Loading...

MEMANFAATKAN PESTISIDA ORGANIK DARI URINE DAN CARA PEMBUATANYA DI DESA JURUREJO KEC.NGAWI, KAB. NGAWI, JAWA TIMUR

MEMANFAATKAN PESTISIDA ORGANIK DARI URINE DAN CARA PEMBUATANYA DI DESA JURUREJO KEC.NGAWI, KAB. NGAWI, JAWA TIMUR
Dampak penggunaan pestisida dilingkungan pertanian dalam mengendalikan serangan pengganggu tanaman, kini mulai terasa. Tidak dipungkiri penggunaan pestisida kimiawi menguntungkan dari segi ekonomi bagi petani di Wilbi Desa Jururejo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Keuntungan itu diantaranya bahan yang mudah diperoleh dan efektif dalam membunuh organisme pengganggu tanaman dan pengaplikasiannya yang cukup mudah. Namun disisi lain permasalahan yang dihadapi para petani saat ini adalah bagaimana cara mengatasi OPT tersebut dengan pestisida sintetis. Disatu pihak dengan pestisida sintetis, maka kehilangan hasil akibat OPT dapat ditekan. Akan tetap mempunyai dampak yang timbul akibat pestisida sintetis tersebut terhadap lingkungan. Dengan memanfaatkan ramuan pestisida organik dari urine petani dapat menekan biaya, dan tentunya ramah terhadap lingkungan. Pestisida organik adalah salah satu cara yang digunakan untuk memberantas Organisme Pengganggu Tanaman dengan menggunakan bahan aktif makluk hidup ataupun bahan alami dari tumbuhan. Manfaat pestisida organik diantaranya adalah untuk menyuburkan tanaman, menghasilkan tanaman yang berkualitas dan nutrisi tinggi dalam jumlah yang cukup, untuk menjaga stabilitas unsur hara dalam tanah, membatasi pencemaran lingkungan. Beberapa bahan dalam pembuatan pestisida organik dari urine diantaranya: - Urine ternak (sapi, kambing,kelinci dll) - Daun mimba, tembakau, kunyit, temu ireng, temu lawak, kencur (@200 gr) - Air (12 liter ) - EM4 (15 mili liter) Cara pembuatannya: - Menghaluskan bahan (daun mimba, tembakau, temu ireng, temu lawak, kencur) kemudian ditambahkan dengan air 12 liter dan didiamkan selama 14 hari. Kemudian air rendaman ramuan disaring dan dicampur dengan 2 liter urin. Sebelum digunakan urine sudah diendapkan terlebih dahulu selama 14 hari. Pengaplikasiannya: Ramuan pestisida ini di lakukan dengan cara disemprotkan ke tanaman padi yang terserang penyakit TUNGRO atau BERCAK COKLAT dan BLAST (Penyakit pada tanaman padi yang disebabkan oleh jamur Pyricularia Oryzae, daun tampak berbecak seperti belah ketupat) atau jenis insctisida seperti wereng dan ulat. Pemakaian pestisida nabati: - Larutkan pestisida yang telah difermentasikan dengan air, sebanyak rasio 1:1 - Aplikasikan pada tanaman yang terserang hama setiap 3 hari sekali BAHAN BACAAN Anonimus. 2015. Buku Pintar Peternakan Jilid II. Balai Besar Pelatihan Peternakan. Batu. Penulis: Agung PPL Ngawi Jatim