Materi : Rekomendasi Pemupukan Padi Sawah Tanaman padi sawah merupakan salah satu tanaman yang menghasilkan komoditas strategis berupa beras. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya dalam peningkatan produksinya. Salah satunya dengan upaya peningkatan efisiensi pemupukan terutama pemupukan N, P dan K. Pemupukan berimbang untuk tanaman padi sawah bisa dilakukan dengan metode pengelolaan hara spesifik lokasi. Dalam metode ini pupuk diberikan untuk mencapai tingkat ketersediaan hara esensial, seimbang dan optimal di dalam tanah dengan tujuan untuk : Meningkatkan produktivitas dan mutu hasil tanaman Meningkatkan efisiensi pemupukan Meningkatkan kesuburan tanah Menghindari pencemaran lingkungan Rekomendasi pemupukan padi sawah dapat menggunakan 2 pendekatan yaitu Dengan alat yang dapat digunakan secara mandiri untuk membantu petani dalam menentukan takaran pupuk secara lebih spesifik lokasi berupa alat Bagan Warna Daun (BWD) untuk menentukan takaran pemupukan N. Selain itu, dapat juga menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) atau Pendekatan Petak Omisi untuk menentukan takaran pupuk P dan K. Tabel Rekomendasi Umum Pemupukan Nitrogen Pada Tanaman Padi Sawah Target Kenaikan Produksi dari Tanpa Pupuk N Teknologi yang Digunakan Rekomendasi (kg/ha) N Urea 2,5 ton/ha Konvensional 125 275 Menggunakan BWD 90 200 Menggunakan BWD+2 tonpupuk kandang/ha 75 175 3 ton/ha Konvensional 145 325 Menggunakan BWD 112 250 Menggunakan BWD+2 tonpupuk kandang/ha 100 225 3,5 ton/ha Konvensional 170 375 Menggunakan BWD 135 300 Menggunakan BWD+2 tonpupuk kandang/ha 125 275 Berdasarkan hasil penelitian penggunaan BWD dapat meningkatkan efisiensi pupuk N dari 30% menjadi 40%. Bagan Warna Daun memberikan rekomendasi penggunaan pupuk N berdasarkan tingkat kehijauan warna daun yang mencerminkan kadar klorofil daun. Makin pucat warna daun, makin rendah skala BWD, yang berarti makin rendah ketersediaan N di tanah dan makin banyak pupuk N yang perlu diberikan. Rekomendasi berdasarkan BWD memberikan jumlah dan waktu pemberian pupuk N yang diperlukan tanaman. Tabel 1 memuat rekomendasi pupuk N pada tanaman padi sawah berdasarkan target hasil realistis  yang  ingin dicapai,penggunaan varietas unggul, dan teknologi budidaya yang digunakan. Perangkat Uji Tanah Sawah merupakan suatu perangkat untuk mengukur  pH dan status hara P dan K tanah yang dapat dikerjakan secara langsung di lapangan dengan relatif cepat, mudah, dan murah. Petak Omisi (Omission Plot) dapat digunakan untuk menentukan takaran pupuk P dan K spesifik lokasi. Alat bantu yang lain dapat menggunakan Tabel Rekomendasi Pemupukan N, P, dan K per kecamatan sebagai acuan dasar dalam menentukan rekomendasi pemupukan. Tabel ini juga sangat diperlukan untuk menentukan kebutuhan pupuk, bahan organik, jerami dan pupuk kandang yang diperlukan. Acuan Penetapan Rekomendasi Pupuk N, P, dan K pada Lahan Sawah Spesifik Lokasi (Per Kecamatan) Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat Kecamatan Acuan Rekomendasi Pupuk (kg/ha) Tanpa Bahan Organik Dengan 5 ton jerami/ha Dengan 2 ton pupuk kandang/ha Urea SP-36 KCl Urea SP-36 KCl Urea SP-36 KCl 1.Cimahi Selatan 300 100* 50 280 100* 0 275 50* 30 2.Cimahi Tengah 300 100* 50 280 100* 0 275 50* 30 3.Cimahi Utara 300 50 50 280 50 0 275 0 30 Keterangan :  * : Takaran pupuk aktual dapat lebih rendah karena variabilitas hara tanah Gunakan BWD, PUTS atau Petak Omisi untuk menentukan takaran pupuk N, P, dan K lebih     spesifik dan pada lokasi terpetakan.              Â