Loading...

MENATA PUAP MENUJU KOPERASI

MENATA PUAP MENUJU KOPERASI
Program PUAP adalah program pemberdayaan petani berbasis pendampingan. Dana ini diluncurkan pertama kali pada Tahun 2008. Program ini sangat bermanfaat bagi petani untuk mengembangkan usaha produktif dibidang pertanian. . Program ini dijalankan oleh petani yang tergabung dalam kelompok-kelompok tani yang biasa disebut poktan. Kelompok tani ini lalu bergabung dalam satu wadah bernama gabungan kelompok tani yang merupakan satu kesatuan dalam kepengurusan. Gabungan kelompok tani atau biasa disebut gapoktan ini memiliki kepengurusan yang bertanggung jawab kepada seorang pendamping. Dari dana seratus juta rupiah inilah para petani yang tergabung sebagai anggota gapoktan menerima dana untuk melakukan usaha agribisnis didesanya masing masing. Setiap petani mendapat dana tergantung dari rencana usaha kelompok (RUK) yang dibuat berdasarkan rencana usaha anggota (RUA). Setiap petani mendapatkan dana pengembangan sesuai dengan rencana usaha yang diajukan dan disetujui dalam rapat bersama. Setelah mendapat dana pengembangan, petani tersebut harus melaporkan perkembangan usaha termasuk perkembangan keuangan. Apakah berkembang positif atau malah negatif alias gulung tikar. Seperti program pemerintah lainnya. Apalagi ada uang dengan jumlah cukup besar. Program yang sejatinya untuk meningkatkan kesejateraan para petani malah jadi pinjaman yang bersifat konsumtif itulah hambatan yang dihadapi dilapangan. Masalah yang sering timbul adalah badan pengurus gapoktan tidak jujur sehingga dana pengembangan tak jelas pembagiannya. Tak jelas peruntukannya. Hanya berputar pada lingkungan keluarga besar dipengurus gapoktan. Bahkan ada ditemui bendahara gapoktan meminjam dan menyalahgunakan dana untuk kepentingan pribadi Bahkan ada beberapa gapoktan yang berhasil menuntaskan perkembangannya hingga menjadi lembaga keuangan mikro agribisnis (LKMA). LKMA memang lebih mirip dengan koperasi . Karena memang badan hukum LKMA didapat dari dinas koperasi. Walau banyak hambatan dilapangan ditengah karakter dan mental oknum petani yang tidak jujur masih ada prestasi yang berhasil diukir para petani dalam mengembangkan program PUAP. Ditengah dana yang tidak berkembang dan macet ditangan petani atau pengurus gapoktan masih ada beberapa gapoktan yang berkembang. Ada poktan yang terus menyalurkan dana atau membangun usaha produktif. Ada juga anggota poktan yang berhasil membangun usaha produktif yang berasal dari dana PUAP. Ada gapoktan yang berhasil mengelolah dana BLM PUAP menjadi Koperasi yaitu Gapoktan Sehati Kelurahan Lewoleba Timur Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. Dana BLM PUAP tersebut diluncurkan pada tahun 2013 dengan jumlah anggota peminjam sebanyak 40 orang. Pertemuan dan pencicilan dilaksanakan setiap tanggal 20 dalam bulan. Itulah jatuh bangunnya dana BLM PUAP yang banyak dihadapi oleh para penyuluh dilapangan., OLEH: GLORIYANA BOLY.SST / KELURAHAN SELANDORO DAN LEWOLEBA TIMUR. PENYULUH PERTANIAN MUDA BPP NUBATUKAN