Loading...

MEDIA PENYULUHAN MELALUI VIDEO

MEDIA PENYULUHAN MELALUI VIDEO
Video merupakan media elektronik yang mampu menggabungkan teknologi audio dan visual secara bersama sehingga menghasilkan suatu tayangan yang dinamis dan menarik. Video dapat dikemas dalam bentuk VCD dan DVD sehingga mudah dibawa kemana-mana, mudah digunakan, dapat menjangkau audiens yang luas dan menarik untuk ditayangkan.Media video memiliki fungsi: (1). Dapat menarik perhatian dan mengarahkan konsentrasi audiens pada materi video; (2). Media video mampu menggugah emosi dan sikap audiens; (3). Dapat mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran untuk memahami dan mengingat pesan atau informasi yang terkandung dalam gambar atau lambang; (4). Fungsi kompensatoris adalah memberikan konteks kepada audiens yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingat kembali informasi yang telah diperoleh.Dengan demikian media video dapat membantu audiens yaitu petani yang lemah dan lambat menangkap suatu pesan menjadi mudah dalam menerima dan memahami inovasi yang disampaikan, hal ini disebabkan karena video mampu mengkombinasikan antara visual (gambar) dengan audio (suara).Pemilihan video sebagai media penyebarluasan inovasi selain mampu mengkombinasikan visual dengan audio juga dapat dikemas dengan berbagai bentuk, misalnya menggabungkan antara komunikasi tatap muka dengan komunikasi kelompok, menggunakan teks, audio dan musik. Manfaat media video yaitu: (1) dapat menumbuhkan motivasi; (2) makna pesan akan menjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami oleh petani dan memungkinkan terjadinya penguasaan dan pencapaian tujuan penyampaian informasi; (3) Metode penyuluhan akan bervariasi tidak semata-mata melalui komunikasi ceramah; (4) Audiens akan lebih banyak melakukan aktivitas selama kegiatan belajar tidak hanya mendengar tetapi juga mengamati, mendemonstrasikan, melakukan langsung dan memerankan.Video merupakan salah satu media massa jenis elektronik yang berfungsi untuk menyampaikan informasi kepada audiens sasaran agar terjadi perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan.Terdapat beberapa unsur penting dalam media massa yaitu: (1) adanya sumber informasi; (2) isi pesan; (3) saluran informasi (media); (4) audiens sasaran (masyarakat); (5) umpan balik audiens.Perkembangan pada bidang teknologi video menyebabkan pemakaian medium ini semakin meluas. Video telah mengalami perubahan bentuk menjadi CD atau DVD yang mampu menampilkan pesan menggunakan gambar, suara, musik dan teks. Video mempunyai keunggulan sebagai media penyebaran inovasi pertanian yaitu: (1) memperlihatkan gerak; (2) memperpendek jarak dan waktu; (3) memperlihatkan fenomena yang tidak dapat dilihat dengan mata; (4) mengkomunikasikan pesan kepada pemirsa (audiens) yang spesifik; (5) dapat digunakan berulang-ulang kali; (6) dapat mengurangi sequence secara akurat; (7) mampu memancing emosi; (8) berisi visualisasi dan suara. Video sebagai media penyebaran inovasi pertanian merupakan upaya seorang ahli untuk menyampaikan pesan sehingga terjadi perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan audiens yang menyaksikan tayangan video. Pengambilan gambar untuk dijadikan tayangan dalam video berorientasi pada tujuan pembuatan video, karakteristik audiens, sarana dan prasarana yang digunakan. Tujuan pembuatan video yaitu aspek perubahan apa yang dikehendaki oleh audiens setelah menyaksikan tayangan video yang terdiri dari aspek perubahan kognitif, afektif dan konatif. Karakteristik audiens yaitu sifat-sifat yang melekat pada audiens yang menjadi sasaran pembuatan video misalnya tingkat pendidikan, minat, pengalaman, umur dan pekerjaan. Sedangkan sarana dan prasarana yaitu kelengkapan yang digunakan ketika melakukan pengambilan gambar yang terdiri dari kamera, objek yang akan diambil, software yang digunakan untuk mengedit video dan sumber daya manusia yang digunakan pada waktu pengambilan gambar dan editing. Tayangan video yang menarik memerlukan pengetahuan, keterampilan dan seni untuk memadukan gambar menjadi kumpulan tayangan yang menarik sehingga mampu merubah pengetahuan audiens dari tidak tahu menjadi tahu, merubah sikap audiens dari tidak berminat menjadi minat dan merubah keterampilan audiens dari tidak terampil menjadi terampil.Sumber : Jurnal Pengabdian MasyarakatPenulis : Narindrawati