Pertanian, khususnya sektor tanaman pangan merupakan salah satu sektor yang rentan terkena dampak perubahan iklim. Perubahan iklim secara umum menyebabkan terjadinya perubahan pola curah hujan dan/atau pergeseran musim hujan dan kemarau. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi musim dan pola tanam dengan berbagai akibat lainnya, termasuk luas tanam, serangan hama penyakit tanaman, dan penyediaan sarana produksi. Tanaman padi, merupakan komoditas tanaman pangan paling rentan terkena dampak kerubahan iklim ini. Untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim ini, para pelaku utama dan juga penyuluh pertanian dapat mengantisipasinya dengan memanfaatkan informasi iklim. Informasi iklim merupakan hasil atau keterangan yang diperoleh dari pengamatan, pengolahan, analisis dan prakiraan iklim/musim untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait iklim, diantaranya: • Bagaimana iklim yang ada disuatu tempat• Cuaca dan iklim yang bagaimana yang diperlukan tanah dan tanaman selama fase pertumbuhan atau selama kegiatan pertanian dilakukan• Cuaca dan iklim yang bagaimana yang berdampak kepada tanah dan tanaman atau kegiatan pertanian• Cuaca dan iklim yang mana yang perlu dihindari agar tidak terkena dampak yang merugikan bagi tanah dan tanaman atau kegiatan pertanian• Cuaca dan iklim yang bagaimana yang dapat dimanfaatkan sehingga dampak yang menguntungkan dapat diperoleh• Cuaca dan iklim yang bagaimana yang dapat digunakan untuk menentukan perlu tidaknya dilakukan upaya penganggulangan (mitigasi) dan antisipasi. Penyedia Informasi Iklim dan Informasi yang dapat Dimanfaatkan Beberapa instansi atau lembaga yang menyediakan informasi iklim diantaranya: 1. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merupakan sebuah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang bertugas untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dari berbagai fungsi yang diemban, salah satu fungsi utama BMKG adalahh menyampaikan informasi kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan perubahan iklim, serta menyampaikan informasi dan peringatan dini kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan bencana karena faktor meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Beberapa informasi iklim yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian diantaranya: • Informasi rutin operasional Informasi rutin operasional adalah informasi tentang iklim/cuaca yang disiapkan untuk keperluan rutin atau operasional, baik jangka menengah (1-3 bulan) maupun jangka panjang (6-12 bulan). Sifat informasi ini selalu diperbaharui (update) sesuai dengan jangka waktunya. Termasuk dalam kelompok informasi ini diantaranya: (1) analisa dan prakiraan hujan bulanan, (2) analisis tingkat ketersediaan air tanah (data bulanan); (3) prakiraan musim (kemarau dan hujan); (4) analisis tingkat kekeringan meteorologis; dan (5) prakiraan daerah potensi rawan banjir (data bulanan). • Informasi non rutin Informasi kelompok ini umumnya dibuat untuk keperluan non operasional rutin, dan sering digunakan untuk perencanaan jangka panjang dan sifatnya statis yang diperbaharui setiap 5-10 tahun sekali sesuai dengan keperluan internal BMKG maupun pengguna. Contoh informasi ini adalah : Peta Kerentanan Perubahan Iklim, Pergeseran Musim, Normal Curah hujan bulanan atau tahunan, Normal awal dan panjang musim, Periode Ulang Hujan Maksimum dan lain sebagainyaBerbagai informasi tersebut dapat diperoleh dengan mengakses situs resmi BMKG di laman: http://bmkg.go.id dengan memilih menu klimatologi. Selain itu, informasi iklim/musim dapat diakses melalui publikasi BMKG melalui masmedia baik cetak (buletin, surat kabar) maupun elektronik (radio, televisi). 2. Kementerian Pertanian Bidang pertanian merupakan salah satu bidang yang sangat memerlukan informasi iklim. Mengingat pentingnya informasi iklim pada sektor petanian, Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah mengembangan sistem informasi berbasis informasi iklim dengan nama Kalender Tanam (KATAM) Terpadu Modern. SI KATAM dalam pengembangan data dan informasi merupakan hasil kerjasama dengan BMKG, LAPAN, BPS, dan Badan Informasi Geospasial. Pada SI KATAM Terpadu Modern, para pelaku dibidang pertanian (baik pelaku utama, pelaku usaha, pengambil kebijakan) akan memperoleh rekomendasi penentuan awal musim tanam serta rekomendasi inovasi teknologi yang harus digunakan. Informasi yang tersedia untuk lahan sawah irigasi dan lahan rawa pada tingkat kecamatan di seluruh Indonesia. Adapun Informasi yang dapat diperoleh melalui SI KATAM Terpadu Modern diantaranya: • Estimasi waktu dan luas tanam padi dan palawija• Estimasi wilayah rawan banjir, kekeringan dan serangan OPT• Rekomendasi varietas, kebutuhan benih, pupuk, dan alat mesin pertanian• Info tanam BPP• Kalender tanam rawa• Monitoring inline kondisi tanaman pangan menggunakan CCTV• Standing crop padi sawah seluruh Indonesia• Prediksi curah hujan dan musim bersumber dari IRRI dan IFAD Informasi KATAM Terpadu Modern dapat diakses melalui: (1) internet di laman http://katam.litbang.pertanian.go.id; (2) android; (3) sms center ke nomor: 082-123-456-400 atau 082-123-456-500. Sumber : http://bmkg.go.idBMKG. 2013. Modul Perubahan Iklim: Pelatihan bagi Pelatih (TOT) Penyuluh Pertanian. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian); Email: ume_humaedah@yahoo.com