Menentukan Kebutuhan Unsur Nitrogen Dengan Bagan Warna Daun (bwd)
Pemberian hara dalam bentuk pupuk dapat dilakukan berdasarkan fase pertumbuhan tanaman, ataupun dengan melihat penampilan tanaman di lapangan. Salah satu cara pemberian pupuk Urea pada tanaman padi adalah dengan mengawasi perubahan warna daun dengan bantuan alat yang dinamakan bagan warna daun (BWD). Bagan warna daun berupa alat berbentuk “kartu” yang memiliki warna dari hijau muda sampai hijau tua, dengan skala 1 – 4 atau 1 – 6. Cara menggunakan Bagan Warna Daun (BWD): Ambil secara acak sebanyak 15 – 20 rumpun contoh, Kemudian cocokan warna daunnya dengan warna hijau pada alat BWD. Jika rata-rata pengamatan warna hijau daun berada di skala warna 3 atau lebih rendah lagi (pada BWD 4 skala) atau di skala 4 atau lebih rendah lagi (pada BWD 6 skala) maka tanaman segera dipupuk N (Urea dan sejenisnya) karena tanaman telah mengalami lapar hara N atau kekurangan hara N. Jila pada monitoring BWD diperoleh rata-rata lebih dari skala 3 (pada BWD 4 skala) atau lebih dari skala 4 (pada BWD 6 skala), maka tanaman tidak perlu diberi pupuk N (Urea) karena tanaman masih mampu memperoleh hara N dari tanah. Monitoring pemberian pupuk dengan alat BWD dilakukan sejak 14 HST sampai fase berbunga (63 HST) setiap 7 hari sekali. Banyaknya penambahan Urea, bila terjadi kekurangan hara N adalah 70 kg Urea/ha. Berdasar pengalaman cara pemberian Urea seperti itu dapat dihemat rata-rata 100 kg/ha tanpa menurunkan hasil gabah. Dosis, Jenis Pupuk dan Waktu Pemupukan Tanaman Padi Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara terjadwal berdasarkan fase pertumbuhan tanaman padi. Pemupukan secara terjadwal dapat mencegah tanaman kekurangan unsur hara, karena pemberian pupuk dilakukan pada waktu dan dosis yang tepat pada setiap fase pertumbuhan tanaman. Pupuk nitrogen atau urea diberikan 3 kali agar pemberian pupuk N menjadi lebih efesien terserap oleh tanaman padi. Sedangkan pemberian pupuk KCl dilakukan 2 kali, agar proses pengisian gabah menjadi lebih baik dibanding dengan satu kali pemberian bersamaan dengan pupuk Urea pertama. Berikut ini dosis, jenis pupuk dan waktu pemupukan pada tanaman padi hibrida ; Pupuk susulan I; Pemupukan susulan pertama diberikan ketika tanaman padi berumur 7 – 10 HST. Pupuk yang digunakan adalah 75 kg pupuk Urea, 100 kg pupuk SP-36 dan 50 kg pupuk KCl per hektar. Pupuk susulan II: Pemupukan susulan kedua diberikan ketika tanaman padi berumur 21 HST. Pupuk yang digunakan adalah 150 kg pupuk Urea per hektar. Pupuk susulan III; Pemupukan susulan ketiga diberikan ketika tanaman padi berumur 42 HST. Pupuk yang digunakan adalah 75 kg pupuk Urea dan 50 kg pupuk KCl per hektar. Disusun Oleh : Neni Nirwana Admin SMIPP BPP Kecamatan Banjaranyar Kab. Ciamis