Loading...

MATERI PENYULUHAN : MENGENAL JENIS PENYAKIT HAWAR DAUN, BUSUK PELEPAH KARAT DAUN PADA TANAMAN JAGUNG

MATERI PENYULUHAN : MENGENAL JENIS PENYAKIT HAWAR DAUN, BUSUK PELEPAH KARAT DAUN PADA TANAMAN JAGUNG
MATERI PENYULUHAN MENGENAL JENIS PENYAKIT HAWAR DAUN, BUSUK PELEPAH KARAT DAUN PADA TANAMAN JAGUNG Hawar Daun (Helmithosporium turcicum) Gejala awal terinfeksinya hawar daun, memperlihatkan gejala berupa bercak kecil, berbentuk oval selanjutnya bercak semakin memanjang berbentuk ellips dan berkembang menjadi nekrotik (disebut hawar), warnanya hijau keabu-abuan atau coklat,panjang hawar 2,5-15 cm, bercak muncul di mulai dari daun paling bawah kemudian beranjak menuju daun atas. Gejala terburuk dari penyakit hawar daun dapat mengakibatkan tanaman jagung cepat mati atau mengering, cendawan tersebut tidak menyebabkan infeksi pada tongkol atau klobot jagung, cendawan dapat bertahan hidup meskipun dalam keadaan bentuk miselium dorman pada daun atau sisa-sisa tanaman di lahan. Pengendalian : Menanam varietas tahan hawar daun, seperti : Bisma, Pioner-2, pioner-14, Semar-2 dan semar-5. Pemusnahan seluruh tanaman sampai ke akar akarnya (Eradikasi tanaman) pada tanaman terinfeksi bercak daun. Penyemprotan fungisida menggunakan bahan aktif mankozeb atau dithiocarbamate Dosis/konentrasi sesuai petunjuk di kemasan. Busuk Pelepah (Rhizoctonia solani) Gejala penyakit busuk pelepah dalam budidaya jagung biasanya terjadi dipelepah daun, gejalanya terdapat bercak berwarna agak kemerahan selanjutya berubah menjadi abu-abu, kemudian bercak meluas, seringkali diikuti pembentukan sklerotium berbentuk tidak beraturan, berwarna putih kemudian berubah menjadi cokelat. Pengendalian : Menggunakan varietas atau galur sampai agak tahan terhadap penyakit hawar pelepah seperti : Semar-2, Rama, Galur GM 27. Diusahakan supaya penanaman jagung jangan terlalu rapat sehingga kelembaban tidak terlalu tinggi. Lahan mempunyai drainase baik. Pergiliran tanaman, jangan menanam jagung terus menerus di lahan yang sama. Penyemprotan fungisida menggunakan bahan aktif mancozeb atau karbendazim, dosis/konsentrasi sesuai dengan petunjuk di kemasan. Karat Daun (Puccinia polysora) Ciri tanaman jagung yang sudah terinfeksi penyakit bercak-bercak kecil (uredinia), akan berbentuk bulat sampai berbentuk oval terdapat di permukaan daun jagung dibagian atas maupun bawah, uredinia menghasilkan uredospora yang berbentuk bulat atau oval serta berperan penting sebagai sumber inokulum dalam usaha menginfeksi tanaman jagung lainnya, sebarannya melalui angin. Penyakit karat bisa terjadi di dataran rendah sampai tinggi, infeksinya berkembang baik pada musim penghujan atau musim kemarau, penyebab Penyakit karat disebabkan oleh Puccinia polysora Pengendalian : Menanam varietas yang tahan terhadap karat daun, seperti lamuru, sukmaraga, palakka, bima-1 atau semar-10. Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke aka-akarnya (Eradikasi tanaman) pada tanaman terinfeksi karat daun maupun gulma. Penyemprotan fungisida menggunakan bahan aktif benomil, dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan. SUMBER https://www.bertani.co.id/penyakit-pada-tanaman-jagung/ Tahun Penerbit : 3 Desember 2019 Judul : Mengenal Jenis Penyakit Pada Tanaman Jagung PENULIS Nama : Boy Tumurang Instansi : Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara