Loading...

MENCEGAH TANAMAN JERUK TERSERANG CVPD

MENCEGAH TANAMAN JERUK TERSERANG CVPD
MENCEGAH TANAMAN JERUK TERSERANG CVPDMemang benar bahwa penyakit CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) sangat ditakutkan petani jeruk karena penyakit ganas ini pada pertengahan tahun 1980-an pernah menghancurkan pertanaman jeruk di sebagian besar sentra produksi di Indonesia. Informasi dari Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Badan Litbang Pertanian Kementan menyebutkan bahwa penyakit CVPD yang disebabkan oleh bakteri Liberobacter asiaticum itu dapat ditularkan lewat benih yang telah terinfeksi dan oleh serangga penular Diaphorina citri. Agar kebun jeruk kita terbebas dari penyakit CVPD maka strategi pengendalian penyakit CVPD yang berupa paket teknologi Pengendalian Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) harus diterapkasn secara utuh. Paket teknologi dimaksud meliputi :a) Penggunaan benih jeruk berlabel bebas penyakit,b) Pengendalian vector CVPD,c) Sanitasi kebun yang baik,d) Pemeliharaan kebun yang optimal,e) Koordinasi penerapan komponen teknologi tersebut di atas.Petani kini sebenarnya sudah banyak yang menyadari bahwa menanam bibit jeruk yang bermutu akan dapat menghasilkan pohon-pohon jeruk yang tegar dan seragam, pemeliharaan kebun menjadi lebih efisien, produktivitas dan mutu buah terjamin serta masa produksi akan lebih lama.Yang disebut benih jeruk bermutu disini adalah benih jeruk berlabel biru, bebas penyakit dan tahapan proses produksinya berdasarkanprogram pengawasan dan sertifikasi benih yang berlaku.Namun harus diingat bahwa penggunaan benih jeruk berlabel bebas penyakit CVPD tidak berarti tanaman akan benar-benar tahan terhadap penyakit CVPD, karena setelah ditanam di lapang kemungkinan masih bisa terinfeksi lagi oleh penyakit CVPD. Jadi memang penerapan paket teknologi PTKJS merupakan hal yang penting jika diinginkan tanaman jeruk kita terbebas dari penyakit mematikan tersebut.Oleh :Maryana, SPPenyuluh Pertanian Lapangan BPP Kec. Punggelan.