Loading...

Materi SL Kedelai di Desa Lorokan Kec. Kejayan "PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT"

Materi SL Kedelai di Desa Lorokan Kec. Kejayan "PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT"
Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas dalam peningkatan produksi pertanian. Untuk pengendalian OPT, jalan pintas yang sering dilakukan adalah menggunakan pestisida kimia. Padahal penggunaan pestisida yang tidak bijaksana banyak menimbulkan dampak negatif, antara lain terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup.Beberapa faktor yang menyebabkan gagalnya Pengendalian OPT pada tanaman sebagai berikut :1. Lemahnya dalam identifikasi hama dan penyakit maupun gejala serangannya;2. Tindakan pengendalian yang terlambat;3. Aplikasi pestisida yang kurang tepat;4. Belum cukup informasi bioekologi hama. A. Hama Utama Tanaman Kedelai1. Lalat Kacang (Agromyza phaseoli/Ophiomya phaseoli/Melanagromyza phaseoli) Tanda dan Gejala Serangan :a. Gejala awal berupa tanda bintik-bintik putih pada keping biji, daun pertama atau daun kedua.b. Bintik-bintik tersebut merupakan bekas tusukan alat peletak telur. Pada keping biji dan pasangan daun pertama terdapat alur atau garis berkelok- kelok berwarna coklat yang merupakan lubang gerekan belatung.c. Selanjutnya belatung menggerek batang sampai ke pangkal batang dan ditempat itu juga kepompong terbentuk.d. Akibat gerekan belatung, jaringan pengangkut terputus sehingga tanaman layu dan mati.e. Kematian tanaman dijumpai pada tanaman berumur 14 – 30 hst.f. Alur gerekan larva dari keping biji ke pangkal akar berupa spiral. Serangan larva lalat kacang menyebabkan tanaman kedelai layu, mengering, dan mati. Serangan pada tanaman yang berumur lebih dari sepuluh hari mengakibatkan tanaman kerdil dan daun berwarna kekuning-kuningan.2. Penggerek Batang (Agromyza sojae, Melanogromyza sojae)Hama ini juga dikenal dengan nama Agromyza sojae, Melanogromyza sojae, stem fly dan stem borer. Pada umumnya penggerek batang menyerang tanaman muda. Tanaman inang hama ini antara lain kacang hiris, kacang uci, dan kacang hijau.Tanda dan Gejala serangan :a. Serangan biasanya pada umur di bawah satu bulan.b. Tusukan ovipositor menimbulkan bintik-bintik pada daun muda.c. Larva makan jaringan daun dan keping biji, terus menuju batang melalui tangkai daun, kemudian masuk dan menggerek melalui empulur.d. Pupa terbentuk di dalam batang.e. Lubang gerekan larva dapat menyebabkan ranting patah, tanaman layu, mengering dan mati. 3. Penggerek Pucuk (Agromyza dolichostigma/ Melanogromyzadolichostigma)Penggerek pucuk juga dikenal dengan nama Agromyza dolichostigma, Melanogromyza dolichostigma dan shoot borer. Tanda dan Gejala serangan :a. Terdapatnya bekas tusukan alat peletak telur pada permukaan daun bagian atas.b. Selanjutnya, terdapat lubang gerekan larva pada daun, tulang daun, tangkai daun dan pucuk daun. c. Daun pucuk menjadi layu, mengering, dan mati, kemudian terbentuk banyak cabang baru namun kurang produktif. 4. Kumbang Tanah Kuning (Longitarsus suturellinus)Kumbang tanah kuning dikenal dengan nama Longitarsus suturellinus, Insect Feeding, Flea Beetle, dan Kumbang Longitarsus. Hama ini juga merupakan hama penting pada pertanaman kedelai dan menyerang tanaman sejak benih hingga pembentukan daun terakhir. Tanaman inang hama ini antara lain kacang hijau, kacang panjang dan kacang tunggak.Gejala kerusakan akibat serangan kumbang tanah kuning adalah terdapatnya lubang-lubang kecil bekas gigitan serangga pada keping biji, daun muda, pucuk, atau cabang tanaman. 5. Ulat Grayak (Spodoptera litura/ Prodenia litura )Ulat grayak dikenal dengan nama Spodoptera litura, Prodenia litura dan Army Worm. Hama ini dikenal polifag dan menyerang tanaman pada berbagai fase pertumbuhan. Tanaman inang hama ini antara lain tembakau, kacang tanah, ketela rambat, cabai, bawang merah, kacang hijau, jagung dan lain-lain.Tanda dan Gejala Serangana. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan ulat ini adalah daun tanaman habis (hanya tersisa tulang daun), polong muda rusak, atau seluruh tanaman rusak. Gejala yang nampak tergantung pada jenis tanaman yang diserang dan intensitas serangan larva muda serta larva dewasa.b. Kerusakan pada umumnya oleh larva muda yang makan secara bergerombol, meninggalkan tulang-tuang daun dan epidermis daun bagian atas.c. Dari jauh daun yang terserang tampak keputihputihan.d. Larva dewasa dapat memakan tulang daun muda, sedang pada daun tua tulang-tulangnya tersisa.e. Selain merusak daun, larva juga memakan polong muda. 6. Ulat Penggulung Daun (Lamprosema indicata)Tanda dan Gejala Serangana. Ulat merusak tanaman kedelai ber-umur 3 – 4 minggu setelah tanam.b. Ulat makan daun dari gulungan daun. Apabila gulungan tersebut dibuka, daun akan tampak tinggal tulang-tulangnya.7. Ulat Jengkal (Plusia chalcites)Tanda dan Gejala Serangana. Larva memakan daun tanaman kedelai.b. Ulat jengkal bersifat polifag.8. Kumbang Kedelai (Phaedonia inclusa)Tanda dan Gejala Serangan :a. Hama menyerang tanaman sejak tanaman muncul di atas permukaan tanah hingga panen.b. Gejala kerusakan tanaman akani terlihat pada pucuk tanaman, daun, bunga dan polong. c. Serangan pada tanaman muda dapat mengakibatkan kematian. d. Serangann pada fase selanjutnya, mengakibatkan terganggunya pembentukan bunga, pembentukan polong, dan pengisian biji sehingga menurunkan kuantitas dan kualitas biji kedelai.e. Serangan pada fase vegetatif akan tampak tanaman kedelai terkulai layu dan akhirnya kering seperti terserang M. dolichostigma. f. Pada tanaman teserang tesebut dapat dijumpai imago, telur pada permukaan daun bagian bawah, dan larva pada batang pucuk atau daun.9. Kutu Hijau (Aphis glycines)a. Kutu berwarna hijau.b. Berkembang biak secara partenogenesis.c. Bila makanan banyak serangga ini sebagian besar tidak bersayap dan sebaliknya.d. Waktu dari nimfa-dewasa lebih kurang 1 minggu.e. Kutu ini menjadi vektor virus.f. Serangan pada tanaman muda menyebabkan tanaman kerdil, daun menguning, akhirnya gugur.g. Serangan pada bunga akan menyebabkan bunga gugur. 10. Kutu Kebul (Bemisia tabaci)a. Kutu kebul juga dikenal dengan nama Bemisia tabacci dan Whitefly. b. Tanaman inang ini antara lain tanaman jenis Leguminosae, semak-semak (Desmodium), tanaman pakan ternak, dan tanaman kacang-kacangan. c. Kutu kebul juga berperan sebagai pengantar virus mosaik kuning (Yellow Mosaic Virus) yang merusak tanaman kedelai.d. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan kutu kebul adalah terdapatnya kutu-kutu berwarna pucat sampai kuning kehijauan pada bagian bawah daun atau daun pucuk. Kadang-kadang juga terdapat cendawan jelaga yang hidup dari ekskreta kutu yang berupa embun madu. e. Serangan berat menyebabkan daun tanaman tampak terhambat pertumbuhannya, mengerupuk, dan lebih kaku.11. Kutu Putih (Aleurodicus dispersus)Sebagaimana jenis kutu-kutuan yang lain, hama kutu putih berkembang pesat pada musim kemarau. Hama ini menyerang daun-daun yang relatif sudah tua. Hidup dan menyerang daun bagian bawah. Ciri khasnya adalah telur diletakkan secara teratur di balek daun dengan bentuk lingkaran. Setelah menetas kutu muda akan menyerang daun secara berkoloni.12. Kepik Polong (Riptortus linearis)Tanda dan Gejala Serangan :a. Serangan yang terjadi pada fase pertumbuhan polong dan perkembangan biji menyebabkan polong dan biji kempis, kemudian mengering dan gugur.b. Serangan yang terjadi pada fase pengisian biji menyebabkan biji busuk dan menghitam.c. Serangan terhadap polong tua menyebabkan bintik hitam pada biji.13. Kepik Hijau (Nezara viridula)Tanda dan Gejala Serangan :a. Serangan yang terjadi pada fase pertumbuhan polong dan perkembangan biji menyebabkan polong dan biji kempis, kemudian mengering. b. Serangan terhadap polong muda menyebabkan biji kempis dan seringkali polong gugur. c. Serangan yang terjadi pada fase pengisian biji menyebabkan biji menghitam dan busuk.14. Ulat Buah (Heliothis armigera/ Helicoverpa armigera)Tanda dan Gejala Serangan :a. Larva muda memakan jaringan daun, setelah memasuki instar 3 akan menuju bagian polong untuk memakan biji.b. Larva merusak polong dengan cara menggigit kulit polong lalu memakan biji.c. Pada waktu makan, biasanya kepala dan sebagian badannya masuk ke dalam polong.d. Bentuk lubang bekas makannya tidak beraturan, tidak dijumpai larva dan kotoran didalam polong yang bijinya terserang15. Penggerek Polong (Etiella zinckenella Hobsoni )Penggerek polong dikenal dengan nama Etiella zinckenella, E. Hobsoni, Pod Borer, atau Lima Bean Borer. Hama ini merupakan hama utama pada kedelai, selain kumbang kedelai. Tanaman inang hama ini antara lain Crotalaria strata, orok-orok, kacang tunggak, kacang krotok, dan Teprosia candida.Tanda dan Gejala Serangana. Larva menggerek kulit polong kemudian masuk dan menggerek biji.b. Sebelum larva menggerek kulit polong, larva menutupi dirinya dengan benang pintal berwarna putih, dengan demikian lubang gerekan dan selubung putih tersebut merupakan ciri khas polong yang terserang penggerek ini.c. Tanda serangan pada biji berupa gerekan dan adanya butiran kotoran berwarna coklat yang terikat oleh benang pintal16. Kepik Penghisap (Anoplocnemis phasiana)Bioekologi :a. Hama ini hidup pada banyak jenis tanaman terutama kacang-kacanganb. Hama ini menyerang pucuk dengan cara menghisapc. Kadang-kadang dapat membuat tanaman mati B. Jenis-jenis Penyakit Penting dan Gejala Serangannya 1. Karat daun (Phakopsora pachyrhizi )Terdapat bintik-bintik kecil kemudian menjadi bercak-bercak berwarna coklat pada bagian bawah daun. Serangan berat menyebabkan daun gugur dan polong hampa.2. Antraknose (Colletotrichum dematium)Terlihat pada batang, tangkai daun dan polong ada bercak coklat-hitam tak teratur. Daun nekrosis pada tulang daun dan menggulung atau kanker pada tangkai daun. Biji terinfeksi berbercak coklat. Kotiledon kecambah bercak coklat-i hitam.3. Mata Kodok/ Bercak Daun (Cercospora sojina)Pada permukaan bawah daun mengalami klrorosis, bercak ukuran 1-2 cm. Berkembang dari warna coklat muda menjadi coklat keabu-abuan di bagian tepi. Dalam keadaaan lembab daun yang kholoris akan berubah warna. Bagian dalam bercak berwarna abu-abu muda, bagian tepi dikelilingi warna ungu keabu-abuan4. Busuk Pangkal Batang (Sclerotium rolfsii) Pada umur 1-2 minggu tanaman tampak layu dan daun menjadi cokklat. Pangkal batang terdapat massa miselia putih dan butir-butir coklat muda sampai coklat.5. Busuk Polong (Rhizoctonia Solani)erjadi pembusukan pada polong, dengan miselia berwarna putih kecoklatan. Kadang-kadang ditemukan sklerotia yang hampir sama warnanya dengan miselianya6. Embun Tepung (Peronospora mashurica)Permukaan bawah daun timbul bercak warna putih kekuningan atau bulat dengan batas jelas berukuran 1-2 mm. Bercak menyatu membentuk bercak lebih lebar.7. Kerdil kedelai (Soybean stunt virus (SSV))Tanaman kerdil. Helai daun tampak adanya mosaik, daun agak menggulung dan keriput, tulang daun terang (vein clearing). Terdapat belang coklat konsentris pada kulit biji.8. Mosaik kedelai (Soybean mosaic virus (SMV))Daun melilit, melengkung, tulang daun jernih (vein clearing), mosaik, berwarna lebih tua dibandingkan dengan daun sehat, dan rapuh. Bentuk polong tidak normal. Kulit biji yang terdapat belang coklat yang radial.9. Katai kedelai (Soybean dwarf virus (SDV))Terjadi perubahan warna daun menjadi belang hijau kuning secara tidak merata pada seluruh permukaan daun.10. Bakteri hawar (Pseudomonas syringe)Pada daun, batang, tangkai polong dan polong terdapat titik kecil kebasahan seperti terpecik air panas, dan berkembang menjadi lebih besar, tembus cahaya, kebasahan dan berwarna kuning atau coklat muda. 11. Bakteri pustul (Xanthomonas campestris)Terdapat titik kecil, hijau kebasahan seperti terpercik air panas dengan bagian tengah agak menojol ke permukaan daun. Titik ini berkembang menjadi bercak kecil dengan bagian tengah nya terdapat tonjolan (pustul) yang berwarna pucat. Tidak memberi gejala adanya kebasahan.12. Sapu setan (Mikoplasma)Tanaman terserang berbentuk seperti sapu lidi. Terjadi filodi yakni bentuk bunga menjadi daun. Tunas ketiak yang abnormal C. Cara-Cara Pengendalian HPT 1. Cara-Cara Budidaya Tanaman Atau Penggunaan Praktek Agronomi.a. Penggunaan Varietas resisten b. Rotasi tanaman. c. Penghancuran tanaman yang tidak bergunad. Pembajakan /pengolahan tanah dengan baike. Keseragaman waktu tanam atau waktu panenf. Pemupukang. Sanitasi dan Pengelolaan air2. Cara-Cara Mekanika. Penghancuran dengan tanganb. Pencegahan dengan tirai atau pembatasc. Perangkap, alat penghisap. 3. Cara-Cara Fisik a. Temperatur panas atau dingin b. Kelembaban c. Energi, perangkap lampu . d. Suara 4. Cara-Cara Biologi a. Perlindungan dan pemantapan musuh alami b. Introduksi, pemanfaatan parasit dan predator. c. Perbanyakan dan penyebaran patogen (bakteri, virus, fungi dan protozoa).5. Cara-Cara Kimiawia. Bahan penarik (attractants)b. Bahan penolak (repellents)c. Pestisida (insektisida, fungisida, bakterisida,dll).d. Bahan penghambat pertumbuhan (growt regulator)6. Cara-Cara Genetik Perbanyak dan pelepasan HPT steril atau yang secara genetik tidak kompatibel7. Cara-Cara Pengaturan Cara ini dapat dilakukan melalui Karantina tumbuhan dan hewan