Loading...

MENDUKUNG PAJALE PETANI KALIANDA MELAKUKAN STUDY BANDING KE LAMPUNG TIMUR

MENDUKUNG  PAJALE PETANI KALIANDA MELAKUKAN STUDY BANDING       KE LAMPUNG TIMUR
Dalam rangka upaya mensukseskan program pemerintah untuk mencapai swasembada kedele, berbagai strategi ditempuh oleh jajaran Kementrian Pertanian, mulai dari Gerakan Pelaksanaan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), Program perluasan Areal Tanam (PAT) sampai kepada program pendukung seperti perbaikan jaringan irigasi, dan bantuan pupuk melalui program Optimasi Lahan dll. Dari sisi sumberdaya manusia, Pemerintah melalui Balai Diklat Pertanian banyak menyelenggarakan berbagai pelatihan yang bersifat teknis, baik bagi petugas maupun bagi petani, namun upaya tersebut ternyata belum cukup. Perlu ada upaya lain untuk meningkatkan kompetensi petani diberbagai komoditas baik padi, jagung maupun kedele.Salah satu upaya yang dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamtan Kalianda adalah menyelenggarakan Studi Banding bagi petani pelaksana program peningkatan produksi kedele di Kecamatan Kalianda. Studi Banding dilaksanakan pada hari Rabu 27 Mei 2015, dengan tujuan Desa Rejo Binangun Kecamatan Raman Utara Lampung Timur. Peserta Studi Banding berjumlah 45 orang berasal dari 3 Desa di Kecamatan Kalianda bersama pendamping dari BP4K 1 orang, 4 orang dari BP3K dan 1 orang dari unsur TNI.Dalam sambutannya Kepala BP3K Kalianda, A.Nasih Alqudzi mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan dan menimba ilmu serta pengalaman dari petani setempat tentang komoditas kedele. Harapannya setelah kembali ke Kalianda para petani dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang diperolehnya di lokasi masing-masing.Sementara itu Kepala BP3K Kecamatan Raman Utara Tri Wiguno mengatakan kebanggaannya karena petani binaannya mendapat kunjungan dari petani Lampung Selatan. Mudah-mudahan kunjungan ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Lebih jauh Tri Wiguno mengatakan bahwa hamparan kedele di Desa Rejo Binangun setiap tahunnya tidak kurang dari 200 ha. Bahkan tahun ini secara umum Kecamatan Raman Utara mendapat target GP-PTT dan PAT seluas 1.600 ha. Ini membuktikan bahwa para petani dan Desa Rejo Binangun Khususnya dan umumnya Kecamatan Raman Utara sudah akrab dan terbiasa dengan komoditas kedele. Terbukti pada tahun 2013 yang lalu Gapoktan di Desa tersebut meraih juara I nasional tentang perkedelaian dan memperoleh berbagai hadiah dari Kementrian Pertanian.Menurut Tri Wiguno sebenarnya tidak sulit bagi pemerintah untuk meraih predikat Swasembada Kedele, ada 3 faktor utama yang harus pendapatkan perhatian dari pemerintah yaitu : 1. Ketersediaan benih yang berkualitas, 2. Ketersediaan pupuk yang cukup, 3. Ada jaminan harga untuk menggairahkan petani untuk terus menanam kedele.Oleh : Asep,S.ST. (Penyuluh Pertanian Muda BP4K Lam-Sel)