Pengetahuan dan teknologi budidaya jagung dari hari ke hari terus berkembang begitu cepat seiring dengan berkembangnya arus informasi dari luar, terutama pengetahuan dan teknologi tentang benih jagung hibrida yang berkualitas dengan potensi produksi tinggi. Benih-benih jagung hibrida yang masuk ke Indonesia jumlahnya sudah cukup banyak, tetapi yang berkembang dan digemari jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Demikian juga dengan prosentase penggunaan benih hibrida jumlahnya masih relatif rendah dibandingkan negara-negara tetangga. Sebagai akibatnya adalah produksi rata-rata nasional masih tergolong rendah. Untuk memudahkan memilih benih jagung hibrida yang berkualitas dan mempunyai potensi hasil yang tinggi berikut disajikan tipsnya:1. Asal-usul jelas :a. Perusahaan atau badan yang memproduksi benih jelas tertera pada kemasan dan sudah teruji.b. Asal-usul genetik jelas.c. Telah direalis oleh pemerintah dan memiliki nomor surat keputusan.d. Penjual resmi yaitu badan usaha/Agen/distributor/Toko/Kios per tanian yang terdaftar.2. Wadah dan kemasan :a. Benih dikemas dalam wadah plastik yang kedap air, udara dan cahaya.b. Berat perwadah yaitu : 1 Kg, 4 Kg atau 5 Kg.c. Pada kemasan tertera Nama Varietas, Berat bersih, Merek dagang, Nama dan alamat produsen atau distributor yang jelas.d. Kemasan dicetak dengan tinta yang berkualitas dan tidak mudah terkelupas.3. Labela. Setiap satu kemasan terdapat satu label.b. Pada label tertulis keterangan mengenai Nomor lot, Nama produsen, Nama varietas tanggal pengujian, Habis masa berlakunya label, Kemurnian benih, stempel produsen (bagi produsen yang telah memiliki akreditasi dari pemerintah) dll.c. Label berwarna biru dengan tulisan berwarna hitam.4. Lain-laina. Benih yang berkualitas telah diberi perlakuan (Seed treatment) dengan pestisida.b. Setiap berat 20 Kg dikemas lagi menggunakan kertas karton tebal untuk menjaga agar tidak rusak pada waktu pengangkutan dan penyimpanan.c. Sebelum menentukan pilihan ketahui dulu deskripsi varietasnya baik melalui brosur atau lembaran surat keputusan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian yang dapat diperoleh lewat penyuluh pertanian.5. AnjuranUntuk daerah yang merupakan endemik penyakit bulai (Peronosclerospora maydis) sangat dianjurkan untuk diberi perlakuan tambahan pada benih (Seed treatment) menggunakan fungisida Saromyl 35 SD . Caranya setiap Saromyl 35 SD sebanyak 2,5—5 gram dilarutkan dengan 8 cc air untuk 1kg benih jagung. Setelah benih dicampur dengan larutan fungisida Saromyl 35 SD kemudian di kering anginkan selanjutnya benih siap untuk ditanam. AHMAD HERIYANTO, SP-Admin Cybex Kab. Pamekasan