Loading...

Membuat Benih Tanaman Manggis dengan Okulasi Agar tetap Identik Dengan Sifat Tanaman Induknya

Membuat Benih Tanaman Manggis dengan Okulasi Agar  tetap Identik Dengan Sifat Tanaman Induknya
Memilih bibit tanaman buah manggis adalah hal yang cukup sulit bagi sebagian orang karena keterbatasan pengetahuan dan informasi yang dimiliki. Keterbatasan pengetahuan dan informasi inilah yang akhirnya membuat orang menjadi ragu jika hendak memilih atau membeli bibit tanaman buah yang hendak mereka tanam. Pemahaman dalam memilih dan menentukan jenis bibit tanaman buah manggis seperti apa yang diinginkan petani sangatlah sulit. Dengan demikian, pengetahuan dan informasi tentang inovasi teknologi jenis-jenis bibit beserta metoda atau cara pembuatannya akan sangat membantu seseorang untuk menentukan pilihannya, tanpa ada keraguan lagi setelah memahami inovasi teknologi tersebut bila untuk mendapatkan benih tanaman yang akan diusahakannya. Cara mendapatkan benih tanaman agar tetap identik dengan sifat tanaman induknya antara lain dengan cara okulasi. Okulasi (menempel, budding; red) adalah salah satu teknik perbaikan kualitas tanaman secara vegetatif buatan yang dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari tanaman yang unggul ke batang tanaman lainnya. Sama seperti jenis perbanyakan vegetatif buatan lainnya, okulasi juga dilakukan untuk memperoleh bibit tanaman yang berkualitas baik. Namun, dibandingkan dengan tanaman yang dihasilkan cangkok dan stek, tanaman yang diperoleh dari okulasi akan memberikan kualitas yang lebih baik. Hal ini karena okulasi dapat menggabungkan 2 sifat unggul dari masing-masing bagian tanaman yang diokulasikan yakni sifat unggul batang bawah (contohnya perakaran yang kuat) dan sifat unggul dari tanaman entres (buah yang lebat). a. Waktu OkulasiUntuk memperoleh jumlah keberhasilan yang tinggi, okulasi benih manggis sebaiknya dilakukan ketika kulit tanaman yang akan diokulasi mudah dikelupas dari kayunya. Saat tersebut biasanya terjadi ketika pembelahan sel-sel di kambium tengah berjalan aktif yang dibeberapa tanaman ditandai oleh pertumbuhan daun muda pada ujung cabang. b. Keunggulan:Keunggulan benih hasil okulasi antara lain;1) Benih bersifat identik dengan sifat tanaman induknya dan tidak akan ditemukan perbedaan sifat genetik sama sekali. 2) Jika terdapat sifat keunggulan individu pada tanaman buah tersebut misalnya : tahan terhadap kekeringan, daya adaptasi luas, tahan hama dan penyakit, genjah (gampang berbuah pada umur tanaman yang masih muda), produktifitas buah tinggi, kualitas buah bagus (ukuran, tekstur daging, rasa, warna, dan daya simpan buah), akan terpertahankan hingga tanaman tidak diusahakan lagi. 3) Mewariskan sifat-sifat baik/unggul tanaman induk ke tanaman generasi berikutnya4) Mempertahankan keberlangsungan jenis-jenis tanaman dari waktu ke waktu 5) Memperbanyak jumlah individu tanaman dalam waktu relatif singkat dengan kualitas yang baik6) Meningkatkan nilai keekonomian tanaman sebagai komoditas perdagangan, khususnya untuk tanaman yang menghasilkan buah dengan value yang tinggic. Teknis Pelaksanaan Okulasi:1. Persiapan bahan tanaman:1) Agar okulasi berhasil, pangkal pohon (batang bawah) dan cabang okulasi (batang atas) harus dalam media pertumbuhan aktif. 2) Batang bawah yang baik ditandai dengan mudahnya kulit batang dikelupas.3) Umur batang bawah antara 4 – 6 bulan. 4) Pengambilan cabang okulasi (entres) sebaiknya menjelang musim kemarau. 5) Kondisi entres yang harus diperhatikan adalah kesehatan tanaman serta cadangan makanan dan hormon yang terdapat dalam entres serta kulitnya mudah dikupas dari kayunya.6) Okulasi sebaiknya dilakukan pada waktu akhir musim hujan karena tanaman dalam keadaan pertumbuhannya aktif.7) Jangan dilakukan okulasi pada musim hujan karena Potensi kegagalan cukup tinggi. 2. Alat yang dibutuhkan: Silet, Pisau okulasi dan Plastik transparan elastis (untuk mengikat tempelan)3. Langkah-langkah:1) Kerat kulit batang bawah pada bagian atas kemudian ditarik kebawah sepajang 2 cm, sehingga menjulur seperti lidah, selanjutnya lidah dipotong dua pertiganya. Tinggi daerah keratin okulasi dari leher akar adalah 10-15 cm. 2) Mata tempel (entres) segera diambil dengan cara mengelupas kulitnya dengan silet dari cabang entres. 3) Ukuran mata temple diambil disesuaikan dengan ukuran jendela yang telah dibuat pada batang bawah. 4) Tempelkan mata temple kecelah batang bawah yang telah dibuat. 5) Gunakan sisa kulit batang bawah atau lidah sebagai penyangga mata tempel, kemudian diikat dengan tali plastic elastic transparan dengan model susunan genting (dari bawah keatas). Tujuan model ini air tidak masuk, tunas baru berkembang dengan baik, bakal tunas dari mata temple tidak ditutup. 6) Setelah 2 minggu, buka ikatan okulasi.7) Jika okulasi berhasil, potong batang bawah setinggi 5-10 cm di atas daerah okulasi dengan meninggalkan dua helai daun. Tujuannya, agar makanan yang tersedia pada tanaman sebagian besar disalur kemata tunas hasil okulasi sehingga lebih cepat tumbuh. 8) Setelah tunas okulasi tumbuh 4 - 6 helai daun sempurna, batang bawah dipotong dengan jarak 2 cm atas bidang okulasi.Penulis : DalmadiSumber Bacaan dan foto : http://syarattumbuh.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-okulasi.html dan lainnya