Kesegaran bunga potong mawar dapat diperpanjang dengan menggunakan larutan penyegar pengganti zat makanan setelah bunga dipotong dari induk tanaman, sehingga kesegaran, warna bunga, daun tidak cepat menguning, mendorong kuncup bungauntuk mekar, tidak cepat layu dan dapat bertahan lebih lama hingga 20 hari. Di pasar sudah banyak beredar larutan penyegar siap pakai, namun jika berkeinginan meramu sendiri juga lebih mudah dan biayanya lebih murah Bunga sering kali menjadi pilihan untuk mempercantik ruangan. Banyak orang memilih menggunakan bunga plastik karena bunganya tidak akan layu, perawatannya pun lebih praktis. Namun, tidak ada salahnya pada momen-momen tertentu, banyak pula orang-orang yang memilih untuk menghias ruangan dengan bunga segar (bunga potong), karena bunga segar memiliki tampilan lebih alami serta cantik dan wangi. Setiap bunga segar memiliki daur hidupnya masing-masing, tergantung jenisnya. Biasanya antara 2 dan 20 hari. Dengan perawatan yang benar, bunga segar dapat tampil segar lebih lama, paling tidak selama daur hidupnya. Bunga potong, seperti halnya bagian tanaman hidup lainnya, yang memerlukan air dan nutrisi untuk mempertahankan kesegarannya. Setelah bunga dipotong dari induk tanaman akan terhenti proses alamiah berupa kiriman air dan zat makanan dari akar, dan untuk kelang sungan hidupnya mengandalkan cadangan air dan nutrisi yang ada. Dengan sendirinya cadangan yang tersedia menjadi faktor pembatas bagi daya tahan bunga untuk tetap segar. Belum lagi faktor lingkungan berupa suhu dan kelembapan lingkungan yang tidak menguntungkan yang cenderung mempercepat kelayuan bunga. Oleh karena itu, diperlukan pengganti air dan nutrisi dari luar yang dapat digunakan untuk tambahan sumber energi bagi kelangsungan hidup bunga hingga waktu tertentu. Larutan penyegar bunga yang berisi nutrisi yang dilarutkan dalam air dan diberikan kepada bunga melalui tangkai dapat memperpanjang masa kesegaran bunga. Pada dasarnya bahan penyegar bunga berperan dalam memperpanjang masa segar, meningkatkan ukuran bunga mekar, menambah jumlah kuncupbunga yang akan mekar, mempertahankan warna bunga, dan memperlambat penguningan daun. Hal ini penting artinya dalam agribisnis tanaman hias. Melihat fungsinya, penyegar bunga dibedakan menjadi dua kelompok antara lain: 1. Larutan penyegar yang berfungsi sebagai cadangan nutrisi yang diberikan kepada bunga segera setelah panen selama beberapa jam, kemudian bungadibungkus dan pengepakan untuk selanjutnya dikirimkan ke kota tujuan. Pemberian penyegar seperti ini disebut pulsing. Penyegar umumnya berisi nutrisi dan antimikroba pada takaran yang lebihtinggi dan berguna untuk memberi bekal bagi makanan dan menghilangkan cemaran mikroba dari kebun. 2. Penyegar yang diberikan kepada bunga secara terus menerus dalam waktu yang lebih lama, misalnya selama pemajangan, yang disebut holding, biasanya berisi makanan dan antimikroba pada takaran rendah. Dengan adanya tambahan makanan dan zat antimikroba dari larutan penyegar, bunga tetap segar dalam waktu yang lebih lama. Zat antimikroba yang ada pada larutan penyegar dapat menjaga tangkai bunga agar tidak cepat membusuk dan mencegah penyumbatan pada pembuluh yang dapat menghambat penyerapan air. Aktivitas mikroba pada tangkai menghasilkan lendir yang menyumbat pembuluh. Dalam penerapannya sehari-hari, jika bunga sudah mendapatkan pulsing, cukup diberikan air untuk mempertahankan kesegarannya. Untuk bunga mawar Idole, pulsing menggunakan komposisi sukrosa 5 g, ditambah perak nitrat 20 ppm, dan asam sitrat 320 ppm, dilarutkan menjadi 1 liter dengan air suling, dengan perlakuan 12 jam. Jika pulsing dilakukan segera setelah panen, bunga tampil lebih segar dalam waktu lebih lama. Dari sisi konsumen, hal ini sudah setara dengan sejumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli bunga. Pembeli tentu saja mendambakan bunga yang tidak cepat layu. Sebenarnya, produsen atau pedagang bunga mendapat keuntungan dari penggunaan bahan penyegar. Jaminan bahwa bunga yang diproduksi dan diperdagangkan tetap bermutu tinggi dalam waktu yang relatif lama, sehingga mendapat kepercayaan dari konsumen, tentu merupakan keuntungan yang tak ternilai (Sulusi Prabawati) Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti dan bb_pascapanen@litbang.deptan.go.id bb_pascapanen,sulusi_p@litbang.deptan lainnya dari Google Sumber gambar : Foto:Martin