Panen adalah memetik hasil tanaman padi sesuai dengan kriteria tingkat kemasakan dengan tujuan untuk mendapatkan gabah pada tingkat kematangan optimal, mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin. Pemanenan padi tidak akan menguntungkan dan memuaskan jika prosesnya dilakukan dengan cara yang kurang benar dan pada umur panen yang tidak tepat, dimana susut dapat terjadi karena ada gabah yang rontok di lahan. Ketepatan waktu untuk melakukan panen sangat menentukan kualitas butir padi dan kualitas beras. Panen terlalu awal dapat menyebabkan persentase butir hijau tinggi yang berakibat sebagian biji padi tidak terisi atau rusak saat digiling. Sedangkan panen terlalu lambat / penundaan panen menyebabkan hasil berkurang karena butir padi mudah lepas dari malai tercecer di sawah atau beras pecah saat digiling. Oleh karena itu perlu diketahui fase-fase pemasakan bulir padi, penentuan saat panen dan cara panen. Penentuan Kriteria Tingkat Kemasakan. Proses pemasakan bulir padi terdapat 4 stadia masak yaitu :1. Stadia masak susuTanda-tandanya adalah: tanaman padi masih berwarna hijau tetapi malai-malainya sudah terkulai; ruas batang bawah kelihatan kuning; gabah bila dipijit dengan kuku keluar cairan seperti susu; stadia masak susu terjadi pada saat 10 hari setelah fase berbunga merata.2. Stadia masak kuningTanda-tandanya; seluruh tanaman tampak kuning; dari semua bagian tanaman, hanya bulu-bulu sebelah atas yang masih hijau; isi gabah sudah keras, tetapi mudah pecah dengan kuku; stadia masak kuning terjadi 7 hari setelah stadia masak susu.3. Stadia masak penuhTanda-tandanya; buku-buku sebelah atas berwarna kuning sedang batang-batang mulai kering; isi gabah tidak dapat/sukar dipecahkan; pada varietas-varietas yang mudah rontok stadia ini belum terjadi kerontokan; stadia masak penuh terjadi 7 hari setelah stadia masak kuning.4. Stadia masak matiTanda-tandanya: isi gabah keras dan kering; varietas yang mudah rontok pada stadia ini sudah mulai rontok; stadia masak mati terjadi 6 hari setelah masak penuh. Saat panen untuk gabah konsumsi sebaiknya dilakukan pada stadiamasak kuning sedang gabah untuk benih, dipanen pada stadia masak penuh.Adapun Tanda-tanda padi siap panen adalah:a. 95 % gabah sudah menguning dan daun bendera telah mengeringb. Umur optimal malai 30 – 35 hari terhitung sejak hari sesudah berbunga (HSB)c. Kadar air berkisar 21 – 26 %d. Kerontokan gabah sekitar 16 – 30 % (Cara mengukurnya dengan meremas malai dengan tangan).Cara PanenCara panen padi tergantung kepada alat perontok yang digunakan. a. Ani-ani umumnya digunakan petani untuk memanen padi lokal yang tahan rontok dan tanaman padi berpostur tinggi dengan cara memotong pada tangkainya. b. Cara panen padi varietas unggul baru dengan sabit dapat dilakukan dengan cara potong atas, potong tengah atau potong bawah tergantung cara perontokannya. c. Cara panen dengan potong bawah, umumnya dilakukan bila perontokannya dengan cara dibanting/digebot atau menggunakan pedal thresher. d. Panen padi dengan cara potong atas atau potong tengah bila perontokannya dilakukan dengan menggunakan mesin perontok.Penulis : Nurul Ashar ( PP Madya pada KJF Dispertan)Sumber :Anonimus, 2002. Program Intensifikasi padi Sawah melalui Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). BPTP. Jawa Tengah.Balitbangtan. Deptan.Anonimus. 2017. http://dasar-pertanian.blogspot.com/2017/04/tanda-tanda-padi-siap-untuk-di-panen.html diunduh tanggal 24 Juli 2018.Anonimus, 2017. Tanda-Tanda Padi Siap Untuk Di Panen. https://petaniberas.blogspot.com/2017/07/tanda-tanda-padi-siap-untuk-di-panen.html. diunduh tanggal 24 Juli 2018.