Pada pekerjaan perontokan jumlah kehilangan gabah diperkirakan antara 2% - 6% (tergantung pada jenis padi dan cara-cara perontokannya).Cara-cara perontokan yang telah umum dikerjakan, yaitu dengan cara diinjak-injak (diiles), dibanting, dipukul/ditumbuk, dengan cara menggunakan pedal thresher atau alat perontok yang digerakkan dengan kaki, dan dengan menggunakan alat perontok mekanis (thresher).Cara perontokan dengan diinjak-injak/diiles. Untuk pekerjaan ini sediakan terlebih dahulu alas (tikar atau lembar anyaman bambu), tempatkan potongan-potongan tangkai gabah di atasnya, selanjutnya diinjak-injak (diiles) sehingga gabah-gabah terlepas dari tangkainya, tangkai kemudian dipisahkan dari gabahnya. Dapat pula dibuat meja pengiles, ukuran panjang 2 m, lebar 1 m, bagian atasnya diberi berlubang lubang dan sisi-sisinya agak ditinggikan untuk menahan gabah berjatuhan ke bagian samping. Dibawah meja disiapkan tikar atau lembar anyaman bambu sebagai penampung gabah-gabah yang berjatuhan melalui lubang-lubang tadi. Potongan-potongan cabang padi ditempatkan di atas meja, lalu diinjak-injak/diiles sehingga gabah berlepasan dan jatuh kebawah melalui lubang-lubang tadi. Potongan potongan cabang padi ditempatkan di atas meja, lalu diinjak-injak/diiles sehingga gabah berlepasan dan jatuh ke bawah melalui lubang lubang meja, dengan cara demikian sekaligus dapat dipisahkan antara gabah-gabah dengan jerami (cabang-cabang tanamannya tadi). Cara perontokan dengan dipukulkan dan dibanting. Untuk pekerjaan demikian selain diberi pengalas tikar atau lembar anyaman bambu, sekeliling alas itu dikelilingi lembaran plastik atau anyaman bambu atau tikar, dengan demikian pada waktu pembantingan atau dipukul-pukulkan, dengan cara demikian jarang sekali butir-butir gabah yang akan terlempar keluar pembatas, sehingga kehilangan gabah dapat ditekan/dicegah. Cara perontokan dengan menggunakan mesin thresher. Cara ini adalah cara mekanis. Thresher dapat berupa pedal thresher (digerakkan dengan tenaga manusia) dan drum threser (digerakkan dengan tenaga listrik) atau CombineHarvester. Pedal thresher telah banyak digunakan para petani, selain dapat dibuat sendiri biayanyapun cukup murah. Alat perontok gabah jenis drum thresher telah dilengkapi dengan :• silinder perontok yang bergigi perontok;• gigi-gigi perontok terbuat dari kawat baja dengan fungsi utama yaitu merontokkan butir gabah dari malainya;• saringan, yaitu agar gabah dapat terpisah dari kotoran/limbah (tangkai, jerami, daun dan sebagainya).• blower, yaitu untuk menerbangkan/menghembus keluar segala limbah yangringan;• elevator, yang berfungsi mengangkut gabah yang telah terontokan ke luar dan disampaikan ke tempat penampungan yang telah tersedia, untuk selanjutnya diangkut tenaga manusia ke tempat pengeringan. Drum thresher banyak pula digunakan oleh Kelompok-kelompok tani, hanya jika menggunakan alat mekanis ini mesin harus distel pada RPM yang sesuai dengan gigi perontoknya harus tetap terpelihara dengan baik atau keadaannya baik. Pada kadar air gabah yang cukup rendah (18 % - 22%) hasil perontokan biasanya baik, yaitu kadar gabah pecah sangat kecil, kehilangan kecil dan kotoran/limbahnya sedikit, tetapi di atas kadar air gabah tersebut hasilnya mengecewakan (kehilangan cukup banyak karena banyak butir gabah tidak lepas dari tangkainya dan butir yang pecah/retak banyak pula).Pembersihan GabahUntuk membersihkan gabah dari kotoran/limbah dapat dilakukan dengan cara penghembusan oleh angin, ditampi, diayak, dengan menggunakan alat blower manual (blower yang dijalankan dengan tangan) atau dengan cleaner (mesin pembersih). Pembersihan gabah sangat perlu agar : (1) gabahnya lebih tahan disimpan, (2) mengurangi kerusakan alat prosessing, (3) mempertinggi efisiensi prosessing, dan (4) mempertinggi harga jual per satuan berat.Sumber naskah : Markus Collin, Magistra No. 88 Th. XXVI Juni 2014Sumber gambar : www.estukarya.comDitulis kembali oleh : Kukuh Wahyu W (BBP2TP, 13 April 2015)Alamat e-mail : widjajantokukuh@yahoo.com