Loading...

MEMPERPANJANG KESEGARAN BUNGA POTONG KRISAN

MEMPERPANJANG KESEGARAN  BUNGA POTONG KRISAN
Krisan adalah bunga yang prospektif untuk dikembangkan di Indonesia, karena variasi tipe dan warna yang sangat banyak, dan nilai ekonomis yang baik sehingga banyak diminati masyarakat. Permintaan krisan domestik cukup tinggi di hari-hari besar keagamaan, hari valentine, hari ibu, dan hari-hari besar nasional lainnya. Krisan sebagai bunga potong yang baik bila : 1) Berwarna indah, mulus, bersih, tidak bernoda; 2) Bunga dapat bertahan lama setelah dipotong; 3) Tangkai bunga cukup panjang dan kuat; 4) Bunga tidak mudah rusak dalam pengepakan; 5) Daun berwarna hijau dan segar; dan 6) Bebas Organisme Pengganggu Tumbuhan. Penanganan pascapanen merupakan suatu kegiatan perlakuan terhadap bunga setelah panen sampai bunga itu diterima oleh konsumen. Penanganan pasca panen pada bunga potong krisan dilakukan untuk : 1) Memperkecil respirasi, 2) Memperkecil transpirasi, 3) Mencegah infeksi atau luka, 4) Menjaga performance, 5) Meningkatkan daya saing. Penanganan pascapanen yang baik dan benar pada krisan sebagai upaya menuju Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional adalah sebagai berikut : (a) Kematangan Bunga (Flower Maturity); (b) Persediaan bahan makanan; (c) Temperatur; (d) Persediaan air dan kualitas air; (e) Ethylene; (f) Kerusakan mekanis; (g) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Kesegaran bunga potong dapat diperpanjang dengan menggunakan larutan penyegar pengganti zat makanan setelah bunga dipotong dari induk tanaman, sehingga kesegaran, warna bunga, daun tidak cepat menguning, mendorong kuncup bungauntuk mekar, tidak cepat layu dan dapat bertahan lebih lama hingga 20 hari. Di pasar sudah banyak beredar larutan penyegar siap pakai, namun jika berkeinginan meramu sendiri juga lebih mudah dan biayanya lebih murah Bunga potong, seperti halnya bagian tanaman hidup lainnya, yaitu memerlukan air dan nutrisi untuk mempertahankan kesegarannya. Setelah bunga dipotong dari induk tanaman akan terhenti proses alamiah berupa kiriman air dan zat makanan dari akar, dan untuk kelang sungan hidupnya mengandalkan cadangan air dan nutrisi yang ada. Dengan sendirinya cadangan yang tersedia menjadi faktor pembatas bagi daya tahan bunga untuk tetap segar. Belum lagi faktor lingkungan berupa suhu dan kelembapan lingkungan yang tidak menguntungkan yang cenderung mempercepat kelayuan bunga. Oleh karena itu, diperlukan pengganti air dan nutrisi dari luar yang dapat digunakan untuk tambahan sumber energi bagi kelangsungan hidup bunga hingga waktu tertentu. Larutan penyegar bunga yang berisi nutrisi yang dilarutkan dalam air dan diberikan kepada bunga melalui tangkai dapat memperpanjang masa kesegaran bunga.Komponen yang dapat dipergunakan sebagai formula dasar berupa gula pasir dengan takaran 300-500 mg untuk setiap liter air. Pada dasarnya larutan yang berisi formula dasar tersebut sudah cukup, asaldibuat segarketika akan digunakan. Larutan penyegar bunga yang berisi nutrisi yang dilarutkan dalam air dan diberikan kepada bungayang dapat dibuat sendiri untuk bunga krisan adalah : Pada bungapotong krisan, untuk pulsing: bahan dan alat yang dipergunakan untuk pembuatannya adalah gula pasir dengan takaran 50 g dilarutkan dalam air hingga 1 liter, ditambahkan asam sitrat 300mg dan perak nitrat 50 ppm. Pulsing dikerjakan dengan cara merendamkan ujung tangkai bunga ke dalam larutan selama 16 jam. Akan lebih baik jika bunga yang sedang di-pulsing diletakkan dalam ruangan sejuk. Setelah pulsing, bunga dapat dibungkus atau dikemas untuk pengiriman. Setelah sampai di tempat pengiriman, bungkus dibuka dan bungadapat disegarkan kembali dengan cara membuang ujung tangkai sekitar 5cm, kemudian merendam ujung tangkai bungadalam air. Bunga krisan akan segarkembali dalam beberapa jam. Selanjutnya cara melakukan memperpanjang kesegaran bunga potong krisan adalah sebagai berikut; 1. Setelah dipotong atau dibeli dari florist, segera letakkan bunga dalam vas berisi air. Isi vas dengan air bersih hingga kira-kira 2/3 bagian vas. Hampir semua bunga segar membutuhkan air. Dalam satu hari, bunga mampu menyerap air hingga seperempat ukuran vas yang digunakan. 2. Semprot kelopak bunga dengan air, minimal tiga kali sehari. 3. Jangan biarkan air dalam vas kotor. Rajin-rajinlah melakukan penggantian. Potong sedikit ujung tangkai bunga setiap kali dilakukan penggantian air. 4. Berikan sedikit garam dalam air. Garam dapat membuat bunga segar lebih lama. 5. Hindarkan bunga dari sinar matahari langsung. Jauhkan juga dari benda-benda yang mengeluarkan panas. Hawa panas dapat menyebabkan dehidrasi sehingga bunga cepat kering dan layu. 6. Buang daun-daun atau batang yang mulai layu dan menguning. Hal ini dilakukan Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti dan bb_pascapanen@litbang.deptan.go.id bb_pascapanen,sulusi_p@litbang.deptan lainnya dari Google Sumber gambar : Foto:dalmadi