Hidroponik sejatinya merupakan sebuah sistem pertanian yang memberdayakan air sebagai zat pengganti tanah. Kemudahan inilah yang kemudian mulai dilirik masyarakat untuk beralih dari sistem pertanian konvensional dan mengembangkan cara bercocok tanam hidroponik sebagai peluang usaha. Lalu, bagaimana caranya bisa menghasilkan pundi-pundi uang setiap bulan dari bisnis hidroponik? Menggali informasi Sebelum Memulai Usaha Hidroponik Tentukan segmentasi pasar yang dituju, biasanya untuk produk hidroponik segmentasi pasar yang dituju adalah kalangan ekonomi menengah keatas, mengingat produksi sayuran/buah hidroponik memerlukan biaya yang cukup tinggi sehingga harga jual produk disesuaikan dengan biaya produksi. Jenis komoditi yang ditanam, lokasi usaha juga memerlukan pendalaman informasi sebelum memulai usaha hidroponik karena akan sangat berpengaruh pada keberhasilan usaha kedepan. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi sayuran atau buah berkualitas menjadi bahan pertimbangan pemilihan jenis komoditi yang dibutuhkan masyarakat serta segmentasi pasar yang akan disasar. Sumber perlengkapan dan saprotan serta SDM/tenaga kerja menjadi acuan untuk mengkalkulasi efisiensi biaya produksi yang akan dikeluarkan. Jika memulai usaha hidroponik dalam skala yang besar maka dukungan pelaku usaha/stake holder menjadi bahan pertimbangan yang tidak bisa diabaikan agar usaha hidroponik yang kita rilis bisa berhasil. Mencari informasi kebutuhan sayuran daun dari target pasar yang sudah kita tentukan Mengadakan Analisis kelayakan usaha (feasibility study) usaha berdasarkan informasi kebutuhan sayuran yang sudah fix di didapat jumlah dan frekuensi kebutuhannya Jumlah lahan yang dibutuhkan menghitung komponen biaya investasi awal seperti pembangunan greenhouse, sistem hidroponik, dll Menghitung biaya operasional yang harus disediakan untuk memenuhi target produksi (tenaga kerja, saprodi) Menghitung luas lahan yang dibutuhkan berdasar permintaan sayuran Contoh Komoditi : Kangkung Produktivitas = 2kg/m2 Umur panen ; 20 hari Permintaan, misal 15 kg/hari Luas lahan yang diperlukan: 15kg/ 2kg/m2 =7,5 m2, artinya setiap hari dibutuhkan area tanam seluas 7,5 m2 Agar kontinuitas terjaga, dengan umur panen 20 hari, maka diperlukan 21 area tanam masing2 seluas 7,5 m2. Jadi total lahan yang dibutuhkan adalah 7,5 m2 x 21 = 158 m2 Memberikan sampel sayuran sesuai permintaan Membuat MOU/ kontrak perjanjian kerjasama: kapan mulai pengiriman, jumlah pengiriman, harga, teknik pengiriman, dsb, sehingga ada kepastian dan pegangan untuk memulai produksi sayuran hidroponik Mulai bergerak ....!! Penulis : Indra Setyo W, SP Penyuluh Pertanian BPP Ciawi