Selama ini tanaman cabai yang diusahakan petani rata – rata berumur enam bulan , semusim. Dengan umur tersebut biasanya tanaman hanya bisa dipetik sebanyak enam belas kali petikan atau paling banyak dua puluh kali. Setelah itu, umumnya tanaman cabai mulai menurun produksinya. Oleh karena itu, petani cabai kebanyakan hanya mempertahankan tanaman cabai pada umur tidak lebih dari enam bulan, paling lama delapan bulan. Dalam memperpanjang umur produktif cabai sebaiknya dihindari pemberian pupuk kimia yang berlebih.sisa dari kelebihan tersebut justru akan berdampak negative bagi penanaman selanjutnya, selain memperboros biaya pemupukan. Begitu juga pengobatan harus dilakukan tepat waktu dan komposisi yang digunakan harus tepat. Cara untuk Memperpanjang Umur Produktif Cabai Pada teknik budidaya ini ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Faktor – faktor yang harus diperhatikan tersebut adalah pengolahan tanah, pemeliharaan tanaman, dan cara pemanenan A. Pengolahan Tanah Tahap – tahap dalam pengolahan tanah yang perlu dilakukan, antara lain adalah :1. Tahap pertama pengolahan tanah ialah pembajakan dan pencangkulan. Ini berguna untuk menghaluskan tanah hingga gumpalan tanah menjadi betul – betul remah. Perlu diperhatikan bahwa pengolahan tanah yang baik menentukan umur masa panen. Pada tahap ini juga perlu dilakukan pengukuran Ph tanah. 2. Tahap kedua adalah pembuatan bedengan. Lebar bedengan sekitar 115 cm, tinggi antara 45 – 50 cm dengan lebar parit antara 50 -60 cm. panjang bedengan tergantung luas lahan. Nmun, sebaliknya tidak terlalu panjang, cukup 15 m.3. Setelah bedengan jadi, perlu ditambahkan campuran pupuk organik yang telah masak. Tiap hektarnya sebanyak 4 Kwintal ditambah TSP 4 kuintal yang dicampur dengan dolomite. Pencampuran hrus betul – betulo merata. Banyaknya dolomite yang diberikan ke bedengan sebaiknya di sesuaikan dengan pH Tanah.4. Penutupan bedengan dengan Mulsa Plastik, yang perlu diperhatikan adalah mulsa plastik warna hitam dihadapkan ke bawah, sedangkan warna perak menghadap ke atas. Warna hitam dapat menimbulkan kesan gelap sehingga dapat menekan pertumbuhan rumput atau gulma penganggu, sedangkan warna perak dapa memantulkan sinar matahari yang secara tidak langsung dapat menekan hama aphid, trips , dan tungau. Setelah bedengan tertutup rapi, dilakukan pembuatan lubang tanam, diameter 8 – 10 cm. B. Pemeliharaan Tanaman1. Pemupukan, Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur delapan hari setelah ditanam di lahan. Pada umur tersebut pupuk yang digunakan adalah pupuk cair, campuran NPK sebanyak 3 Kg dengan ZA 4 Kg yang dilarutkan dalam 200 liter air. 2. Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur delapan hari setelah ditanam di lahan. Pada umur tersebut pupuk yang digunakan adalah pupuk cair, campuran NPK sebanyak 3 Kg dengan ZA 4 Kg yang dilarutkan dalam 200 liter air. 3. Pada saat tanaman menginjak dewasa (umur dua belas bulan) atau setelah petik pertama, dilakukan pemupukan susulan dengan komposisi ZA, TSP, KCl, dan pupuk organik dengan perbandingan 1 : 2 : 1 : 1. Tingginya unsur P pada komposisi tersebut dimaksudkan untuk memperkuat perakaran tanaman. Dengan perakaran yang kuat, diharapkan penyerapan unsur hara oleh tanaman dapat berjalan lebih optimal. Pupuk susulan ini diberikan pada tugalan di kanan dan kiri batang, kira – kira berjarak 15 cm dari batang. Dosis pemberian 30 gram/batang.4. Memberikan Suplemen Organik Tanaman atau SOT HCS yang merupakan suplemen untuk pertanian dengan dosis 5 tutup botol SOT dilarutkan dengan 14 liter air, diberikan ke tanaman sebanyak 3 x penyemprotan berturut-turut jarak 10 hari sekali C. Cara Pemanenan Setelah tanaman berumur sekitar dua bulan setelah tanam atau buah pertama mulai memerah, pemanenan pertama sudah bisa dilakukan. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Hal ini untuk menjaga kesegaran buah, selain itu pemetikan pagi hari akan memperberat timbangan buah Karena belum banyak kandunagn air yang menguap. Proses pemetikan ini biasanya dilakukan tiap tiga hari sekali. Cara pemetikan yang benar tidak asal tarik. Buah dipegang, kemudian didongakkan ke atas. Dengan cara ini buah akan putus dengan mudah tanpa merusak cabang tanaman. Cara pemanenan yang dilakukan dengan baik sedikit banyak akan membanu memperpanjang umur tanaman cabai. Sumber : 1. Wahyu Dwi Widodo. Memperpanjang umur produksi Cabai 60 kali petik. Penebar Swadaya.2014.2. http://www.socfermentasipakan.com/memperpanjang-umur-produktif-cabai/3. yudhasaiyo.blogspot.com/2012/05/pembelahan-mulsa-pada-cabay-kopay.html Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id