Loading...

MEMANFAATKAN PEMATANG SAWAH DENGAN TANAMAN RUMPUT SEBAGAI PAKAN TERNAK

MEMANFAATKAN PEMATANG SAWAH  DENGAN TANAMAN RUMPUT SEBAGAI PAKAN TERNAK
Pematang sawah merupakan batas antara petakan satu dengan petakan yang lainnya , atau batas antara kepemilikan sawah . yang berfungsi sebagai penahan air di dipetakan sawah. Disamping itu pematang dapat difungsikan sebagai tempat untuk menanam hijau pakan ternak (HPT) oleh beberapa petani. Luas pematang per hektar sawah diperkirakan mencapai +5are(500 m2). Dengan luas tersebut dapat menghasilkan rumput setiap 2 bulan bisa mencapai + 3 ton. Karena dari hasil ubinan beberapa rumput yang pernah penulis lakukan adalah sebagai berikut :Rumput Raja /King Grass per meter persegi mencapai 22 kg, sedangkan rumput odot / gajah mini per meter persegi mencapai 6 kg. Dengan hasil ubinan tersebut, maka pematang mempunyai potensi hasil hijauan pakan ternak (HPT) untuk ternak sapi atau kambing. Kalau sapi dengan bobot badan 150 kg maka dari hasil rumput dari pematang setiap hektar sawah , dapat mencukupi pakan ternak sapi +3 ekor, apabila kebutuhan hijauan 10 % dari bobot badan. Jenis rumput yang bias di tanam petani di pematang antara lain : Rumput Raja, Rumput Odot/ Gajah mini, rumput setaria. Bagaimana budidayanya ? Pada pematang besar yang berbatasan dengan jalan usaha tani atau dengan saluran irigasi biasanya ditanami rumpu raja , dengan jarak tanam 30 -50 cm ,stek ditanam di tengah pematang.Atau jarak tanam 50x50 cm stek di tanam di pinggir pematang. Pada pematang batas petakan ,rumput yang biasa ditanam adalah rumput odot/ gajah mini atau rumput setaria. Jarak tanam yang biasa dilakukan adalah 30 – 50 cm pools/sobekan bibit ditanam di tengah pematang. Bagaimana pemeliharaannya ? Pemeliharaan yang sering dilakuan oleh petani antara pengendalian gulma dari rumput lain atau tanaman lain, dengan menggunakan herbisida. Pemupukan dilakukan setiap selesai dipotong atau di panen yaitu 5-7 hari setelah panen. Dengan menggunakan pupuk urea, yang dosisnya 1 sendok makan per rumpunnya. Pemupukan ini dilakukan pada saat setelah panen dan pada saat selesai hujan atau kondisi tanah masih lembab. Disamping pengendalian gulma dan pemupukan , yang tidak kalah pentingnya adalah pengendallian hama yaitu hama tikus. Karena pada saat padi selesai dipanen, maka tikus sudah tidak makanan lagi. Maka salah satu makanan yang tersedia adalah rumput. Oleh sebab itu rumput akan dimakan oleh tikus terutama tunas mudanya. Dari serangan tikus tersebut kadang bisa sampai habis tunasnya. Olehnya itu pengendalian tikus perlu dilakukan. Walaupun bekas serangan tikus tersebut masih bisa tumbuh lagi tunasnya. Tetapi akan tertunda waktu panen rumputnya. Dengan menanam rumput di pematang petani bisa memelihara sapi sambil budidaya padi. Penulis : SUNARDI, S.Pt ( PP MADYA pada DISBUNNAK PROV. SULTENG ).