Susu mempunyai manfaat ekonomis yang sangat besar karena selain dapat diminum sebagai susu segar setelah dipasteurisasi, susu juga dapat digunakan sebagai bahan baku produk-produk olahan susu, seperti susu fermentasi (yang sering dijumpai dipasaran berupa yoghurt dan kafir), es krim, mentega, permen, dodol susu, dan kerupuk susu. Dengan pengolahan dapat memberikan nilai tambah bagi produk olahan susu.Pengolahan susu ditunjukan untuk menganekaragamkan produk dan selera, di samping tujuan utamanya yaitu mengawetkan susu agar relatif lebih tahan lama bila disimpan. Beberapa produk olahan susu ini bahkan memberikan dampak positif dalam kesehatan dan secara ekonomis dapat meningkatkan nilai jual susu. Beberapa alternatif produk olahan susu yang dapat dibuat dengan meteode dan peralatan yang sederhana, terutama untuk skala rumah tangga, salah satunya pembuatan stik susu.Stik susu sebagai modifikasi dari kerupuk susu merupakan bahn pangan bersumber protein yang terbuat dari susu, tepung tapioca, dan tepung terigu. Penggunaan bahan baku susu merupakan salah satu alternative peningkatan nilai gizi. Meskipun stik susu merupakan bahan pangan ringan, tetapi mengandung protein hewani, yakni digunakannya curd susu. Curd susu dapat diperoleh dari penambahan enzim bromelin buah nanas ke dalam susu atau dengan penambahan asam cuka ke dalam susu. Dengan demikian terbentuk endapan massa yang lunak setelah dipisahkan dari whey. Pada proses pengolahan stik susu terjadi proses gelatinasi pati membentuk gel, yakni perubahan bentuk system mobilitas dengan perubahan system polimer menggunakan panas dan air. Selain curd dari susu sebagai bahan baku digunakan pula tepung tapioca yang berperan dalam menentukan daya kembang produk. Hal ini dikarenakan kandungan patinya berkisar antara 85-87% dengan sifat yang mudah membengkak (swelling) dalam panas. Perbandingan amilopektin dan amilosa sebesar 17% dan 12% akan memudahkan proses penyerapan air selama pemasakan semakin tinggi. Telur dapat pula ditambahkan dalam adonan stik susu karena berfungsi sebagai binding agent yang mampu mengikat bahan-bahan lain. Telur juga berfungsi sebagai emulsifier yang dapat mempertahankan adonan dalam keadaan rata dan menghambat terjadinya kristalisasi untik mencegah tekstur yang kasar.Garam dan gula juga ditambahkan untuk memberikan cita rasa pada produk akhir. Bahan ini juga berfungsi sebagai pengawet karena dapat mempengaruhi nilai Aw produk.Peralatan yang dipergunakan untuk pengolahan stik susu adalah blender, saringan,Loyang,penggorengan, dan alat pencetak pasta. Bahan : Susu segar 2 liter, nenas 2 buah, tepung tapioca 265 gram, tepung terigu 85 gram, Yolk 2 buah, garam dan gula sesuai selera, air matang secukupnya dan minyak goreng secukupnya. Pembuatan enzim bromelin kasar : 1) blender nanas hingga halus;2) Saring nanas dengan saringan untuk mendapatkan 100 ml enzim bromelin kasar. Pembuatan curd: 1) Panaskan susu segar hingga menacapi suhu 40ºC, masukkan enzim bromelin kasar tetes demi tetes hingga terbentuk gumpalan. Kemudian, panaskan kembali hingga mencapai suhu 90ºC. 2) Turunkan suhu hingga mencapai suhu kamar dan saring untuk mendapatkan curd. Curd yang dibutuhkan sebanyak 150 gram. Pembuatan stik susu : 1) Campur tepung tapioka, tepung terigu, dan curd. Kemudian, tambahkan gula, garam, dan yolk yang telah dikocok hingga rata. 2) Uleni dengan menambahkan air sedikit demi sedikit sampai kalis. 3) Tipiskan adonan stik susu dengan alat pencetak pasta. Pencetakan juga dapat dilakukan di Loyang, kukus selama 30 menit, lalu dinginkan. Pengukusan ini bertujuan agar stik yang dihasilkan lebih garing dan tidak keras. 4) Potong-potong dengan ukuran 5 cm x 0,5 cm x 0,5 cm. 5) Goreng stik dalam minyak panas; 6) Simpan dalam wadah kedap udara; 7) stik keju siap dihidangkan. (Penulis ; Suwarna) Sumber :Tri Eko Susilorini dan Manik Elrry Sawitri (2009), " Produk Olahan Susu", Jakarta, Penebar Swadaya.