I. PENDAHULUANPada saat ini beberapa keluhan petani yaitu tentang tingginya harga sarana produksi pertanian terutama pupuk kimia, beberapa petani tidak mampu lagi untuk membeli pupuk kimia secara penuh, sehingga produksi hasil usaha taninya rendah. salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut petani dapat memberikan pupuk hijau atau pupuk kandang pada lahan pertaniannya. Namun untuk aplikasinya kedua jenis pupuk ini perlu perlakuan fermentasi.Karena limbah organik seperti sisa-sisa tanaman dan limbah ternak tidak bisa langsung diberikan ke lahan, perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu, sehingga dapat menyuburkan tanah dan mengurangi penyakit patogen tular tanah. Salah satu limbah pertanian adalah dari peternakan kelinci baik kotoran , sisa pakan atau urinnya. Limbah cair urin kelinci sementara ini banyak tidak digunakan oleh para peternak kelinci, padahal urine (kencing ) kelinci yang sudah diolah menjadi pupuk organik cair, tidak hanya bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman dan mengembalikan kesuburan lahan, tetapi dapat juga untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan dalam kegiatan usahatani. Dari kotoran dan sisa makanan dapat diproses menjadi pupuk kandang fermentasi baik diolah menjadi padatan (bokhasi) atau cair (POC). Urin kelinci memiliki kandungan yang baik untuk tanaman khususnya pada fase pertumbuhan karena tingginya kadar Nitrogen pada urine kelinci tersebut. Berikut ini kami sajikan cara mengolah limbah cair dari urin kelinci sehingga dapat dibuat untuk bahan baku pupuk organik berbentuk cair yaitu sebagai pupuk organik cair (POC) urin kelinci.Untuk memfermentasi secara aerob diperlukan peralatan yang disusun secara khusus yaitu wadah galon aqua untuk menampung urin dan bahan lainnya, tabung berisi cairan KMNO4 (untuk pensteril udara masuk), tabung berisi kapas serta tabung berisi air untuk pembuangan udara dari wadah galon saat aerator dihidupkan seperti tampak pada gambar. II. BAHAN DAN ALAT A. Bahan :1. Urin Kelinci : 10 liter 2. Laos / Lengkuas : 0,5 kg 3. Temu ireng : 0,5 kg 4. Jahe : 0,5 kg 5. Kencur : 0,5 kg 6. Kunyit : 0,5 kg 7. Daun Sambiloto/Mimbo : 0,5 kg 8. EM4: 120 ml9. Tetes tebu : 240 ml10. Perasan daun pandanwangi B. Alat :1. Pisau2. Alu dan Lumpang3. Blender4. Perangkat fermentor (galon aqua, dan 3 tabung pendukung) III. CARA MEMBUATNYA 1. Semua empon-empon diiris-iris dengan pisau kemudian ditumbuk bersamaan dengan daun sambiloto/ mimbo2. Sesudah ditumbuk kemudian diblender lalu disaring (diperas) diambil air perasannya.3. Masukan urine kelinci dalam wadah fermentor yang sudah disiapkan.4. Masukan air empon-empon, tetes, dekomposer. Aduk sampai rata kira-kira 3 - 4 jam.5. Tutup wadah galon dan Letakkan drum di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan curah air hujan langsung.6. Campuran urine kelinci diputar dengan pompa aerator ( Pemutaran ini dimaksudkan untuk menguapkan amoniak yang bersifat racun bagi tanaman dan untuk mengurangi bau ) biarkan fermentasi selama 14 hari.7. Campuran air urin kelinci sudah jadi dan dapat digunakan untuk pupuk organik cair. IV. CARA PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI PLUS 220 ml pupuk organik cair urien kelinci dicampur dengan 14 liter air bersih, dan semprotkan pada seluruh bagian tanaman. POC urin kelinci ini selain dapat memperbaiki struktur tanah, pupuk organik cair urin kelinci Plus bermanfaat juga untuk pertumbuhan tanaman, herbisida pra tumbuh dan sekaligus dapat mengendalikan serangan hama penyakit. Mengusir hama tikus, walang sangit dan serangga kecil pengganggu lainnya. disusun oleh : BPP Kecamatan Tempeh