Loading...

MEMANFAATKAN KOTORAN KELINCI UNTUK MEMBUAT PUPUK CAIR ORGANIK

MEMANFAATKAN KOTORAN KELINCI UNTUK MEMBUAT PUPUK CAIR ORGANIK
Kelinci merupakan salah satu jenis ternak yang banyak di budidayakan di Kabupaten Sumedang. Semua bagian Kelinci memiliki nilai ekonomis yang tinggi, mulai dari dagingnya,kulitnya, bulunya sampai urin dan kotorannya.Bahkan ada peternak di Sumedang yang memanfaatkan kotoran dan urinnya untuk di buat Pupuk Organik Cair. Kotoran kelinci berfungsi sebagai pemercepat proses pembuatan pupuk cair organik. Berikut ini langkah-langkah pembuatan pupuk cair dengan bantuan kotoran kelinci:Siapkan wadah dengan kedalaman 10 cm. Masukkan serbuk gergaji (serbuk pohon kelapa) secukupnya ke dalam wadah. Lalu masukkan kelinci ke dalam wadah itu. letakkan wadah itu di tempat yang tinggi supaya kelinci tidak keluar dari wadah tersebut. Kotoran dan kencing kelinci akan langsung bercampur dengan serbuk gergaji.Setelah 3-4 hari, jika tumbuh jamur di serbuk gergaji, berarti serbuk gergaji sudah jenuh dengan kotoran. Jamur yang tumbuh itu untuk makanan bakteri. Selanjutnya, pindahkan serbuk gergaji ke ember dan masukkan air panas sampai seluruh serbuk gergaji terendam. Biarkan campuran basah itu selama dua malam.Saring bahan serbuk gergaji tersebut. Aduk-aduk Cairan hasil saringan agar terfermentasi hingga semua bagian mendapatkan udara (teraerasi). aduk lagi hasil saringan Jika timbul bintik-bintik putih (jamur). Munculnya bintik-bintik putih menjadi petanda senyawa organik dalam cairan belum terurai. Ulangi lagi pengadukan sampai bintik putih menghilang selama kurang lebih 21 hari.Setelah stabil, cairan itu menjadi pupuk cair organik yang bisa bertahan lama karena mengandung bakteri yang mempunyai sistem pertahanan diri. Pupuk cair bisa disemprotkan pada daun untuk mempercepat proses asimilasi daun atau disemprotkan pada tanah. Komposisi penggunaannya yaitu empat mililiter pupuk cair dicampur dengan satu liter air. Ampas sisa penyaringan dapat digunakan sebagai media hidup cacing tanah. Setelah ampas itu akan dimakan cacing, hasilnya adalah kascing (kotoran cacing) yang berupa tanah. Tanah kotoran cacing itu bisa dimanfaatkan sebagai media pembibitan dalam wadah gelas bekas air dalam kemasan atau wadah lainnya.Ade Yayan Ruhyana, SPt. – Penyuluh Pertanian MudaDinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang