Pekarangan adalah area tanah yang biasanya dikelilingi dengan sebuah bangunan. Jika bangunan tersebut rumah, maka disebut pekarangan rumah. Letak pekarangan bisa saja di depan, belakang atau samping bangunan, tergantung luas tanah yang tersedia.Pemanfaatan pekarangan rumah bisa digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman, baik itu tanaman hias, tanaman buah dan tidak ketinggalan adalah Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Adanya TOGA di pekarangan rumah tentu saja akan sangat bermanfaat, baik yang digunakan sebagai obat tradisional yang sifatnya mencegah atau mengobati berbagai penyakit, sebagai bumbu pelengkap masakan atau menambah nilai estetika yang disesuaikan dengan tertata rapi.Selain tanaman TOGA, di tengah gonjang-ganjing fluktuasi harga, setiap unit rumah tangga khususnya yang memiliki areal pekarangan di rumah, ada baiknya mulai menanam cabai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun areal yang dimiliki sempit, asalkan terdapat media tanam, proses menanam cabai bisa dilakukan. Pada dasarnya memanfaatkan pekarangan adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan karena semua anggota keluarga dapat saling membantu mengelola pekaranganSelain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dapur, menanam cabai di pekarangan dapat menumbuhkan kesadaran keluarga agar mengenali dan mengetahui sumber-sumber pangan yang ada di sekitar kita dan menjadikan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. Sisi baik menanam sendiri cabai adalah kita tidak perlu repot membeli ke pasar atau ke warung. Tinggal praktis memetik dan langsung bisa digunakan. Lagipula tingkat konsumsi cabai merah rumah tangga terbilang sedikit. Kalaupun membeli banyak sekaligus, cabai segar tidak dapat bertahan lama, hanya kisaran 3 – 4 hari di suhu kamar. Hal ini dikarenakan cabai merupakan salah satu produk hortikultura yang mudah mengalami kerusakan setelah dilakukan pemanenan. Dengan memiliki tanaman sendiri, cabai yang sudah siap panen bisa bertahan di pohon selama waktu tertentu tanpa khawatir cepat busuk. Menanam cabai di pekarangan sendiri terbilang pekerjaan yang santai karena perawatan tanaman cabai cukup sederhana dan mudah.Cara Merawat Tanaman Cabai dengan Benar1. Cara Merawat Tanaman Cabe di Usia 0 - 1 Bulan* Pada masa cabai berumur sebelum 1 bulan. kita harus fokus pada pemberian pupuk kandang seperti kotoran sapi yang telah di keringkan pada tanaman cabai.* tanaman cabai umur 0 hingga 7 hari biasanya telah memasuki semai bibit* cabai berumur 7 hingga 20 hari merupakan masa perpindahan pembesaran bibit yang masih berada di dalam pot polybag.* usia 21 hingga 30 hari, pada masa itu waktu yang paling cocok di lakukan pemupukan dengan kotoran sapi ataupun ayam.Perawatan lainya juga penting ketika cabai di usia kurang dari satu bulan adalah penyulaman.2. Perawatan Cabe di Usia 1 Sampai 2 BulanPada masa usia tanaman cabe memasuki usia 1 – 2 bulan sebaiknya agar di beri pupuk phonska cair..3. Perawatan cabe di Usia 2 Hingga 3 BulanApabila cabe sudah memasuki usi 2 – 3 bulan. Pada fase tersebut tanaman cabe sudah mulai berbunga dan berbuah banyak dengan syarat perawatan yang benar dan bagus.4. Perawatan Cabe di Usia 3 Hingga 4 BulanKetika tanaman cabe mulai memasuki usia 3 – 4 bulan kita perlu melakukan kontrol secara periodik.Nah pada usia ini juga tanaman cabe sudah siap di panen. Untuk cara pemanenanya ada cara tertentu yaitu dengan cara bertahap dari waktu ke waktu. Pada umumnya tanaman cabe dapat dipanen 11 hingga 15 kali pemetikan.Masa panen adalah masa yang menyenangkan, di mana anggota keluarga dapat dengan bangga memetik hasil kebun sendiri. Jadi Ibu – Ibu tidak perlu repot – repot membeli cabai ke pasar atau warung karena tinggal petik sendiri. Selamat Mencoba.Penulis : Shinta Istihsan, SP – Penyuluh Pertanian Kecamatan Buleleng – Bali.