Dalam era globalisasi, sebagai salah satu syarat untuk kualitas produk ekspor, untuk meningkatkan daya saing produk kita, baik di pasar lokal, regional maupun di pasar internasional adalah pembatasan penggunaan bahan-bahan kimia pada proses produksi.Banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan pestisida kimia, mendorong di bidang pertanian ,ulai mengalihkan kepada pemanfaatan jenis-jenis pestisida yang aman bagi lingkungan. Walaupun sampai saat ini penelitian dan pemanfaatan biopestisida, khususnya pestisida nabati masih terbatas, namun peluang dan prospek pemanfaatan biopestisida dalam pengendalian hama dan penyakit cukup menjanjikan karena beberapa keunggulan yang dimilikinya. Dalam mendukung kebijakan tersebut di atas, penggunaan pestisida nabati dalam kegiatan perlindungan tanaman perlu selalu dipromosikan dan dimasyarakatkan. Salah satu upaya pemasyarakatan tersebut adalah dengan penyebarluasan informasi jenis-jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai pestisida nabati, yang dapat dimanfaatkan dalam pengendalian hamadan penyakit. Ada beberapa ramuan pestisida yang murah biayanya dan mudah dibuat seperti :1. Pestisida Nabati “Daun Pepaya (Carica papaya L)” Daun Pepaya mengandung bahan aktif papain sehingga efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. Cara pembuatannya:• 1 kg daun pepaya segar di rajang• Hasil rajangan direndam dalam 10 liter air ditambah 2 sendok makan minyak tanah, 30 grm detergen, dan di diamkan semalaman.• Saring larutan hasil perendaman dengan menggunakan kain halus• Semprotkan larutan hasil saringan ke tanaman 2. Pestisida Nabati “Srikaya (Annona squamosa)” Srikaya megandung annonain dan resin. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. Cara pembuatan :• Tumbuk hingga halus 15-25 gr biji srikaya• Rendam dalam 1 liter air,1 gr detergen, aduk rata dan dibiarkan 1 malam kemudian saring dan siap disemprotkan ke tanaman. 3. Pestisida “Tembakau (Nicotiana tabacum)” Daun tembakau mengandung bahan aktif nikotin. Pestisida nabati daun tembakau efektif mengendalikan hama penghisap. Cara pembuatan :• Rajang 250 grm (empat genggam) daun tembakau dan rendam dalam 8 liter air selama semalam• Ambil daun tebakau dan tambahan 2 sendok teh detergen kedalam larutan hasil rendaman• Aduk larutan secara merata kemudian saring• Semprotkan larutan hasil penyaringan ke tanaman 4. Pestisida “Bawang Putih (Allium sativum)” Pestisida nabati bawang putih efektif untuk mengendalikan beberapa hama. Cara pembuatan :• Gerus /Parut 100 grm bawang putih campur dengan 0,5 liter air 10 grm detergen, dan 2 sendok teh minyak tanah.• Didiamkan selama 24 jam, kemudian saring dengan kain halus• Encerkan larutan hasil penyaringan hingga 20 kali volumenya dan semprotkan ke tanaman. Oleh : H. Hamdie Effendi D dan Herliani Rasuna (BP4K Kab. Tanah Laut)Sumber : BPTP NTB