Loading...

Membuat Pupuk Cair Organik.

Membuat Pupuk Cair Organik.
Membuat Pupuk Cair Organik. OLEH : KASMIRUS EGHO PENYULUH BP3K MOLLO TENGAH : KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Kandungan pupuk yang dihasilkan dari pupuk cair organik adalah: Nitrogen (N), Kalium (K), Phosfat (P) dan unsur-unsur mikro nutrient yang dibutuhkan tanaman. Kegunaan: - Untuk menyuburkan tanaman: - Untuk menyuburkan tanah - Memperbanyak mikroorganisme dalam tanah Bahan-bahan untuk membuat pupuk cair organik: - Daun-daun tanaman legume/kacang-kacangan, gamal atau daun lamtoro: 5 ikat (kurang lebih 10 kg) - Cirit sapi atau kambing atau ayam yang telah matang sebanyak ½ karung (10 kg) - Sabut kelapa ½ karung (2 kg) - Kulit polong kacang tanah dan kacang-kacangan ½ karung (jika ada) - Biostater F2 ( 5 liter ) - Air: sekitar 50 liter Alat-alat yang digunakan: - Drum 150 liter - Selang - Parang Cara membuat: - Potong/cincang daun-daun hijau (tanaman legume, daun gamal, kaliandra, lamtoro) sampai berukuran 3-5 cm. - Tumbuk sabut kelapa dan ambil serbuknya - Tumbuk kulit polong kacang tanah atau kacang-kacangan lain yang tersedia - Campurkan secara merata potongan daun-daun hijau, serbuk sabut kelapa, serbuk kuit kacang-kacangan dan cirit hewan yang sudah matang. - Perciki campuran di atas dengan cairan biostater F2 - Setelah dicampur merata, masukaan ke dalam drum. - Tambahkan air ke dalam drum sampai ¾ volume drum Buatkan lupang untuk selang pada penutup drum Langkah-langkah Pembuatan pupuk Cair Organik - Pasang selang pada tutup drum - Sambungkan ujung selang dengan botol aqua yang berisi air ½ botol - Tutup drum - Setiap 3 hari, buka tutupan drum dan aduk bahan-bahan dalam drum secara merata. - Setelah 2 minggu, pupuk cair dapat digunakan untuk memupuk tanaman. Cara menggunakan/aplikasi pupuk cair organik: - Campurkan pupuk cair dengan air dengan perbandingan: 1 liter : 5 liter untuk tanaman buah dan tanaman umbi. Untuk tanaman yang diambil daunnya, perbandingannya adalah 1 liter berbanding 10 liter. - Siramkan secara merata ke bagian perakaran tanaman. - Penyiraman pupuk cair dilakukan dengan frekuensi satu kali untuk setiap minggu sampai tanaman dipanen. Ampas dari bahan pupuk cair yang ada di dalam drum dapat ditabur di atas bedengan dan bisa bermanfaat sebagai pupuk, pestisida maupun mulsa.