Pupuk adalah bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara tanaman yang jika diberikan ke pertanaman dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanamanPemupukan adalah penambahan satu atau beberapa hara tanaman yang tersedia atau dapat tersedia ke dalam tanah atau tanaman dan atau mempertahankan kesuburan tanah yang ada yang ditujukan untuk mencapai hasil/produksi yang tinggiAda beberapa hal penting yang perlu dicermati untuk mendapatkan efisiensi dalam pemupukan, antara lain : jenis pupuk yang digunakan, sifat dari pupuk itu sendiri, waktu pemupukan dan syarat pemberian pupuk serta cara atau metode pemupukan.Peningkatan produksi pertanian dapat dicapai melalui pendekatan teknologi yang tepat antara lain dengan menerapkan teknologi pemupukan berimbang spesifik lokasi.Saat ini teknologi pemupukan sesuai anjuran hampir tidak dilakukan oleh sebagian petani Indonesia, sehingga menyebabkan pemupukan menjadi tidak berimbang.Pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara sesuai dengan tingkat status hara tanah dan kebutuhan tanaman untuk mencapai hasil yang optimalPemupukanDosis pupuk yang akan digunakan Urea 50 kg/ha, SP-18 75 kg/ha dan KCl 50 kg/ha. Pupuk diberikan 2 kali dalam satu musimPemupukan I (pertama) :Pupuk diberikan sebelum tanam dengan cara menaburkan pupuk pada garis tanam kemudian pupuk dicampur dengan tanah secara merata, dosis pupuk I (pertama) yang diberikan 2/3 dari dosis Urea dan KCl (Urea:33 Kg/Ha ; KCl: 33 Kg/Ha), sedangkan Pupuk SP-18 diberikan seluruhnya pada pemupukan dasar.Pemupukan II (Kedua) : Pupuk diberikan pada saat tanaman berumur 20– 30 HST,menjelang tanaman kedele berbunga dengan cara ditabur mengelilingi tanaman dengan jarak ± 10 cm dari batang. Dosis pupuk yang diberikan 1/3 dari dosis Urea dan KCl (Urea: 17 Kg/Ha ; KCl: 17 Kg/Ha). Waktu pemupukanPupuk dasar pada tanah yang tidak diolah• Pupuk diberikan pada saat kedelai berumur 3-5 hari setelah tanam• Pemupukan dilakukan dengan cara meletakan pupuk/ditugalkan di sekitar lubang tanaman dengan jarak 7-10 cm• Dosis pupuk yang diberikan adalah 2/3 dosis N dan K, sedangkan pupuk P diberikan seluruhnya pada waktu pemupukan dasar• Jumlah pupuk tergantung pada tingkat kesuburan tanahPupuk dasar pada tanah yang diolah• Pupuk diberikan sebelum atau saat tanam• Pemupukan dilakukan dengsn cara menaburkan pupuk pada garis tanam, pupuk dicampur dengan tanah secara merata• Dosis pupuk yang diberikan adalah 2/3 dosis N dan K, sedangkan pupuk P diberikan seluruhnya pada waktu pemupukan dasar• Jumlah pupuk tergantung pada tingkat kesuburan tanahPemupukan susulan• Pupuk diberikan pada saat tanaman berumur 20-30 hari setelah tanam yaitu menjelang kedelai berbunga• Pemupukan dilakukan dengan cara menaburkan pupuk di sekeliling tanaman dengan jarak kurang lebih 10 cm• Dosis pupuk yang diberiksn adalah 1/3 dosis N dan K 1. Pemupukan tanaman kedelai berdasarkan 5 T ( tepat jenis, dosis, cara, waktu, tempat) dan hati – hati menggunakan pupuk N seperti urea karena berlebihan penggunaan pupuk N bukan meningkatkan produksi tanaman kedelai tetapi buah kempes, biji tidak berkembang sebagai mana mestinya, karena tanaman kedelai mempunyai bintil akar yang dapat mengikat N dari udara.2. Keragaan Fisik tanaman kahat dan kelebihan unsur hara dalam tanahKekurangan atau kelebihan unsur hara dalam tanah dapat mengganggu pertumbuhan kedelai. Kekurangan hara N,P,K dapat mempengaruhi pertumbuhan kedelai apabila ketersediaannya dalam tanah tidak seimbang yaitu antara lain :a. Nitrogen (unsur N)1). Kekurangan NitrogenKekurangan unsur N menyebabkan pertumbuhan tanaman kedelai terhambat dan kadar klorofil turun, sehingga tanaman pucat. Daun-daun sempit, gugur (mulai daun-daun tua), kemudian mati.Sekitar 50% dari nitrogen di dalam tanah berasal dari penambatan oleh rizobium (Rhizobium). Tanah berkadar kurang dari 0,1% N perlu dipupuk nitrogen, terutama waktu tanaman masih muda. Untuk daerah yang baru dibuka sebelum ditanam, benih perlu dicampur dengan inokulum rizobium, misalnya Legin. 2). Kelebihan NitrogenKelebihan nitrogen menyebabkan pertumbuhan tanaman terlalu subur dengan daun berwarna hijau tua dan perkembangan akar kurang baik. Bintil akarnya sedikit.Nisbah pucuk/akar besar. Hal ini menyebabkan ketidak seimbangan antara serapan air dan transpirasi, sehingga tanaman mudah layu. Terjadi gangguan diferensiasi sel pada titik tumbuh sehingga daun salah bentuk. Diantaranya tulang daun timbul warna kekuningan.b. FosfatKekurangan fosfat dalam tanah menyebabkan :1) tanaman kerdil2) daun-daun kecil3) daun berwarna hijau tua4) daun tua menunjukkan gejala klorosis dan gugur sebelum waktunya.5) pembentukan bunga dan buah terhambat dan biji kecil6) pembentukan akar kurang baik dan bintil akar sering tidak terbentuk. c. Kalium Kalium dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar. Kekurangan kalium dalam tanah menyebabkan tanaman :1) mudah layu,2) tampak pada daun tua dimulai dengan klorosis pada tepi daun,3) dalam keadaan parah, gejala klorosis meluas sampai mendekati pangkal daun dan tampak pula pada daun muda,4) dalam keadaan lanjut, timbul nekrosis dan daun-daun gugur.Gejala khas yang dapat dilihat adalah batas yang tampak jelas antara klorosis atau nekrosis dengan jaringan sehat yang berwarna hijau. Perbandingan N/K sangat penting dalam metabolisme tanaman. Dalam keadaan perbandingan N/K yang tinggi, kadar senyawa nitrogen dengan berat molekul rendah meningkat seperti asam amino dan amida, dan tanaman menjadi lebih peka terhadap penyakit dan hama.d. Kalsium (kapur)1). Kekurangan kalsium :a). akarnya pendek-pendek dan sering kali ujungnya busuk,b). batang kurang kuat,c). daun-daun salah bentuk, kadang-kadang keriting atau nekrosis.2). Kelebihan kalsiumKelebihan kalsium, seperti pada tanah berkapur, dapat merangsang timbulnya kekurangan kalsium dan unsur mikro, sepertti besi, boron, seng, tembaga dan mangan. Pemberian kapur yang berlebihan pada tanah masam dapat menimbulkan masalah seperti tersebut di atas.Kelainan hara dapat timbul karena kelebihan kalsium, seperti terjadi pada tanah berkadar kalsium karbonat tinggi, pengapuran yang berlebihan pada tanah masam atau terjadinya akumulasi garam kalsium, baik melalui aliran kapiler, maupun karena tidak adanya pencucian yang intensif.e. MagnesiumMagnesium merupakan bagian dari klorofil, pektin dan fitin. Magnesium ditandai mula-mula timbul pada daun tua dengan gejala klorosis interveinal. Warna klorosis dimulai pada pinggir daun yang berangsur-angsur masuk ke dalam dengan tulang-tulang daun tetap hijau.Dalam keadaan kekurangan magnesium yang berat daun gugur muda, pertumbuhan terhambat dan produksi rendah.Kekurangan magnesium dapat diatasi dengan :1) Pemupukan melalui tanah dan daun dengan garam magnesium, seperti Kiserit (MgSO4).2) Dapat digunakan 0,5% MgSO4 untuk menyemprot tanaman3) Pada tanah masam, pupuk organik dan dolomit dapat digunakan.f. BesiKekurangan besiBesi berperan sebagai katalis dalam tanaman dan berperan dalam berbagai proses redoks, seperti respirasi, fotosintesis, dan reduksi nitrat.Besi juga penting dalam pembentukan klorofil. Dalam tanah banyak terdapat unsur besi, hanya ketersediaannya pada tanah sangat rendah. Pada tanah berkapur dan berkadar fosfat tinggi, dapat timbul kekurangan besi, karena dalam keadaan demikian besi mengendap.Di samping kekurangan besi karena difiksasi oleh tanah, kekurangan dapat timbul karena kadar kapur, mangan, dan tembaga yang tinggi dalam tanaman. Keadaan ini disebut kekurangan besi fisologis.Kekurangan besi pada tanaman ditandai oleh :1) daunnya kecil-kecil, berwarna kuning pucat, seringkali berubah hampir putih,2) pada klorotik parah, warna hijau pada tulang-tulang daun yang halus hilang,3) pada klorosis interveinal, terdapat batas yang jelas di mana tulang daun tetap hijau, sedangkan di antara tulang daun-daun berwarna hijau pucat atau kuning. Kekurangan besi dapat diatasi dengan penyemprotan Fe-khelat, seperti Fe-EDTA terutama pada waktu tingkat kekurangannya masih ringan.Keracunan besiPada umumnya besi yang larut dalam tanah sangat rendah dibandingkan dengan kadar besi total. Namun pada tanah tergenang seperti sawah Fe3+ (feri) direduksi menjadi Fe+ (fero) sehingga besi yang tinggi dapat menimbulkan keracunan yang sering dialami oleh padi sawah dan kedelai yang ditanam setelah padi sawah di mana tanahnya masih terlalu basah.Keracunan besi dapat menghambat berbagai kegiatan seperti respirasi, fotosintesa, reduksi nitrat dan sintensis klorofil.Tanaman kedelai yang mengalami keracunan besi pada umumnya :a) tumbuhnya terhambat, disertai adanya bercak-bercak coklat tua pada daun,b) dalam keadaan parah, daun berwarna kecoklatan dan terjadi nekrosis pada tepi daun, akhirnya daun berbentuk seperti mangkuk.Keracunan besi dapat diatasi dengan cara membuat parit-parit/saluran air di sekeliling petakan atau dibuat guludan untuk pertanaman kedelai.g. Keracunan ManganMangan diperlukan tanaman hanya dalam jumlah kecil. Mangan berperan dalam metabolisme nitrogen, respirasi, dan sintesa klorofil. Ada hubungan erat antara mangan dan besi, karena itu keseimbangan antara kedua unsur ini mutlak diperlukan agar dapat berperan secara optimal.Gejala keracunan mangan tampak pada daun tua, dimulai dengan terbentuknya noda-noda coklat kehitaman di sepanjang tulang daun.Tanah ber-pH rendah pada umumnya berkadar mangan tinggi, keadaan ini dapat diperbaiki dengan pemberian bahan organik dan kapur.h. BoronBoron diperlukan utuk pembelahan sel, perkecambahan tepung sari, pembentukan bunga, akar dan pengangkutan zat dalam tanah.Kekurangan boron mulai tampak dari pucuk. Daun pucuk menjadi kecil-kecil, tebal dan diikuti oleh mati pucuk. Kekurangan boron dapat diatasi dengan pemupukan boraks. Sedangkan kelebihan boron akan tampak pada daun tua yang ditandai dengan bercak-bercak nekrosis pada daun, dimulai dari ujung dan tepi daun berupa klorosis yang kemudian menjalar ke arah tulang daun utama. Pada ujung dan tepi daun kemudian timbul nekrosis, akhirnya seluruh daun menguning dan gugur sebelum waktunya. Akar-akar menjadi rusak dan mati.Keracunan boron dapat terjadi karena kemasaman tanah netral atau alkali, tanah yang diairi air irigasi berkadar boron tinggi, atau pemupukan boron yang berlebihan.i. Aluminium Adanya aluminium yang berlebihan pada tanah masam, menyebabkan tanaman kedelai terganggu dan hasilnya rendah.Gejala awal keracunan aluminium biasanya tampak pada akar. Akar mengalami perubahan warna, percabangan akar tidak normal, pendek, dan akhirnya akar berhenti tumbuh. Gejala ini terlihat sebelum tampak bercak-bercak klorosis di antara tulang daun dan daun muda. Tulang daun tetap berwarna hijau. Pada gejala yang lebih parah tanaman menjadi kerdil dan daun berbentuk seperti mangkuk.Keracunan aluminium dapat diatasi atau dihindarkan dengan menaikkan pH tanah sampai batas normal dan mengurangi aluminium bebas di dalam tanah melalui pengapuran dan pemupukan dengan bahan organik sebelum tanam.3. Takaran pupuk untuk lahan kering masam yaitu urea 75 kg/ha, SP-36 100 kg/ha dan KCl 100 kg/ha dan pemberiannya maksimal umur 14 hst.4. Untuk lahan kering masam perlu diberi kapur pertanian (dolomit atau kalsit) dengan takaran sebagai berikut :• pH tanah 4,5 – 5,3 = 2 ton/ha• pH tanah 5,3 – 5,5 = 1 ton/ha• pH tanah 5,5 – 5,6 = 0,5 ton/ha5. tanda-tanda tanaH yang bersifat asam bila disawah warna air kuning berkarat, bila di darat suka ditumbuhi alang-alang, haredong (sunda)/ sedudu, bila ditanami jagung buah jagungnya menguning dan bila ditanami kacang tanah tidak ada buah yang berenas. Apabila menemukan tanah semacam ini keasamannya (pH) berkisar antara 3-5. Dengan demikian pHnya harus disesuaikan dahulu sesuai dengan keinginan tanaman. Untuk mengatasi masalah tanh seperti ini ada banyak banyak cara diantaranya :a. tanah dijemur. Tanah dicangkul, dibajak berupa bongkahan lalu dibiarkan terjemur sinar matahari selama 2 minggub. diberi arang sekam. Tanah ditaburi arang sekam selanjutnya dicangkul hingga tercampur dengan tanah.c. memperbaiki tata udara dalam tanah.d. menambahkan pupuk organike. pengapuran