Melindungi Proses Fertilisasi Pasca Penyerbukan pada Budidaya Semangka Non Biji
Semangka ( Citrullus lanatus ) merupakan salah satu tanaman buah yang banyak digemari masyarakat luas. Histori success dari banyak pelaku usaha semangka menjadikan komoditas semangka pada beberapa tahun terakhir, mejadi salah satu komoditas yang banyak menjadi pilihan. Teknis budidaya yang tidak terlalu sulit serta keuntungan usaha yang menjanjikan menjadi pertimbangan dalam melakukan usaha tani semangka.Kabupaten Tebo khususnya Desa Tirta kencana Kecamatan Rimbo Bujang, adalah salah satu Desa dalam 3 tahun terkhir menjadi produsen semangka. Pelaku utama yang tergabung dalam Kelompok Tani Kedung Berkah ini tercatat 10 pelaku utama melakukan usaha budidaya semangka, khusus semangka non biji.Budidaya semangka yang dilakukan sepanjang tahun, artinya petani akan menemui musim dengan curah hujan tinggi dan bahkan kadang tidak dapat di prediksi. Hal ini menjadi permasalahan serius, karena budidaya semangka non-biji, ada satu fase kegiatan yang merupakan fase sangat kritis yaitu penyerbukan. Jika pada saat penyerbukan cuaca kurang menguntungkan pagi hari sering hujan dapat di pastikan, akan terjadi kegagalan usaha karena gagalnya proses fertilisasi akibat tercucinya serbuk sari.Pada tanaman semangka tanpa biji, diperlukan langkah penyerbukan buatan antara bunga betina dari tanaman triploid dengan serbuk sari dari tanaman diploid, tujuannya untuk merangsang proses pembentukan buah sehingga diperoleh buah yang ukurannnya optimum dan bentuknya sempurna, karena semangka yang tidak cukup mendapatkan penyerbukan bentuknya abnormal sehingga tidak dapat dipasarkan (Sobir, PhD dan Firmansyah D. Siregar) .Untuk mengantisipasi kegagalan penyerbukan pada saat musim penghujan, salah satu petani semangka Pak Gombloh mempunyai cara yaitu memanfaatkan plastik bekas semai semangka. Jadi setelah proses tanam plastic bekas semai di kumpulkan, di bersihkan dan dikeringkan. Pada saat tiba waktu penyerbukan jika cuaca mendung maka plastic tadi di bawa bersamaan membawa bunga dari tanaman diploid (tanaman berbiji/ contoh jenis inul) yang mengandung serbuk sari.Cara penggunaan plastik yaitu setelah proses penyerbukan ( mengusapkan bunga jantan semangka penyerbuk pada bunga betina semangka tanpa biji) idealnya dilakukan pagi hari pukul 05.30-09.00 pada saat bunga betina sedang mekar, selanjutnya tutup menggunakan plastic pada bunga betina semangka tanpa biji yang sudah dilakukan penyerbukan tadi. Pastikan posisi plastik tepat sehingga tidak terlepas dari bunga.Selain sebagai pelindung tercucinya serbuk sari dari tanaman triploid, plastik juga berfungsi sebagai penanda bahwa bunga telah dilakukan penyerbukan, sehingga tidak ada bunga yang terlewat tidak di serbuk maupun adanya bunga triploi yang dilakukan penyerbukan lebih dari satu kali.Demikian teknis melindungi proses fertilisasi pada tanaman semangka non biji yang dilakukan pelaku usaha kelompok Tani kedung Berkah, semoga bermanfaat. Penulis : Sudarsih,S.Pt (Penyuluh THL-TBPP Kabupaten Tebo)