KLEGO, merupakan salah satu kecamatan yang terletak di bagian utara Kabupaten Boyolali berada di jalur utama sekaligus jalur perekonomian Salatiga-Sragen, hal ini menjadikan posisi Klego menjadi strategis dan menguntungkan. Klego selama ini hanya dikenal dengan ikon Waduk Bade, namun jika dicermati lebih dalam sebenarnya Klego memiliki potensi tersembunyi yang sangat luar biasa dan patut dikembangkan. Klego memiliki potensi yang sangat besar di bidang pertanian. Sayangnya hingga saat ini sebagian besar potensi tersebut belum tergarap dengan baik. Sektor pertanian masih merupakan sektor utama yang digeluti masyarakatnya, penduduk Klego sebagian besar menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.Sebagian besar lahan di wilayah Klego merupakan lahan subur yang sangat sesuai untuk pengembangan tanaman pangan, tanaman perkebunan dan hortikultura. Untuk komoditas tanaman pangan, padi merupakan komoditas utama yang diusahakan oleh petani dengan produktivitas berkisar 4-6 ton GKP (Gabah Kering Panen) per hektar. Apabila budidaya padi dapat dilakukan dengan teknologi SRI, Jajar Legowo maka produktivitas dapat ditingkatkan hingga mencapai 8-12 ton GKP per hektar.Bukan hal yang mustahil jika Klego bisa menjadi lumbung pangan bagi Kabupaten Boyolali. Jagung hibrida, jagung unyil, kedelai bahkan kacang tanah dan aneka umbi-umbian juga sangat potensial dikembangkan di semua wilayah kecamatan Klego. Untuk holtikultura tanaman durian sangat cocok dikembangkan di Klego, terutama di desa Tanjung. Pemasaran produk durian juga bukan masalah yang perlu dirisaukan mengingat durian merupakan jenis buah yang sangat diminati masyarakat, sehingga pengembangan durian di Klego memiliki prospek yang sangat bagus. Selain durian, melon juga merupakan komoditas unggulan yang sangat potensial dikembangkan di Klego terutama di desa Sangge. Komoditas lain seperti mangga, rambutan, pisang dan aneka sayuran bisa ditanam dan dijumpai di semua desa wilayah kecamatan Klego. Potensi lain yang ada di Klego adalah Waduk Bade yang lokasinya berada di desa Bade. Waduk Bade diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1991. Keberhasilan pertanian dan perikanan di Klego tidak lepas dari keberadaan waduk tersebut. Waduk Bade mampu mengairi areal pertanian di sebagian wilayah Klego bahkan sampai ke wilayah kecamatan Andong. Saat ini Waduk Bade tidak hanya berfungsi sebagai pengairan areal pertanian, namun kini telah dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan akan dikembangkan menjadi destinasi wisata.Jika telah diketahui potensi riil yang ada, maka tugas pemerintah sebenarnya hanyalah mendorong kesadaran sekaligus memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu mengolah potensi yang ada secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Penyuluh Pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian dituntut mampu memberikan penyuluhan dan bimbingan teknis secara intensif, memberikan stimulan bantuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi yang ada, serta memfasilitasi terbukanya akses informasi investasi dan permodalan bagi masyarakat petani. Potensi nyata Kecamatan Klego di sektor pertanian sungguh sangat besar. Namun tanpa perhatian serius dan kerja nyata secara sinergis dari semua pihak, maka mustahil hal ini dapat diwujudkan. Sungguh sayang jika posisi strategis yang dimiliki Klego tidak dapat dimanfaatkan dengan baik karena gagal dalam menggali dan mengembangkan potensi yang ada. Sudah saatnya masyarakat bersama pemerintah bersinergi membangun dan mengembangkan potensi-potensi luar biasa yang ada di Klego. (ARINA MUSRIYATI, S.Pt - PENYULUH PERTANIAN BPP KLEGO)