Larutan mikroorganisme lokal (MOL) merupakan cairan yang terbuat dari bahan organik alami. Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro serta mikroba. Adanya mikroba dalam larutan MOL berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan agen pengendali penyakit maupun hama tanaman. Oleh karena itu, tidak heran bila larutan MOL dapat digunakan secara multifungsi. Salah satunya adalah sebagai bioaktivator dalam proses pengomposan.Pada dasarnya larutan MOL dapat dibuat sendiri dari berbagai macam bahan organik, asalkan bahan tersebut disukai dan dapat dijadikan media tumbuh bagi mikroorganisme. Beberapa bahan organik yang dapat digunakan untuk membuat MOL diantaranya limbah hijauan atau sisa sayuran, rebung bambu, keong mas, sisa buah-buahan, dan sebagainya.Berikut beberapa contoh aneka larutan MOL dengan proses pembuatan yang sederhana dan terbuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar : 1. Larutan Mol Keong Masa. Alat dan Bahan1. 5 kg keong mas segar2. 1 kg gula merah3. 10 liter air kelapa4. 1 buah drum atau ember plastik berpenutup b. Cara Pembuatan1. Tumbuk halus keong mas lalu masukkan ke dalam ember plastik2. Tambahkan 10 liter air kelapa dan 1 kg gula, lalu aduk hingga merata.3. Tutup rapat drum atau ember, lengkapi dengan selang plastik ke botol berisi air untuk mengontrol tekanan dan mencegah kontaminasi.4. Biarkan 15 hari untuk fermentasi c. Aplikasi penggunaan1 liter cairan MOL ditambahkan 5 liter air untuk disiramkan ke bahan kompos atau sebagai dekomposer. 2. Larutan MOL limbah hijauan atau sayuran segara. Bahan dan alat1. 100 kg limbah sayuran hijau, seperti kol, sawi, mentimun, bayam dan kangkung.2. 5 kg garam (5 % dari berat bahan)3. 10 liter air cucian beras4. 200 g gula merah 5. 1 drum atau bak plastik ukuran kurang lebih 200 liter6. 1 m2 plastik transparan b. Cara pembuatan1. Potong kecil-kecil limbah sayuran, lalu masukkan ke dalam drum atau bak plastik. Setiap 20 cm tebal lapisan, taburi garam hingga merata. Kemudian lanjutkan secara berlapis.2. Tambahkan air cucian beras sebanyak 10 liter.3. Tutup rapat drum dengan lembaran plastik dan diatasnya diberi air sehingga tampak plastik cekung terisi air.4. Setelah 3-4 minggu, buka plastik penutupnya. Akan tampak cairan warna kuning kecoklatan, baunya seperti alcohol, dan kalau diukur pH-nya sekitar 3-5.5. Tambahkan gula sebanyak 2 ons dan aduk hingga rata. c. Aplikasi penggunaan : 1 liter cairan MOL ditambah 10 liter air, tambahkan 200 g gula dan aduk rata. Selanjutnya larutan siap disiramkan ke atas bahan organik yang akan dikomposkan. 3. Larutan MOL sisa buah-buahana. Bahan dan alat1. 10 kg sisa buah-buahan yang tidak termakan seperti jeruk, tomat, papaya, pisang, mangga, apel, salak dan sebagainya2. 1 kg gula3. 10 liter air kelapa4. 1 buah drum plastik berpenutup b. Cara membuat1. Tumbuk halus sisa buah-buahan lalu masukkan ke dalam drum plastik2. Campurkan dengan 10 liter air kelapa3. Tambahkan 1 kg gula lalu aduk sampai merata5. Tutup rapat drum lengkapi dengan selang plastik ke botol berisi air untuk mengontrol tekanan dan mencegah kontaminasi.6. Biarkan 10-15 hari untuk fermentasi c. Aplikasi penggunaan1 liter cairan MOL ditambahkan 5 liter air untuk digunakan sebagai dekomposer kompos 4. Larutan Mol Nasia. Bahan dan alat1. 10 kepal nasi basi2. 10 sendok makan gula pasir3. 4 liter air4. Jerigen b. Cara membuat1. Masukkan nasi basi dalam jerigen2. Larutkan gula pasir dalam 4 liter air3. Masukkan larutan gula dalam jerigen dan biarkan jerigen dalam keadaan terbuka4. Setelah 4-5 hari akan tercium bau wangi tanda fermentasi berhasil c. Cara penggunaanFungsi MOL nasi sebagai dekomposer untuk menguraikan bahan organik sekaligus memacu pertumbuhan tanaman. Saring MOL nasi, larutkan 1 liter MOL dalam 5 liter air bersih. Larutan siap digunakan sebagai dekomposer atau disemprotkan langsung pada tanaman. 5. Larutan Mol Tapea. Bahan dan alat1. 1 Ons Tape2. 5 sendok makan gula pasir3. 1 liter air4. Botol b. Cara membuat1. Masukkan Tape dan gula pasir dalam botol2. Tambahkan 1 liter air3. Kocok-kocok agar bahan larut sempurna4. Biarkan botol dalam keadaan terbuka selama 4-5 hari samapi tercium bau alcohol c. Cara penggunaan1 liter cairan MOL ditambahkan 5 liter air untuk digunakan sebagai dekomposer kompos atau disemprotkan langsung pada tanaman. 6. Larutan MOL rebung bambua. Bahan dan alat1. 2 buah rebung bambu2. 5 liter air cucian beras3. 150 g gula4. 1 buah drum atau jerigen berpenutup b. Cara Pembuatan1. Tumbuk halus atau iris tipis rebung bambu (jika perlu dapat menggunakan blender)2. Tambahkan 5 liter air cucian beras dan gula, aduk sampai rata3. Masukkan larutan ke dalam drum, tutup rapat drum, lengkapi dengan selang plastik ke botol berisi air untuk mengontrol tekanan dan mencegah kontaminasi.4. Biarkan 15 hari sampai tercium bau tape c. Cara penggunaan1 liter cairan MOL ditambahkan 5 liter air dan 150 guntuk digunakan sebagai dekomposer kompos atau disemprotkan langsung pada tanaman. 7. MOL Bonggol Pisanga. Bahan dan Alat :1. 5 kg bonggol pisang2. 1 kg gula merah3. 10 liter air beras4. Drum berpenutup b. Cara pembuatan1. Bonggol pisang dipotong-potong ukuran5-7 cm lalu ditumbuk2. Masukkan gula merah yang sudah diiris-iris halus ke dalam air beras3. Masukkan bonggol pisang dan aduk hingga rata4. Tutup rapat drum, lengkapi dengan selang plastik ke botol berisi air untuk mengontrol tekanan dan mencegah kontaminasi c. Cara penggunaanMOL pisang sumber nitrogen dan fosfor bagi tanaman sekaligus kaya senyawa gibrelin untuk pertumbuhan vegetatif. Saring MOL pisang, larutkan 4 liter mol ke dalam 17 liter air bersih, aduk rata dan semprotkan pada tanaman. 8. MOL Daun Gamal a. Bahan dan alat1. 5 kg daun gamal2. 1 kg gula merah3. 10 liter air beras4. Drum berpenutup b. Cara pembuatan1. Rajang dan tumbuk daun gamal hingga halus2. Masukkan gula merah ke dalam air cucian beras3. Masukkan tumbukan daun gamal ke dalam air beras4. Fermentasi selama 21 hari dalam drum yang ditutup rapat5. Lengkapi drum dengan selang plastik ke botol berisi air untuk mengontrol tekanan dan mencegah kontaminasi c. Cara penggunaanMOL daun gamal sumber nitrogen bagi tanaman untuk memacu pertumbuhan. Saring MOL daun gamal, larutkan 4 liter MOL kedalam 17 liter air bersih, aduk rata dan semprotkan pada tanaman. 9. MOL Urinea. Bahan dan alat :1. 10 liter urine hewan ternak (sapi, kambing, kelinci)2. 1 kg gula merah3. Drum berpenutup b. Cara Pembuatan1. Iris gula halus lalu masukkan ke dalam urine2. Aduk hingga rata3. Tutup rapat drum, lengkapi dengan selang plastik ke botol berisi air untuk mengontrol tekanan dan mencegah kontaminasi c. Cara PenggunaanMOL urine memacu pertumbuhan tanaman. Larutkan 4 liter MOL kedalam 17 liter air bersih, aduk rata dan semprotkan pada tanaman. 10. MOL Terasia. Bahan dan alat1. 10 liter MOL daun Gamal2. 1 kg gula merah3. ¼ kg terasi4. Drum berpenutup b. Cara Membuat1. Tumbuk gula merah dan terasi hingga halus2. Masukkan ke dalam MOL daun gamal dan aduk hingga merata3. Fermentasi ke dalam drum berpenutup rapat selama 10-14 hari, lengkapi dengan selang plastik ke botol berisi air untuk mengontrol tekanan dan mencegah kontaminasi c. Cara penggunaanSaring MOL terasi, larutkan 3 liter MOL kedalam 17 liter air dan semprotkan pada tanaman. 11. MOL Ikan Asina. Bahan dan Alat1. 2 ons ikan asin2. 2 ons terasi3. 1 kg dedak4. 2 ons gula pasir5. 2 liter air kelapa6. 1 kg kotoran ternak7. 20 liter air8. Drum berpenutup b. Cara Pembuatan1. Masukkan ikan asin dan terasi lalu rebus dalam 2 liter air, aduk hingga hancur. 2. Pindahkan larutan ke ember, tambahkan gula pasir dan kotoran ternak, 18 kg air dan 2 kg air kelap, aduk hingga merata.3. Masukkan ke dalam drum berpenutup rapat, lengkapi dengan selang plastik ke botol berisi air untuk mengontrol tekanan dan mencegah kontaminasi4. Biarkan terfermentasi selama 9 hari, setiap 3 hari sekali aduk agar merata. c. Cara aplikasiSaring MOL, larutkan 1 liter MOL ke dalam 10 liter air bersih dan semprotkan pada tanaman. Penulis : Setiyawan Adi Kuncoro, STP Sumber : Untung, O. dkk. 2011. The Best Melon. Depok: PT Trubus SwadayaSuwahyono, U. 2014. Cara Cepat Buat Kompos dari Limbah. Jakarta: Penebar Swadaya