Air irigasi saat sekarang ini menjadi barang mewah bagi petani, sulitnya mendapatkan air menyebabkan air menjadi komoditas langka, apalagi disaat musim kemarau. Tidak jarang kita mendengar terjadinya perselisihan antar petani karena berebut air irigasi. Jika saja air irigasi yang semakin berkurang tersebut dikelola dengan baik, mungkin saja perselisihan antar petani karena perebutan air paa irigasi dapat di minalisir. Salah satunya dengan membuat alat untuk mengukur pemakaina air pada lahan sawah. Salah satu teknik penghematan pemanfaatan air untuk budidaya padi sawah yang mudah diterapkan yaitu alternasi genangan air (flooded) non genangan air berdasarkan fase pertumbuhan tanaman padi sawah. Teknik ini dapat menghemat penggunaan air sekitar 15% sampai 30% di banding cara konvensional yaitu dengan penggenangan air secara kontiyu. Selain itu teknik ini meningkatkan produktivitas air mengurangi populasi wereng coklat, nematoda didaerah perakaran, mengurangi emisi gas metan dan memperbaiki kualitas hasil gabah. Secara teknis untuk mengukur kebutuhan air padi sawah dapat dilakukan dengan memasang sebuah selinder atas terbuka dengan dinding berlubang pada jarak 50 – 75 cm dari pematang.Selinder dapat terbuat dari paralon dengan tebal 2mm, panjang 30 cm dengan diameter atara 20cm atau terbuat dari bahan metal yang anti karat. Untuk lahan datar dibutuhkan hanya satu alat untuk luas lahan 0,25 ha dan diperlukan dua alat untuk luas lahan yang sama dengan kemiringan 5 persen.Dinding selinder perlu dibuatkan lubang ukuran 5 mm dan jarak antar lubang 2 cm sepanjang 15 cm sedangkan sisanya 15 cm tidak perlu dilubangi, selanjutnya bagian selinder yang telah dilubangi dibenamkan ke dalam tanah sedalam 15 cm dan 15 cm bagian bagain yang tidak dilubangi berada diatas permukaan tanah. Tanah yang ada dalam selinder sedalam 15 cm dikeluarkan dan diratakan pada bagian dasarnya.Perlu diperhatikan bahwa pada saat pemasangan biasanya 2-3 hari setelah tanam kondisi tanah tidak boleh ada genangan air.Agar permukaan alat dalam posisi horizontal maka setelah selinder dipasang diperiksa dengan waterpas. CaraPengamatan : 1. Waktu pengamatan yaitu pagi hari cukup 1 kali;2. Mengamati perubahan tinggi air dalam selinder dibutuhkan mistar (30 cm) dan ajir bambu kacil;3. Tempat pengukuran titak boleh rubah posisi;4. Ajir bambu dimasukan kedalam selinder selanjutnya diangkat dan bagian yang basah diukur dengan mistar;5. Dengan standar titik nol pada bagian atas selinder maka dapat dihitung besarnya perubahan air tiap hari dalam satuan sentimeter;6. Bila posisi air diatas permukaan tanah bernilai positif dan negatif bila air berada di bawah permukaan tanah;7. Waktu pemberian air dilakukan setelah air dalam selinder turun sampai 15 cm dari permukaan tanah ;8. Bila terjadi hujan dan mengakibatkan tinggi air dalam selinder lebih dari 5 cm maka caranya dilakukan pembuangan air.