Loading...

MELAKUKAN IDENTIFIKASI POTENSI SUMBERDAYA LAHAN SECARA CEPAT

MELAKUKAN IDENTIFIKASI POTENSI SUMBERDAYA LAHAN SECARA CEPAT
Sebelum menetapkan lokasi pengembangan suatu kawasan perkebunan, kita perlu mengenal potensi sumberdaya lahan suatu wilayah/kawasan dari segi biofisik lahan dan lingkungannya yang dapat diamati langsung di lapangan dengan mengamati sifat fisik tanah dan tingkat kesuburan tanah, konservasi tanah, sumberdaya air dan pertumbuhan tanamannya. Komponen penting sumberdaya lahan perkebunan meliputi tanah dan iklim. Tanah sangat dipengaruhi oleh faktor morfologi, kesuburan, konservasi tanah dan air tanah, sedang iklim dipengaruhi oleh curah hujan, suhu dan kelembaban. Tiap wilayah mempunyai potensi sumberdaya lahan yang berbeda, tergantung pada kualitas masing, sehingga pengembangan kawasan untuk lahan perkebunan juga sangat spesifik lokasi. Terkait dengan kegiatan identifikasi potensi sumberdaya lahan, Badan litbang telah mengembangkan metode yang cepat dan sederhana yang dapat dilakukan oleh penyuluh ataupun petani dilapangan yaitu dengan cara melakukan identifikasi biofisik lahan, kesuburan lahan atau penetapan unsur hara tanah serta teknik konservasi tanah Langkah identifikasi1. Mempelajari peta yang telah tersedia dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:a. Melakukan penajaman batas administrasi dan tanda-tanda lain pada peta kawasan seperti batas desa/wilayah/kawasan, garis jalan dan sungai;b. Batasan penggunaan lahan basah (sawah, kolam, tambak) dan lahan kering (tegal, kebun campuran, perkebunan, semak belukar atau hutan);c. Memberi tanda pada tempat/lokasi penting seperti kantor desa, sekolah, masjid/gereja dan lain-laind. Melakukan deliniasi pada peta untuk menggambarkan jalan, kampung/dusun, kantor desa, penggunaan lahan secara umumdan lain-lain;e. Hasil deliniasi kemudian dibuat peta/sketsa dengan memberikan informasi tentang potensi wilayah/kawasan untuk memudahkan dalam pengenal wilayah/kawasan.2. Pengamatan lahana. Melakukan penjelajahan wilayah/desa untuk mengetahui kondisi dan potensi lahan dengan mengacu pada peta yang tersedia dan mengamati penggunaan lahan secara umum;b. Menentukan hasil penjelajahan kedalam peta/sketsa yang telah dibuat;c. Melakukan pengamatan secara detail tentang penggunaan lahan (sawah, tegalan, kebun campuran, perkebunan dan semak belukar), kalau perlu melakukan wawancara dengan petani petani setempat;d. Melakukan pengamatan biofisik lahan, kesuburan tanah dan konservasi tanah existing pada masing-masing jenis penggunaan lahan. Bila dalam satu jenis penggunaan lahan terdapat perbedaan maka dilakukan pengamatan kembali;e. Pengamatan lahan meliputi jenis penggunaan lahan, lereng/kemiringan lahan,tekstur, draenase, kedalaman tanah, warna tanah, komoditas utama dan pertumbuhan tanaman. Penggunaan lahan meliputi: 1) lahan sawah adalah lahan yang ditanami padi; 2) tegalan adalah lahan kering yang digunakan untuk menaman tanaman semusim/palawija baik monokultur ataupun tumpangsari; 3) kebun campuran adalah lahan kering yang digunakan untuk berbagai tanaman semusim maupun tahunan dengan berbagai jenis tanaman; 4) perkebunan adalah lahan kering yang digunakan dominan untuk satu jenis tanaman tahunan/perkebunan seperti kopi, kakao,sawit dan lain-lain; 5) semak belukar adalah lahan kering yang belum dimanfaatkan untuk apapun dan masih berupa semak, rumput atau ilalang. Ada beberapa kelas lereng yaitu: 1) datar bergelomabang 40%. Tekstur tanah dibedakan halus (bila tanah berliat/lengket bila dipilin), tekstur sedang (bila tanah berdebu licin jika dipilin) dan tekstur kasar (bilatanah berpasir tidak lengket dan tidak licin). Kriteria draenase dibedakan menjadi baik (bila tanah cepat kering setelah hujan), sedang (bila tanah agakbecek), dan buruk (bila tanah tergenang). Ada beberapa kriteria kedalaman tanah meliputi: 1) dangkal (kedalaman tanah 25 cm sudah terdapat batu padas sehingga sulit untuk pertumbuhan akar); 2) sedang (kedalaman 25-50 cm terdapat batu padas); 3) dalam (kedalaman > 50cm terdapat batu/padas). Kedalaman tanah dapat dilihat dengan cara menggal tanah atau melihat penampang tanah yang terbuka dipinggir jalan. Warna tanah dibedakan menjadi: 1) hitam (menunjukkan kandungan bahan organik tinggi); 2) coklat (kandungan bahan organik sedang); dan 3) merah (kandungan bahan organik rendah). Jenis komoditas yang ditanam merupakan jenis tanaman yang diunggulkan atau diusahakan. Pertumbuhan tanaman terdapat beberapa kriteria yaitu: 1) pertumbuhan tanaman baik (bila pertumbuhan tanaman cukup baik jika dibanding dengan jenis tanaman yang sama ditempat lain serta merata ): 2) sedang (bila pertumbuhan tanaman sebagian baik dan sebagian lagi rusak); dan jelek (seluruh hamparan pertumbuhan tanamannya jelek). Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber :1) Modul B Kaji Cepat Potensi sumberdaya lahan dan Air, 2007. Badan Litbang Pertanian; 2) Dihimpun dari berbagai sumber.