Loading...

Materi SL Kedelai di Desa Kedung Pengaron Kec. Kejayan "PENGGUNAAN JARAK TANAM"

Materi SL Kedelai di Desa Kedung Pengaron Kec. Kejayan "PENGGUNAAN JARAK TANAM"
Tanaman kedelai biasanya ditanam pada tanah kering (tegalan) atau tanah persawahan. Pengolahan tanah bagi pertanaman kedelai di lahan kering sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau, sedangkan pada lahan sawah, umumnya dilakukan pada musim kemarau.Persiapan lahan penanaman kedelai di areal persawahan dapat dilakukan secara sederhana. Mula-mula jerami padi yang tersisa dibersihkan, kemudian dikumpulkan, dan dibiarkan mengering. Selanjutnya, dibuat petak-petak penanaman dengan lebar 3 m - 10 m, yang panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. Diantara petak penanaman dibuat saluran drainase selebar 25 cm - 30 cm, dengan kedalaman 30 cm. Setelah didiamkan selama 7-10 hari, tanah siap ditanami.Jika areal penanaman kedelai yang digunakan berupa lahan kering atau tegalan, sebaiknya dilakukan pengolahan tanah terlebih dahulu. Tanah dicangkul atau dibajak sedalam 15 cm – 20 cm. Di sekeliling lahan dibuat parit selebar 40 cm dengan kedalaman 30 cm. Selanjutnya, dibuat petakan-petakan dengan panjang antara 10 cm – 15 cm, lebar antara 3 cm – 10 cm, dan tinggi 20 cm – 30 cm. Antara petakan yang satu dengan yang lain (kanan dan kiri) dibuat parit selebar dan sedalam 25 cm. Antara petakan satu dengan petakan di belakangnya dibuat parit selebar 30 cm dengan kedalaman 25 cm. Selanjutnya, lahan siap ditanami benih.Sebelum dilakukan kegiatan penanaman, terlebih dulu diberi pupuk dasar. Pupuk yang digunakan berupa TSP sebanyak 75 kg – 200 kg/ha, KCl 50 kg – 100 kg/ha, dan Urea 50 kg/ha. Dosis pupuk dapat pula disesuaikan dengan anjuran PPL Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) setempat atau dengan melakukan pengujian tanah dengan PUTK. Pupuk disebar secara merata di lahan, atau dimasukkan ke dalam lubang di sisi kanan dan kiri lubang tanam sedalam 5 cm.PEMBUATAN SALURAN DRAINASEFungsi saluran drainase adalah membuang kelebihan air saat curah hujan tinggi atau memasukkan air pengairan, dengan tujuan:a. Membuat aerasi tanah optimal untuk perkecambahan benih dan perkembangan serta pertumbuhan akar dan tanaman.b. Mempermudah dan mempercepat pembagian dan perataan air pengairan.c. Mempermudah dan mempercepat pelaksanaan penyemprotan pestisida atau herbisida (sebagai jalan tenaga kerja penyemprotan ke tengah pertanaman).d. Mempercepat pembuangan kelebihan air.Arah saluran drainase adalah memotong kontur atau searah kemiringan lereng. Jarak antar saluran drainase atau lebar bedengan ditentukan oleh tekstur tanah dan kemiringan lahan. Drainase rapat dibutuhkan oleh tanah berat (kadar liat tinggi) dan lahan yang landai dalam skala luas. Pada saat curah hujan tinggi pada awal pertumbuhan, maka hasil biji kedelai berbanding lurus dengan jarak antar saluran drainase atau lebar bedengan. Pada tanah struktur gembur dan lebih mudah diolah, serta direkomendasikan kepada petani untuk menerapkan atau membuat saluran drainase setiap 3-5 m. Pada tanah berat yang bertekstur lempung jarak antar saluran drainase dapat diperapat antara 3-4 meter. Sedangkan ukuran saluran drainase lebar 30 cm dengan kedalaman 30 cm.PENGAPURANLahan suboptimal, khususnya lahan kering masam dan lahan rawa memiliki tingkat kemasaman yang tinggi. pH adalah tingkat keasaman atau kebasa-an suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. Sebagai contoh, jus jeruk dan air aki mempunyai pH antara 0 hingga 7, sedangkan air laut dan cairan pemutih mempunyai sifat basa dengan nilai pH 7 – 14. Air murni adalah netral atau mempunyai nilai pH 7.Biasanya jika pH tanah semakin tinggi maka unsur hara akan semakin sulit diserap tanaman, demikian juga sebaliknya jika terlalu rendah akar juga akan kesulitan menyerap makanannya yang berada dalam tanah. Akar tanaman akan mudah menyerap unsur hara atau pupuk yang kita berikan jika pH dalam tanah sedang-sedang saja (cenderung netral).Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5,5; Nitrogen (dalam bentuk nitrat) menjadi tersedia bagi tanaman. Di sisi lain Pospor akan tersedia bagi tanaman pada Ph antara 6,0 hingga 7,0.Beberapa bakteri membantu tanaman mendapatkan N dengan mengubah N di atmosfer menjadi bentuk N yang dapat digunakan oleh tanaman. Bakteri ini hidup di dalam nodule akar tanaman legume (seperti alfalfa dan kedelai) dan berfungsi secara baik bilamana tanaman dimana bakteri tersebut hidup tumbuh pada tanah dengan kisaran pH yang sesuai. Sebagai contoh kedelai tumbuh dengan baik pada tanah dengan kisaran pH 6,0 hingga 7,0. Kacang tanah tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 5,3 hingga 6,6. Banyak tanaman termasuk sayuran, bunga dan semak-semak serta buah-buahan tergantung dengan pH dan ketersediaan tanah yang mengandung nutrisi yang cukup.Jika larutan tanah terlalu masam, tanaman tidak dapat memanfaatkan N, P, K dan zat hara lain yang mereka butuhkan. Pada tanah masam, tanaman mempunyai kemungkinan yang besar untuk teracuni logam berat yang pada akhirnya dapat mati karena keracunan tersebut.PUPUK ORGANIK Menurut Permen Menteri Pertanian No. 02Pert/HK 060/1/ 10 06/ : Pupuk organik dan pembenah tanah dalam Anonimous (2007) Pupuk Organik adalah Pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat bebentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai bahan organik, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.Pemberian pupuk organik mempunyai fungsi :- Memberi nutrisi bagi tanaman baik unsur mikro maupun makro- Memperbaiki struktur tanah- Meningkatkan kapasitas tukar kation- Meningkatkan kemampuan tanah untuk mengikat air- Meningkatkan aktifitas biologi tanah- Meningkatkan pH tanahPemberian pupuk organik dan kimia dalam bentuk dan jumlah yang tepat berperan penting dalam keberlanjutan sistem produksi kedelai Cara tanam yang terbaik untuk memperoleh produktivitas tinggi yaitu dengan membuat lubang tanam memakai tugal dengan kedalaman antara 1,5 – 2 cm. Setiap lubang tanam diisi sebanyak 2 – 3 biji dan diupayakan 2 biji yang bisa tumbuh. Observasi di lapangan dijumpai bahwa setiap lubang tanam diisi 5 biji, bahkan ada yang sampai 7 – 9 biji sehingga terjadi pemborosan benih yang cukup banyak. Di sisi lain, pertumbuhan tanaman mengalami etiolisasi sehingga dapat mengakibatkan tanaman menjadi mudah roboh. Kebutuhan benih yang optimal dengan daya tumbuh lebih dari 90% yaitu 50 – 60 kg/ha. Penanaman ini dilakukan dengan jarak tanam 40 cm x 10 – 15 cm. Pada lahan subur, jarak dalam barisan dapat diperjarang menjadi 15 – 20 cm. Populasi tanaman yang optimal berkisar 400.000 – 500.000 tanaman per hektar.Mengetahui jumlah populasi tanaman per satuan luas (misalnya per hektar) menjadi penting. Dengan mengetahui populasi tanaman per satuan luas (hektar) kita bisa merencanakan kebutuhan pupuk, pestisida, tenaga kerja secara lebih tepat, yang pada akhirnya kebutuhan biaya yang diperlukan untuk pembelian pupuk, pestisida dan upah tenaga kerja dapat dihitung secara lebih cepat dan akurat.Peningkatan produksi hasil perluasan areal tanam ditentukan oleh beberapa hal diantaranya Varietas, varietas merupakan faktor kunci keberhasilan tahap pertama. Varietas unggul dengan daya hasil tinggi akan memberikan jaminan produksi tinggi. Tahan terhadap serangan OPT. Sesuai kondisi agroekosistim setempat. Penggunaan benih bermutu membuahkan keragaan , Benih cepat tumbuh (vigor tinggi), Pertumbuhan seragam, Jaminan populasi optimal. Sedang Benih berkualitas yakni Bernas dengan daya tumbuh >85%, Murni. Sehat. Bersih.