ini tampak layu atau kering seluruh daunnya, biasanya gejala tersebut terjadi pada stadia generatif, yaitu setelah fase pembungaan, pangkal batang terserang berubah warna dari hijau hingga menjadi kecoklatan,di bagian dalam batang busuk, sehingga rentan rebah, serta dibagian kulit luarnya tipis. Pangkal batang teriserang akan memperlihatkan warna merah jambu, merah kecoklatan atau coklat, penyakit busuk batang jagung bisa disebabkan oleh delapan spesies/cendawan seperti Colletotrichum graminearum, Diplodia maydis, Gibberella zeae, Fusarium moniliforme, Macrophomina phaseolina, Pythium apanidermatum, Cephalosporium maydis, dan Cephalosporium acremonium. Pengendalian : Menanam varietas tahan serangan penyakit busuk batang seperti BISI-1, BISI-4, BISI-5, Surya, Exp.9572, Exp, 9702, Exp, 9703, CPI-2, FPC 9923, pioneer-8, pioneer-10, pioneer-12, pioneer-13, pioneer-14, semar-9, palakka, atau J1-C3. Melakukan pergiliran tanaman. Mengerjakan pemupukan seimbang, menghindari pemberian N tinggi dan K rendah. Drainase baik. Pengendalian penyakit busuk batang (Fusarium) secara hayati bisa dilakukan dengan cendawan antagonis Trichoderma sp. SUMBER https://www.bertani.co.id/penyakit-pada-tanaman-jagung/ Tahun Penerbit : 3 Desember 2019 Judul : Mengenal Jenis Penyakit Pada Tanaman Jagung PENULIS Nama : Martha Runturambi Instansi : Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara