MENDUKUNG UPSUS PAJALE BPP KECAMATAN CIBATU KABUPATEN GARUT PERCEPAT TANAM JAGUNG DI LAHAN BPP
Di penghujung musim hujan, khususnya di lahan tadah hujan, acapkali memberikan tantangan tersendiri bagi para petani terkait komoditas yang hendak mereka tanam. Komoditas yang memiliki adaptasi bagus di musim kemarau, seperti jagung, menjadi salah satu pilihan yang rasional bagi petani. Hanya saja bercocok tanam jagung dalam kondisi lingkungan yang kering juga tetap memerlukan perhatian khusus agar hasilnya optimal. Makanya Adeoleh, selaku koordinator penyuluh bersama para penyuluhnya mempercepat tanam jagung di masa tanam kedua.Hal ini kerap dilakukan mengingat kecamatan Cibatu termasuk daerah yang paling awal mengalami muism kemarau dan di akhir mengalami musim hujan, sehingga teknik mempercepat dengan pola tanam yang sesuai akan bisa mengejar optmalisasi lahan.Untuk pengolahan lahan, kondisi tanah dan kecukupan air patut menjadi pertimbangannya. Menurut Adeoleh, pada kondisi air yang sangat terbatas, pengolahan dan persiapan lahannya diupayakan optimal agar sifat konservasi tanah terhadap air tidak berkurang."Pada tanah ringan dan sedang sebaiknya dilakukan olah tanah minimum. Dimana barisan tanam diolah dan dibuat alur-alur untuk mempermudah kegiatan pengairan," terang Adeoleh.Sementara untuk memenuhi kebutuhan air, Adeoleh menganjurkan untuk melihat tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tanaman jagung itu sendiri. "Saat kekurangan air, tanaman jagung memiliki mekanisme menggulung daun untuk mengurangi laju penguapan. Selain itu, lapisan olah tanah juga pasti tampak kering. Saat inilah perlu dilakukan pengairan," terangnya.Patokan pemberian kebutuhan air pada tanaman jagung bisa mengacu pada fase-fase kritis tanaman, yaitu: fase perkecambahan, pembungaan, dan pengisian biji. Yang penting, pada fase-fase tersebut kebutuhan air tanaman jagung harus terpenuhi dengan baik agar pertumbuhan dan hasil akhir tanaman bisa tetap optimal. (Adeoleh - Koodinator Penyuluh Cibatu)