Di tengah pandemi corona yang sedang berlangsung dimana sektor pariwisata di Bali mengalami goncangan yang sangat berat maka sektor pertanianlah yang masih eksis untuk dapat mengurangi beban kebutuhan hidup masyarakat. Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan Tahun 2020 di subak-subak yang berada di wilayah DAS Tukad Penet (DI Munggu) adalah kegiatan perbaikan terowongan dan saluran irigasi yang rencananya dilaksanakan pada awal bulan Mei 2020. Dengan adanya kejadian luar biasa corona dan belum pastinya kapan kegiatan tersebut dilaksanakan maka para pekaseh yang berada di DI Munggu bersepakat untuk mengadakan pertemuan dengan pihak terkait membicarakan tentang hal tersebut. Bapak Perbekel Desa Munggu segera menyikapi apa yang menjadi keresahan dari para pekaseh dan masyarakat tani dengan memfasilitasi pertemuan koordinasi untuk mencari solusi terbaik bagi ke dua belah pihak di tengah pandemi penyakit corona. Pertemuan dilaksanakan di Kantor Desa Munggu pada hari Selasa Tanggal 21 April 2020 yang dihadiri oleh Perbekel Desa Munggu, PPK Irigasi BWS BP beserta staf, Kasie Kesra Desa Munggu, Penjaga Bendung Selingsing, Penyuluh pertanian bersama 5 Pekaseh yang ada di DI Munggu. DI Munggu mewilayahi 5 subak seluas 866,70 Ha yang terdiri dari Subak Munggu (254 Ha), Subak Cemagi Anyar (128,90 Ha), Subak Cemagi Let (327,80 Ha), Subak Munggu Tegallantang (113 Ha) dan subak Kedungu (43 Ha). Dalam pertemuan tersebut Perbekel Desa Munggu Bapak I Ketut Darta menyampaikan adanya pertanyaan dari masyarakat tani tentang kejelasan proyek irigasi di tengah menyebarnya penyakit corona, yang mana penyakit ini juga berdampak pada banyaknya tenaga kerja yang dirumahkan maupun ada juga yang di PHK. Harapan terbesar dari masyarakat hanya pada sektor pertanian. Berdasarkan kesepakan pekaseh yang mengadakan pertemuan di rumah Perbekel Munggu diharapan bantuan pusat berupa perbaikan terowongan dan saluran irigasi yang direncanakan pengerjaannya pada awal bulan Mei 2020 bisa ditunda sesuai dengan kesepakan yang akan diambil nanti oleh para pekaseh. Penundaan pelaksanaan kegiatan akan sangat membantu para petani dalam berusaha tani untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya serta dapat membantu masyarakat ekonomi lemah untuk dapat tetap eksis di tengah pandemi corona. Pekaseh subak Munggu Tegallantang I Gusti Ngurah Adi Suta dan Pekaseh Cemagi Let I Wayan Suwetra juga menyampaikan hal yang sama yaitu mohon agar kegiatan perbaikan di DI Munggu dapat ditunda sementara ditengah pandemi corona ini karena sektor pertanian ini sangat diharapkan setelah sektor pariwisata mengalami hambatan. PPK Irigasi BWS BP Bapak Gede Lanang Sunu Perbawa menyampaikan bahwa silakan dilanjutkan dulu kegiatan penanaman padi di subak-subak yang ada DI Munggu sambil menunggu instruksi lebih lanjut tentang kegiatan keproyekan tersebut dari pusat. Jika nanti sudah ada kepastian pelaksanaannya maka akan diadakan lagi sosialisasi untuk mencari solusi dalam pelaksanaannya di lapangan sehingga kegiatan keproyekan dan bercocok tanam bisa sama-sama berjalan dan bermanfaat dengan tidak merugikan petani. Setelah adanya penjelasan dari PPK Irigasi BWS BP maka Para pekaseh yang berada di DI Munggu bersepakan untuk melaksanakan pola tanam padi yang dimulai dari akhir bulan Mei di seluruh subak yang ada di DI Munggu. Sri Nurhudiah PP Madya Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Badung