PENANGANAN PASCA PANEN YANG TEPAT PADA TANAMAN JAGUNG Masalah utama dalam penanganan pasca panen jagung di tingkat petani adalah masih tingginya kehilangan hasil mulai dari panen sampai pasca panen. Hal ini disebabkan terbatasnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam penanganan panen dan pasca panen serta alsin yang cukup mahal. PENYIMPANAN Penyimpanan diatas Para-para Tongkol berkelobot dapat disimpan pada para-para yang ditempatkan dibawah atap rumah ataupun diatas dapur. Para-para diatas dapur dapat menjamin jagung tetap baik dalam waktu yang cukup lama karena asap dari kayu-kayu yang dibakar didapur meninggalkan residu bersifat anti bakteri, jamur maupun serangga. Pada cara ini sijumlah jagung berkelobot (15-20 buah) diikat menjadi satu kemudian digantung dengan mengaturnya secara bersusun diatas para-para. Cara ini memungkinkan sirkulasi asap yang mengandung formaldehid, phenol dan cresol secara merata. Penyimpanan cara ini sebaiknya dilengkapi dengan kawat anti tikus atau perangkap tikus lainnya. Penyimpanan dalam Karung Plastik atau tempat penyimpanan lainnya. Jagung pipilan dapat disimpan dalam karung plastik, kantong plastik, kaleng, jirigen dan sebagainya. Penyimpanan jagung dengan cara tersebut pada kadar air maksimum 14%. Kadar air jagung diatas 14% merupakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan cendawan, yang dapat memproduksi bermacam-macam toksin antara lain aflatoksin serta hama yang senantiasa menyebabkan kerusakan. Cendawan Aspergillus flavus berkembang dengan baik dan memproduksi aflatoksin pada kadar air diatas 18%. Penyimpanan jagung untuk benih sebaiknya dengan kadar air lebih kecil dari 14%, dan cara penyimpanannya yaitu didalam kantong-kantong kecil dan nantinya dimasukan lagi kekantong plastik agak besar untuk kemudian dimasukan kedalam kaleng dimana dilengkapi dengan sejumlah kapur tohor. Kaleng harus mempunyai tutup yang rapat. Penyimpanan untuk benih paling baik pada kadar air 9% dan pada suhu penyimpanan 21°C. Pada kondisi ini penyimpanan dapat lebih lama dan proses penuaan diperlambat. Penyimpanan benih jagung dengan kadar air 13-14%, menggunakan kaleng tertutup rapat dapat mempertahankan daya tumbuh jagung selama 5 bulan. MUTU DAN STANDAR MUTU JAGUNG Mutu adalah sejumlah sifat karakteristik dari suatu komoditi yang membedakan suatu produk dan mempunyai nilai pasti dan mencerminkan tingkat penerimaan konsumen. Tidak semua sifat-sifat yang dimililiki suatu produk digunakan sebagai komponen mutu dalam standar mutu, hanya yang berkaitan dengan tingkat penerimaan konsumen dan untuk menentukan harga dalam perdagangan. Pada prinsipnya ada dua persyaratan faktor-faktor penentu mutu yaitu: Persyaratan Kualitatif Biji jagung harus bebas dari hama dan penyakit. Biji jagung harus bebas dari bau busuk, masam, apek, atau bau asing lainnya. Biji jagung harus bebas dari tanda-tanda adanya bahan kimia yang membahayakan, baik secara visual maupun secara organoleptik. Persyaratan Kuantitatif Pada umumnya meliputi komponen-komponen mutu sebagai berikut: Kadar air : Jumlah kandungan air didalam butiran jagung dan dinyatakan dalam persentase bobot basah Butir rusak : Biji jagung yang dinyatakan rusak karena biologis, khemis, mekanis, fisis, maupun enzimatis seperti berkecambah, busuk, berbau tidak disukai, berubah bentuk maupun berubah warna karena sebab-sebab diatas. Butir warna lain : Biji-biji jagung yang berwarna lain seperti tercampur dengan varietas lain. Butir pecah : Butir jagung sehat yang pecah selama pengolahan yang mempunyai ukuran yang sama atau lebih kecil dari 6/10 bagian butir utuh. Kotoran : Benda-benda yang terdapat dalam contoh yang diperiksa seperti batu, tanah, biji-bijian lain, sisa tanaman lainya, termasuk butir pecah, atau termasuk butir retak. Standar Mutu Jagung menurut SNI No. 01-3920-1995 Persyaratan kualitatif adalah bebas hama dan penyakit, bebas bau busuk, asam atau bau asing lainnya dan bebas dari bahan kimia seperti insektisida dan fungisida Persyaratan Kuantitatif adalah kelas mutu biji jagung No Komponen Mutu I Mutu II Mutu III 1 Kadar air (% maks) 14 14 15 2 Butir rusak (% maks) 2 4 6 3 Butir warna lain (% maks) 1 3 7 4 Butir pecah % mak) 1 2 3 5 Kotoran (% maks) 1 1 2 SUMBER http://sulut.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-teknologi/pangan/106-infoteknologi4/810-penanganan-panen-dan-pasca-panen-jagung-untuk-tingkat-mutu-jagung Penulis : Sunarti,D, dan Arnold Turang Tahun Penerbit : 22 Desember 2017 Judul Artikel : Penanganan Panen dan Pasca Panen Jagung untuk Tingkat Mutu Jagung PENULIS Nama : George Gerry Santy Instansi : Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara