Loading...

Menari Tea Eku di Penutupan PEDA KTNA XV NTT, PPL Kabupaten Nagekeo Menyampaikan Salam Perpisahan dan Ucapan Terima Kasih

Menari Tea Eku di Penutupan PEDA KTNA XV NTT, PPL Kabupaten Nagekeo Menyampaikan Salam Perpisahan dan Ucapan Terima Kasih
Tiga hari terakhir (19 – 20 April 2017) Kota Mbay Kabupaten Nagekeo mendadak penuh sesak dengan kunjungan warga dari berbagai pelosok desa dan kontengen dari 21 kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur menyaksikan dan mengikuti Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) XV Tingkat Provinsi NTT. Siang hari terisi dengan berbagai kegiatan seperti perlombaan, asah terampil, kunjungan lapangan dan malam hari berbagai sanggar dan grup seni budaya mengunjuk kebolehannya di atas panggung utama Lapangan Berdikari Danga. Suksesnya kegiatan ini diraih berkat kerja sama semua pihak dalam jajaran Pemerintah Kabupaten Nagekeo dengan masyarakat, baik KTNA itu sendiri maupun para warga RT seibukota Mbay. Menariknya, di tengah sibuk-lelahnya sebagai Panitia Pelaksana, Tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian tidak kekurangan waktu dan tenaga untuk membingkiskan kado istimewah terutama bagi tetamu. Dua ibu-ibu Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) turun langsung memimpin Tari Tea Eku. Mereka adalah Maria Yane Ule Io (BPP Aetoro Kecamatan Mauponggo) dan Matilde Aso (BPP Danga Kecamatan Aesesa). Berbalut pakaian adat Nage yang eksotik, para penari berhasil membuat terpukau para penonton selama 15 menit. Sebelum naik pentas, Tilde, demikian Kepala BPP Danga sehari-hari dipanggil, bertutur bahwa Tea Eku biasa dibawakan oleh perempuan pada ritual pembuatan rumah adat. Gerakan kaki mengikuti bunyi gong-gendang. Tea sendiri berarti getar (baca: bunyi). Lambaian gemulai sapu tangan berwarna kuning (Eku) sekan berat ucapkan selamat jalan dan terima kasih kepada para peserta. Gerakan kaki dan sapu tangan yang berpadu dalam konteks ini berpesan kepada seluruh peserta bahwa apabila PPL dan kelompoktani dapat menciptakan sinergi dan harmoni maka berbagai persoalan dalam berusahatani akan dapat dipecahkan. Dua orang PPL penari lainnya adalah Vivi Katarina Loda dan Maria Beatrix Noi. Keduanya menyatakan kalau demi mengenalkan Nagekeo mereka sangat bersemangat jika dipercayakan membawakannya di ajang Pekan Nasional KTNA di Aceh Bulan Mei mendatang. Setelah sebelumnya juga diisi dengan berbagai penganugerahan tanda penghargaan dan hadiah, kegiatan PEDA KTNA XV Tingkat Provinsi NTT ini akhirnya ditutup dengan resmi oleh Bupati Nagekeo, Elias Djo, mewakili Gubernur NTT. Selanjutnya sesuai hasil Rembug KTNA, empat tahun lagi kegiatan yang sama ditetapkan dilaksanakan di Kabupaten Belu.(Ignasius Sengsara).