Kemetrian Pertanian RI mencanangkan swasembada bawang putih pada tahun 2019. Untuk mencapai target tersebut, program pengembangan bawang putih dimulai sejak tahun 2017. Permentan No 38 tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura mewajibkan importir bawang putih untuk menyediakan 5% dari total impornya dalam bentuk produksi dalam negeri atau dapat menanam sendiri dan bekerja sama dengan petani.Kabupaten Garut, khususnya Kecamatan Bayongbong menjadi salah satu lokasi pengembangan bawang putih. Kecamatan Bayongbong memiliki topografi yang dianggap cocok umtuk budidaya bawang putih, karena memiliki ketinggian 900-1500 mdpl. Selain itu, menurut sejarah, sekitar tahun 1980an, Kabupaten Garut pernah menjadi sentra bawang putih karena memiliki luas lahan tanaman bawang putih � 20.000Ha dari total luas lahan nasional �26.000Ha.Pertengahan tahun 2017, UPT Pertanian Bayongbong mulai melakukan kerjasama dengan salah satu importir bawang putih yaitu PT Cahaya Bahari Jakarta, untuk menjalin kemitraan budidaya bawang putih dengan 10 kelompok tani di 8 desa. Kelompok Tani yang membangun kemitraan bawang putih di kecamatan Bayongbong adalah :1. Kelompok Tani Barokah Tani, desa Pamalayan2. Kelompok Tani Hayatan Toyyiban, desa Bayongbong3. Kelompok Tani Kramat Jaya 6, desa Ciela4. Kelompok Tani Waspada, desa Karyajaya5. Kelompok Tani Pelangi Mekar, desa Panembong6. Kelompok Tani Cinta Asih, desa Panembong7. Kelompok Tani Tani Mulya, desa Panembong8. Kelompok Tani Mekar Sehati, desa Sukarame9. Kelompok Tani Baru Lega, desa Sukamanah10. Kelompok Tani Permata Biru, desa SalakurayBentuk kemitraan tersebut, kelompok tani memiliki kewajiban menyediakan lahan dan tenaga kerja, dan PT Cahaya Bahari Jakarta menyediakan saprodi, diantaranya bibit bawang putih, pupuk, pestisida, dan mulsa.Kegiatan penanaman bawang putih dimulai pada bulan Januari 2018, bertahap sampai bulan Februari 2018. Selama masa penanaman, pemeliharaan dan panen bawang putih, didampingi oleh 4 orang petugas penyuluh pertanian, yaitu Lia Indria Perdani, Euis Kartini, Yusuf Sutrendi dan Agus Kartono.Program kemitraan ini menjadi awal dari program pengembangan bawang putih selanjutnya dengan luas lahan yang lebih besar. Diharapkan menjadi satu bentuk upaya dari petani dan penyuluh pertanian dalam proses pengembangan kompetensi, serta upaya mendukung program pemerintah, yaitu swasembada bawang putih tahun 2019. (Lia Indria P) �