MATERI PENYULUHAN : TEKNIK PENYAMBUNGAN (GRAFTING) PALA
TEKNIK PENYAMBUNGAN (GRAFTING) PALA Guna meningkatkan hasil produksi Pala, maka petani dapat melakukan strategi melalui perbanyakan tanaman Pala baik secara generatif maupun vegetatif. Secara generatif, dapat dilakukan dengan cara menyemaikan biji Pala pada polibag yang dinilai lebih praktis karena benih dapat disimpan dalam waktu yang lama sedangkan perbanyakan secara vegetatif yaitu sambung pucuk Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi Pala dengan memanfaatkan tanaman yang sudah ada. Teknik sambung pucuk dilakukan dengan cara menggabungkan batang atas dan batang bawah. Batang bawah diharapkan menjadi batang yang tahan terhadap patogen tanah dan kokoh, sedangkan batang atas merupakan bagian yang memiliki karakter produksi yang diinginkan. Batang bawah ini biasanya menggunakan tanaman yang berasal dari biji sehingga memiliki perakaran yang kuat. Perpaduan dari bagian tanaman yang disatukan tersebut diharapkan akan menghasilkan tanaman jenis baru dengan sifat genetis yang memiliki keunggulan, yaitu kokoh, perakaran kuat, cepat berbuah, produktif, tahan penyakit dan mutu buah baik sesuai dengan sifat genetis induknya. Adapun teknik Penyambungan (Graffting) adalah : Pengambilan Batas Atas (Entres) dari Blok Penghasil Tinggi di Desa Rutah Kecamatan Amahai, menggunakan gunting pangkas yang di ambil dari Pohon Induk Jantan dan Betina sesuai diameter batang yang sama dengan batang bawah, daunnya berwarna hijau tua mengkilap. Pengambilan Entres dilakukan pagi hari sekitar pukul 08.30 Wit selanjutnya dibungkus dengan daun pisang dimaksudkan untuk menjaga agar entres tetap segar dan segera mungkin dilakukan kegiatan penyambungan agar entres tidak kering dan masih berkambium. Kegitan Grafting dilakukan dengan momotong batang bawah dengan menggunakan pisau atau silet, kemudian dibelah di bagian tengah berbentuk vertical, selanjutnya ambil batang atas (entres) yang berdiameter sama dengan batang bawah diruncing pada bagian pangkal berbentuk huruf V sesuai irisan batang atas dan dapat dimasukkan pada celah batang bawah dan diikat dengan tali plastic yang lentur, agar kelembaban tetap terjaga. Daun pada batang bawah dikurangi tersisa 3- 4 helai daun. Setelah proses penyambungan selesai benih disungkup dengan plastic bening berukuran 8 cm, agar plastic tidak kendor maka tancapkan bambu dan diikat untuk menjaga kelembaban dan mengurangi penguapan di sekitar sambungan. Benih yang telah disambung kemudian disimpan pada tempat pembibitan. SUMBER http://maluku.litbang.pertanian.go.id/?p=2476 Penulis : Ir. Rizal Latuconsina Tahun Penerbit : 28 Mei 2019 Judul Artikel : Teknik Penyambungan (Grafting) Pala PENULIS Nama : Xaverius C Suatan, SP Instansi : Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara