Loading...

MEMPERCANTIK HALAMAN DENGAN HIDROPONIK

MEMPERCANTIK HALAMAN DENGAN HIDROPONIK
HIDROPONIK adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas. Hidroponik menjadi cara menanam tanaman yang sedang naik daun untuk saat ini. Cara ini digemari karena untuk menanam tumbuhan tidak lagi diperlukan tanah dan lahan yang luas. Dengan memakai cara menanam hidroponik, maka tidak perlu lagi memusingkan diri akan menanam di mana, karena bisa menanam di mana pun. Bisa menggunakan bahan bekas dan bisa menggantungkannya di tembok. Tidak hanya itu saja, media bertanam menggunakan air ini bisa mengasah kreativitas untuk mengolah dan menciptakan media baru untuk bercocok tanam. Dengan menanam memakai cara hidroponik, maka hasil panen akan lebih cepat. Namun juga harus memperhatikan aspek lain yaitu ketepatan dalam pemberian nutrisi, intensitas cahaya, dan juga suhu di sekitar tanaman tumbuh. Bagi pelaku hidroponik pemula, hal yang harus perhatikan adalah air nutrisi yang benar-benar tepat dan dapat terserap dengan sempurna. Hal ini karena dengan memakai cara hidroponik, maka nutrisi yang didapatkan hanya melalui air nutrisi saja. Bagi pemula yang masih bingung dengan cara bertanam hidroponik, dapat ikuti langkah-langkah di bawah ini yang telah dikembangkan oleh bapak Albertus Sutanto yang tergabung dalam Kelompok Tani Muda Adi Karsa, gapoktan Sejahtera, kampung Gaya Baru IV, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah. 1. Persiapan Pengumpulan Alat dan Bahan Pada tahap pertama, pastikan Anda sudah menyiapkan bahan-bahan untuk membuat hidroponik vertikal dengan paralon yang akan menerapkan sistem NFT. Bahan-bahan dan alat yang diperlukan antara lain paralon berukuran 3 inchi, alat bor listrik, penyambung paralon, penutup paralon, lem paralon, gergaji pemotong paralon, selang, pompa aquarium, solder, media tanam hidroponik, benih tanaman, dan wadah tanam dari gelas plastik. Semua bahan tersebut akan diolah dengan bantuan alat yang juga telah disediakan, seperti paralon yang akan dipotong dan dibuat lubang. Kemudian paralon tersebut pada satu sisi harus ditutup dengan penutup paralon dan sisi satunya lagi diberi sambungan paralon agar membentuk jalur air yang mengarah ke paralon lain. 2. Persiapan Pembuatan Lubang Paralon Proses selanjutnya dalam cara menanam hidroponik dengan paralon, Anda akan melubangi paralon dengan mesin bor, dilanjut dengan pembuatan jalur air. Apabila ini merupakan kali pertama Anda mencoba, disarankan untuk membuat dua jalur dulu saja menggunakan dua paralon . Pada pembuatan lubang mesin bor, Anda perlu juga menyiapkan alat pelubang mesin bor dengan ukuran yang sama seperti diameter gelas plastik. Beri jarak per 20 cm pada setiap lubang agar ketika tanaman tumbuh besar tidak akan berhimpitan dengan tanaman di sebelahnya. Kemudian, setelah dua paralon dilubangi dan disamakan panjangnya, Anda harus menutup salah satu lubang dengan penutup paralon, dan sisi lain dipasangi penyambung paralon. Pada paralon yang telah disambung, sisi lainnya juga ditutup dengan penutup paralon. Atau Anda bisa menutup kedua paralon dengan sambungan agar air dapat melakukan sirkulasi putar. 3. Persiapan Melubangi Gelas Plastik Gelas plastik yang akan dilubangi Anda samakan dulu jumlahnya dengan lubang yang ada pada paralon. Sebelumnya, Anda perlu mengingat untuk membiarkan satu lubang terbuka. Lubang yang dibiarkan kosong tersebut nantinya akan digunakan untuk pemberian nutrisi hidroponik buatan sendiri dalam bentuk larutan cair. Sekarang, Anda sudah bisa melanjutkan cara membuat hidroponik dengan paralon dengan membuat lubang pada gelas plastik. Panaskan solder listrik, kemudian buat lubang-lubang kecil pada bagian bawah dan sisi gelas. Apabila semua gelas dengan jumlah yang sesuai dengan lubang pada paralon telah dibuat, sekarang Anda bisa melanjutkan ke tahap semai benih. Selain menggunakan gelas plastik, Anda juga bisa menggunakan netpot sebagai wadah tanam hidroponik, lebih praktis dan Anda tidak perlu repot untuk melubanginya lagi. 4. Penyemaian Benih Tanaman Dalam Busa Media tanam yang bisa dipakai di dalam cara membuat hidroponik menggunakan paralon ini bukan hanya satu, tapi lebih baik Anda gunakan busa saja dikarenakan mampu menyerap air lebih lama. Ambil beberapa buah busa (seperti busa sofa), lalu potong kotak ukuran sedang atau disesuaikan dengan ukuran gelas. Pastikan busa tersebut bisa masuk ke dalam gelas plastik. Langkah berikutnya, Anda selipkan benih tanaman ke dalam busa. Anda bisa menanam beberapa jenis tanaman sekaligus. Setelah benih sudah disisipkan ke dalam busa, selanjutnya langsung saja Anda masukkan potongan busa yang telah berisikan bibit tanaman ke dalam gelas plastik. Masing-masing gelas dimasukkan satu busa saja. 5. Pemberian Larutan Nutrisi Rutin Setelah melewati proses keempat atau penanaman benih, sekarang Anda bisa langsung tuang air bersih yang belum bercampur dengan senyawa kimia ke dalam paralon lewat lubang paralon yang sengaja dikosongkan. Anda bisa menggunakan selang dengan pompa untuk memasukkan air ke dalam paralon. Yang perlu diingat adalah tinggi air jangan sampai memenuhi paralon. Pastikan ada sisa ruang agar tanaman juga memperoleh oksigen. Selanjutnya, Anda hanya perlu menunggu beberapa hari hingga tanaman mengalami pertumbuhan vegetatif atau generatif. Apabila sudah tampak tumbuh, berikutnya Anda sudah bisa memberikan larutan nutrisi yang telah dibuat dan siapkan secara rutin setiap hari. Jangan sampai tanaman tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya. Tunggu sekitar satu bulan atau sesuai dengan fase panen dari masing-masing jenis tanaman hidroponik yang Anda tanam. Selain dengan paralon, Anda juga bisa melakukan penanaman hidroponik dengan media botol bekas. Dengan melakukan budidaya tanaman tanpa media tanah dan bantuan pestisida, Anda bisa mengonsumsi hasil pertanian berupa sayur-sayuran atau buah-buahan yang aman dan menyehatkan bagi tubuh.