Produksi pertanian selalu dipengaruhi oleh faktor dari luar tanaman, salah satunya adalah gangguan serangga hama. Berbagai upaya dilakukan untuk menekan gangguan tersebut. Salah satu cara pengendalian serangga hama adalah dengan menggunakan perangkap perekat/likat kuning ( Yellow Trap). Bahan ini telah banyak tersedia di toko penyedia saprodi pertanian baik berupa lem yang dioleskan maupun berupa kertas siap pakai. Petani dapat membuat sendiri perangkap tersebut dengan biaya yang jauh lebih murah dengan bahan yang mudah. Tujuan membuat sendiri perangkap perekat kuning adalah untuk menekan biaya produksi yang dialokasikan pada pengendalian hama. Disamping itu, dengan pembuatan dalam jumlah besar dapat mengendalikan lebih banyak serangga dengan biaya yang lebih murah, sehingga lebih efektif dan efisien. Penggunaan perangkap ini juga dapat menekan penggunaan insektisida sehingga lebih ramah lingkungan.Sasaran perangkap ini diantaranya adalah hama thrips, tungau, kutu daun, ngengat, lalat buah dan lain lainnya. Hama tersebut akan tertarik dengan warna kuning dan selanjutnya akan merekat pada media yang telah dipasang. Penggunaan perangkap ini dapat dikombinasi dengan sex feromon atau perangsang seks serangga.Bahan yang dibutuhkan:1. lem tikus berbentuk pasta bening satu buah, 2. cat minyak warna kuning 3. bensin satu liter. Peralatan yang perlu disiapkan : 1. Botol air mineral bekas secukupnya 2. plastik bening secukupnya, 3. kuas cat,4. gunting atau pisau, 5. tali pengikat dan ajir. Cara membuatnya : 1. Cat minyak diencerkan dengan pengencer secukupnya2. Cat dituangkan ke dalam botol dan dikocok kocok sehingga cat menempel pada dinding botol bagian dalam, 3. Sisa Cat dituangkan kembali pada botol lainnya, demikian seterusnya sampai cat habis, 4. cat pada botol dikeringkan. 5. lem tikus pasta di potong kemasannya menjadi dua dengan gunting atau pisau, kemudian dimasukkan bersama kemasannya ke dalam bensin dan diamkan selama kurang lebih 24 jam, lem tikus akan bercampur dengan sendirinya, 6. campuran lem dan bensin diaduk perlahan agar lebih merata.Cara penggunaannya 1. botol yang telah berwarna kuning dibungkus dengan plastik bening. Tujuan pembungkusan adalah agar botol mudah dibersihkan setelah pemakaian.2. Plastik yang membungkus botol dikuas dengan lem. 3. Botol bersama plastik yang sudah diberi lem diikat pada ajir selanjutnya diletakkan di lahan. Untuk tanaman perdu seperti cabai dan sejenisnya perangkap diletakkan kurang lebih 10 cm diatas tanaman, sedangkan untuk tanaman berbentuk pohon peletakannya disesuaikan kondisi. 4. Setelah kurang lebih satu minggu atau serangga sudah banyak yang menempel plastik pembungkus botol diambil dan diganti dengan yang baru. 5. Apabila aplikasinya dikombinasikan dengan sex feromon maka tidak digunakan plastik bening melainkan lem perekat langsung dikuaskan pada botol yang telah diberi lubang dan di dalamnya telah diberi sex feromon. sedangkan cara pembersihannya dengan cara dikuas menggunakan bensin. Penulis : Sri Mulyadi, SP. Penyuluh Pertanian Muda Kecamatan Tawangharjo