Loading...

Materi Penyuluhan : Tumpang Sari Padi Ladang - Jagung

Materi Penyuluhan : Tumpang Sari Padi Ladang - Jagung
MATERI PENYULUHAN TUMPANG SARI PADI LADANG - JAGUNG Tumpang sari adalah bentuk pola tanam yang membudidayakan lebih dari satu jenis tanaman dalam satuan waktu tertentu. Tumpang sari ini merupakan suatu upaya dari program intensifikasi pertanian dengan tujuan untuk memperoleh hasil produksi yang optimal, dan menjaga kesuburan tanah. Menurut Andi Saleh, Kasubdit Jagung dan Serealia, Ditjen Tanaman Pangan Kementan, pola tumpang sari merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi lahan karena dapat mengoptimalkan pemanfaatan cahaya, air dan hara, mengontrol gulma, hama dan penyakit, serta merupakan jalur menuju pertanian yang berkelanjutan. Jarak Tanam Pada sistem tumpang sari padi gogo-jagung, jarak tanam yang digunakan pada padi gogo adalah 20 cm (antar barisan) x10 cm (dalam barisan). Sedangkan jarak tanam jagung adalah 40 cm (antar barisan)x12,5 cm (dalam barisan). Jarak antara blok padi atau jagung 40 cm dengan memperhitungkan jumlah populasi tanaman dalam satu hektarnya. Untuk waktu tanamnya, padi gogo dilakukan lebih awal dengan selang waktu tiga pekan sebelum penanaman jagung. Kebutuhan Benih Penanaman benih padi dilakukan sebanyak 5-7 biji per lubang, sehingga akan digunakan benih sebanyak 50 kg/ha. Sedangkan untuk jagung, penanaman dilakukan sebanyak 1 biji per lubang, sehingga akan digunakan benih sebanyak 30 kg/ha. Populasi Untuk populasi tanaman per hektar pada sistem tumpang sari ini menggunakan populasi rapat, dengan jumlah populasi kurang lebih 200.000 rumpun/ha untuk padi dan 80.000 batang/ha untuk jagung. Pemupukan Sementara itu, untuk cara pemupukannya sendiri menggunakan rekomendasi dari pemupukan padi gogo. Sedangkan tanaman jagung akan memperoleh manfaat dari pemupukan padi gogo tersebut. Pupuk organik dapat diberikan setelah tanam dengan menutup lubang tanam padi gogo dan jagung. Bila komposisi tanaman dan jarak tanam ditata dengan tepat maka hasil dari kombinasi tanaman per satuan luas akan lebih tinggi dari sistem monokultur. Hal ini dapat menjadi solusi dan terobosan dalam pencapaian swasembada pangan. Pola tanam tumpang sari juga meningkatkan intensitas penggunaan lahan, dimana intensitas penggunaan lahan yang tinggi berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan petani. Selain mengembangkan tumpang sari padi gogo-jagung, pemerintah juga mengembangkan padi gogo-kedelai dan jagung-kedelai. SUMBER https://8villages.com/full/petani/article/id/5cde2ae13a4bcb6c685c93e3 Tahun Penerbit : 17 Mei 2019 Judul : Kementan Dorong Tumpang Sari Padi Gogo-Jagung PENULIS Nama : Linda Pandey Instansi : Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara