MENERAPKAN PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI Ditulis Oleh HASMIZAL Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Blang Dalam Insektisida nabati atau insektisida botanis berasal dari tumbuhan. Insektisida ini sebenarnya telah lama dikenal masyarakat. Berikut ini beberapa insektisida nabati penting. 1. AzadirachtinMerupakan bahan aktif bersifat insektisida yang diekstrak dari biji tanaman mimba (Azadirachta indica). Ektrak ini juga mengandung zat-zat lain seperti nimboloid, nimbin, dan salanin yang bekerja sebagai antagonis. Oleh karena, pestisida ini sangat mempengaruhi pergantian kulit serangga. Oral LD50 (tikus) > 5000 mg/kg, LD50 dermal (kelinci) > 2000 g/kg, LC50 inhali (tikus) 0.0235 mg/l udara. 2. NikotinMerupakan zat bersifat insektisida yang berasal dari temabakau (Nicotiana tabacum). Bubuk tembakau (tobacco dust) telah digunakan sebagai insektisida sejak tahun 1763. Nicotin merupakan racun saraf yang bekerja sebagai antagonis dari reseptor nikotin asetil kolin. Nikotin merupakan insektisida non-sistemik dan bekerja sebagai racun inhalasi dengan sedikit efek sebagai racun perut dan racun kontak. Nikotin bekerja sangat cepat dan merupakan racun yang sangat toksik bagi hewan tingkat tinggi. LD50 (tikus) 50-60 mg/kg, dosis oral yang mematikan untuk manusia sekitar 40-60 mg. Nikotin juga bersifat toksik jika berkontak dengan kulit karena nikotin mudah diserap kulit. Nikotin cepat sekali terurai dilingkungan sehingga tidak bisa melindungi tanaman dalam jangka panjang. 3. PiretrumAdalah nama umum dari serbuk bunga Chrisantemum (Tanacetum spp) yang dikeringkan (Dalmatian powder). Beberapa species Chrisantemum yang digunakan untuk memproduksi pyrethrum yang utama adalah C. cinerariaefolium, C. coccineum, C. roseum, dan C. carneum. Beberapa zat aktif yang mengandung piretrum adalah piretrin I dan II, sinerin I dan II, serta jasmolin I dan II. Piretrum merupakan racun kontak non-sistemik, bekerja sebagai racun saraf, serta menyebabkan paralis dan kematian serangga. Pada kondisi normal serbuk ini tidak berbahaya bagi mamalia. Piretrin cepat terurai di lingkungan dan peka terhadap sinar matahari sehingga kurang cocok untuk penggunaan di lapangan. Oral LD50 (tikus) sebesar 1.030 (b) – 2.370 (j) mg/kg, LD50 dermal tikus > 1.500 mg/kg (menyebabkan iritasi kulit dan mata ringan), LC50 inhalasi (4 jam tikus) 3.4 mg/l udara, NOEL (tikus) 100 mg/kg diet, dan ADI 0.04 mg/kg bb.T. cinerariifolium disebut Dalmatian chrysanthemum, dilaporkan berasal dari daerah Balkan (Dalmatia). Bunga Chrisantenum ini berwarna putih dengan warna kuning dibahagian tengah. Daun berwarna hijau biru dengan tinggi tanaman 45-100 cm. Bunga mengandung komponen aktif disebut pyrethrins. Biji nya mengandung oleoresin. Pyrethrins menyerang system syaraf serangga dan mencegah gigitan nyamuk. Pyrethrin juga memiliki efek penolak (insect repellent). Senyawa yang dikandung Chrysantenum dapat mematikan ikan tetapi kurang toxic terhadap mamalia dan burung, tetapi tidak persisten dilingkungan, mudah terdekomposisi dan terurai . C. coccineum, adalah chrysanthemum dari Persia adalah tanaman perennial asli dari Caucasus. Tinggi tanaman anatara 30 sampai 60 . Berbunga pada bulan Juni sampai Juli. Tanacetum cinerariifolium Tanacetum coccineum 4. RotenonDiperoleh dari akar tuba (Derris elliptica dan D. malaccensis) serta tanaman lain seperti Lonchocarpus sp, dan Tephrosia sp. Rotenon merupakan insektisida selektif, non sistemik, bersifat racun kontak dan racun perut, serta bekerja sebagai racun saraf yang bekerja pada transpor elektron. Rotenon juga memiliki efek sebagai akarisida. Dari rotenon bisa di isolasi 4 senyawa aktif insektisida yaitu : deguelin, illipton, sumatrol, dan toksikarol. Rotenon juga mudah terurai di lingkungan. Oral LD50 (tikus putih) 132-1.500 mg/kg, LD50 dermal kelinci > 5 g/kg, LC50 inhalasi (tikus) 0.0235 mg/l udara. Dapat digunakan untuk pengendalian ulat grayak Spodoptera litura. 5. RianiaDiektrak dari tumbuhan Ryania speciosa. Riania digunakan sebagai insektisida untuk mengendalikan hama Cydia pomonella, penggerek batang jagung Ostrinia nubilalis, serta thrips pada jeruk. LD50 oral (tikus) 1200 mg/kg.Ryanodine adalah senyawa alkaloid yang beracun, dijumpai di selatan amerika Ryania speciosa (Salicaceae), dan digunakan sebagai insektisida. Effect dari racun Riania menyebabkan serangga lumpuh. Riana adalah insektisida botanic yang dibuat dari pangkal batang Ryania speciosa, merupakan tanaman alami di daerah tropikal America. Senyawa utama adalah golongan alkaloid yang disebut ryanodine. Riania sangat beracun bagi ngengat buah, ulat jagung, penggerek jagung, dan thrips jeruk, tetapi tidak efektif untuk ulat kubis, dan kol bunga. Ryania speciosa var. panamensis 6. SabadillaDiektrak dari biji Schoenocaulon officinale dan mengandung bahan aktif veratrin yang merupakan campuran (dengan perbandingan 2 :1) dari sevadin, veratridin danoenocaulon afficinale dan komponen minor lainnya. Sabadilla merupakan insektisida kontak dan selektif untuk mengendalikan thrips pada jeruk dan alpokat. Tanaman ini tumbuh di daerah Andes Meksiko, dan gunung Guatemala dan Venezuela. Tanaman ini mengandung alkaloid cevadilla yang disebut veratrine (Pellatier and Caventou, 1990). Kemudian Meissner pada tahun yang sama menemukan adanya alkaloid sabadilline C34H53O8N. Wright dan Luff (J. Chem. S., 33, 338) menemukan kemudian senyawa cevadine, C32H49O8N, cevine, C27H43O8N (C27H45O9N, Flückiger), dan methyl-crotonic acid (cevadic acid oleh Pelletier and Caventou), C5H8O2; (veratrine, C37H53O11N, cevadilline or sabadilline, C34H53O8N, dijumpai setelah diextract dari veratrine. Merck sudah mengisolasi alkaloid baru dari cevadilla yang diberi nama sabadine dan sabadinine dengan formula C29H51NO8 dan C27H45NO8. Produk-Produk Alami ( Natural Product )1. Minyak BumiMinyak bumi telah lama digunakan sebagai insektisida, akarisida, herbisida dan sebagai adjuvant. Minyak bumi yang telah dimurnikan antara lain dikenal sebagai Agricultural Mineral Oil atau Broad-Range Petroleum Spray Oil dan Horticultural Mineral Oil atau Narrow Petroleum Oils. Minyak bumi membunuh serangga dengan jalan menutup spiracle (lubang pernafasan serangga) sehingga serangga mati lemas.2. Tanah DiatomTanah diatom (diatomaceous earth) ditambang dari timbunan fosil yang terdiri dari cangkang sejenis ganggang bersel tunggal (Bacillariophyceae). Tanah ini dimanfaatkan sebagai insektisida karena mampu menyerap cairan dari tubuh serangga sehingga serangga mati karena mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Pengendalian BiologisInsektisida biologis adalah insektisida yang berasal dari mikrobia (bakteri, cendawan, nematode) yang dapat dimanfaatkan untuk membunuh serangga hama. Insektisida biologis juga merupakan insektisida generasi baru dan sangat dianjurkan digunakan dalam PHT.1. BakteriBeberapa jenis bakteri hasil eksplorasi peneliti telah dapat dimanfaatkan untuk pengendalian biologis antara lain.a. Bacillus thringiensisMerupakan spesies bakteri dari genus Bacillus yang sudah banyak dikembangkan sebagai insektisida biologi. Bacillus thuringiensis merupakan pathogen penyebab penyakit terhadap berbagai jenis serangga hama yang spesifik. Merupakan insektisida racun perut , saat sporolasi bakteri menghasilkan Kristal protein yang mengandung senyawa insektisida ?-endotoxin yang bekerja merusak system pencernaan serangga. ? Bacillus thuringiensis subsp kurstaki: Terutama efektif untuk mengendalikan larva ordo Lepidoptera, utamanya ulat kubis (Plutella xyllostella) dan larva lepidoptera lainnya.? Bacillus thuringiensis subsp morrisoni: sub spesies ini dahulu dikenal sebagai sub sp tenebrionis atau subsp diego. Subsp ini terutama efektif untuk mengendalikan beberapa jenis kumbang (Coleoptera) seperti kumbang kentang (Leptinarosa decemlineata)? Bacillus thuringiensis subsp aizawai: Subsp ini dimanfaatkan untuk mengendalikan berbagai larva serangga dari orde Lepidoptera pada sayuran dan buah-buahan termasuk didalamnya ulat kubis dan ulat crop kubis (Crocidolomia binotalis), dsb.? Bacillus thuringiensis subsp japonensis: Efektif untuk mengendalikan kumbang tanah pada tanaman hias dan rumput hias? Bacillus thuringiensis subsp israelensis: efektif untuk mengendalikan serangga orde diptera seperti nyamuk dan lalat. ? Bacillus sphaericus : bakteri ini terutama digunakan dibidang kesehatan masyarakat untuk mengendalikan nyamuk Culex spp.? Bacillus popilliae : Efektif digunakan untuk kumbang tanah pada sayuran dan tanaman hias. 2. Jamur? Beauveria bassiana: Jamur ini menghasilkan racun yang disebut Beauverisin yang merusak jaringan tubuh serangga. Jamur ini dijumpai hidup secara alami didalam tanah sebagai saprofit. Terdapat beberapa isolat komersial. Jamur ini diaplikasikan dalam bentuk spora dan merupakan pathogen untuk banyak jenis serangga.? Beauveria bassiana Bb 147. Efektif untuk mengendalikan penggerek batang jagung (Ostrina nubilalis dan O. furnacalis).? Beauveria bassiana isolate GHA: digunakan untuk mengendalikan kutu kebul, thrip, kutu daun (aphids) dan kutu dompolan.? Beauveria bassiana isolate ATCC 74040: dimanfaatkan untuk mengendalikan hama dari orde Coleoptera dan Hemiptera.? Beauveria bassiana isolate Stanes: digunakan untuk mengendalikan beberapa hama termasuk hama wereng batang coklat. Jamur menginfeksi serangga melalui kulit, bahagian mulut atau ruas-ruas tubuh serangga.? Beauveria brongniarti: dimanfaatkan untuk mengendalikan uret (larva Coleopteran).? Metharhizium anisopliae : Berspektrum luas dan dilaporkan mampu menginfeksi 100 spesies serangga. Sangat baik untuk mengendalikan thips. Spora berkecambah menginfeksi serangga melalui penetrasi pada kutikula dan mulut serangga. Jamur ini menghasilkan racun destruksim. 3. Nematoda Beberapa spesies nematode dari genus Steinernema seperti S. carpocapsae, S. feltiae dan genus Heterorhapditis (H. bacteriophora, H. megidis) telah diproduksi secara komersial untuk digunakan sebagai insektisida biologi. Nematoda tersebut bersimbiosis dengan bakteri Photorhabdus spp dan Xenorhapdus spp, yang hidup didalam tubuh nematoda. Meskipun tidak merugikan nematode bakteri ini merupakan pathogen penyebab penyakit bagi serangga. Dalam aplikasinya nematode akan memasuki tubuh serangga. Didalam tubuh serangga nematode melepaskan bakteri pathogen yang akan menyebabkan serangga tersebut sakit dan kemudian mati. Beberapa nematode yang sudah dikomersialisasi sebagai berikut:? Heterorhapditis bacteriophora: efektif untuk mengendalikan serangga orde Coleoptera. Larva stadia III yang digunakan sebagai insektisida biologi karena stadia ini dapat hidup diluar inangnya tanpa makan. Nematoda ini bersimbiosis dengan bakteri Photorhabdus luminescens yang akan dikeluarkan saat nematode masuk kedalam tubuh serangga. Bakteri inilah yang kemudian mengeluarkan racun yang dapat membunuh serangga dalam waktu 48 jam.? Heterorhapditis megidis: Efektif mengendalikan serangga orde Coleoptera. Nematoda ini bersimbiosis dengan bakteri Photorhabdus tempera.? Heterorhapditis carpocapse: Efektif mengendalikan serangga tanah seperti ulat potong cut worm Agrotis spp., dan anjing tanah (Gryllotala spp). Nematoda ini bersimbiosis dengan bakteri Xenorhapdus nematophillus.? Steinernema feltiae: digunakan untuk mengendalikan serangga pada tanaman sayuran. Nematoda ini bersimbiosis dengan bakteri Xenorhapdus bovienii.? Steinernema glaseri: Untuk mengendalikan lundi atau uret Coleoptera. Nematoda ini bersimbiosis dengan bakteri Xenorhapdus poinarii.? Steinernema krausseri: Mengendalikan beberapa serangga tanah dan bersimbiosis dengan nematode Xenorhapdus sp. 4. ProtozoaProtozoa yang telah dikembangkan secara komersial sebagai pestisida biologi adalah Nosema locustae yang digunakan untuk mengendalikan belalang. 5. VirusSecara alami sering menyebabkan timbulnya penyakit pada serangga hama. Dari kenyataan ini beberapa jenis nuclear polyhedrosis virus (NVP) dan granulovirus (GV) dimanfaatkan sebagai insektisida biologi.? Heliotis zea NPV (He-NPV): digunakan untuk mengendalikan larva Heliothis dan Helicoverpa.? Mamestra brassicae NPV: digunakan untuk mengendalikan larva Lepidoptera? Neodiprion sertifer NPV: digunakan untuk mengendalikan Neodiprion sertifer? Neodiprion lecontei NPV: digunakan untuk mengendalikan Neodiprion lecontei? Spodoptera exigua NPV (Se-NPV): digunakan untuk mengendalikan ulat grayak? Adoxophynes orana GV dan Cydia pomonella GV MENERAPKAN PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI Insektisida nabati atau insektisida botanis berasal dari tumbuhan. Insektisida ini sebenarnya telah lama dikenal masyarakat. Berikut ini beberapa insektisida nabati penting. 1. AzadirachtinMerupakan bahan aktif bersifat insektisida yang diekstrak dari biji tanaman mimba (Azadirachta indica). Ektrak ini juga mengandung zat-zat lain seperti nimboloid, nimbin, dan salanin yang bekerja sebagai antagonis. Oleh karena, pestisida ini sangat mempengaruhi pergantian kulit serangga. Oral LD50 (tikus) > 5000 mg/kg, LD50 dermal (kelinci) > 2000 g/kg, LC50 inhali (tikus) 0.0235 mg/l udara. 2. NikotinMerupakan zat bersifat insektisida yang berasal dari temabakau (Nicotiana tabacum). Bubuk tembakau (tobacco dust) telah digunakan sebagai insektisida sejak tahun 1763. Nicotin merupakan racun saraf yang bekerja sebagai antagonis dari reseptor nikotin asetil kolin. Nikotin merupakan insektisida non-sistemik dan bekerja sebagai racun inhalasi dengan sedikit efek sebagai racun perut dan racun kontak. Nikotin bekerja sangat cepat dan merupakan racun yang sangat toksik bagi hewan tingkat tinggi. LD50 (tikus) 50-60 mg/kg, dosis oral yang mematikan untuk manusia sekitar 40-60 mg. Nikotin juga bersifat toksik jika berkontak dengan kulit karena nikotin mudah diserap kulit. Nikotin cepat sekali terurai dilingkungan sehingga tidak bisa melindungi tanaman dalam jangka panjang. 3. PiretrumAdalah nama umum dari serbuk bunga Chrisantemum (Tanacetum spp) yang dikeringkan (Dalmatian powder). Beberapa species Chrisantemum yang digunakan untuk memproduksi pyrethrum yang utama adalah C. cinerariaefolium, C. coccineum, C. roseum, dan C. carneum. Beberapa zat aktif yang mengandung piretrum adalah piretrin I dan II, sinerin I dan II, serta jasmolin I dan II. Piretrum merupakan racun kontak non-sistemik, bekerja sebagai racun saraf, serta menyebabkan paralis dan kematian serangga. Pada kondisi normal serbuk ini tidak berbahaya bagi mamalia. Piretrin cepat terurai di lingkungan dan peka terhadap sinar matahari sehingga kurang cocok untuk penggunaan di lapangan. Oral LD50 (tikus) sebesar 1.030 (b) – 2.370 (j) mg/kg, LD50 dermal tikus > 1.500 mg/kg (menyebabkan iritasi kulit dan mata ringan), LC50 inhalasi (4 jam tikus) 3.4 mg/l udara, NOEL (tikus) 100 mg/kg diet, dan ADI 0.04 mg/kg bb.T. cinerariifolium disebut Dalmatian chrysanthemum, dilaporkan berasal dari daerah Balkan (Dalmatia). Bunga Chrisantenum ini berwarna putih dengan warna kuning dibahagian tengah. Daun berwarna hijau biru dengan tinggi tanaman 45-100 cm. Bunga mengandung komponen aktif disebut pyrethrins. Biji nya mengandung oleoresin. Pyrethrins menyerang system syaraf serangga dan mencegah gigitan nyamuk. Pyrethrin juga memiliki efek penolak (insect repellent). Senyawa yang dikandung Chrysantenum dapat mematikan ikan tetapi kurang toxic terhadap mamalia dan burung, tetapi tidak persisten dilingkungan, mudah terdekomposisi dan terurai . C. coccineum, adalah chrysanthemum dari Persia adalah tanaman perennial asli dari Caucasus. Tinggi tanaman anatara 30 sampai 60 . Berbunga pada bulan Juni sampai Juli. Tanacetum cinerariifolium Tanacetum coccineum 4. RotenonDiperoleh dari akar tuba (Derris elliptica dan D. malaccensis) serta tanaman lain seperti Lonchocarpus sp, dan Tephrosia sp. Rotenon merupakan insektisida selektif, non sistemik, bersifat racun kontak dan racun perut, serta bekerja sebagai racun saraf yang bekerja pada transpor elektron. Rotenon juga memiliki efek sebagai akarisida. Dari rotenon bisa di isolasi 4 senyawa aktif insektisida yaitu : deguelin, illipton, sumatrol, dan toksikarol. Rotenon juga mudah terurai di lingkungan. Oral LD50 (tikus putih) 132-1.500 mg/kg, LD50 dermal kelinci > 5 g/kg, LC50 inhalasi (tikus) 0.0235 mg/l udara. Dapat digunakan untuk pengendalian ulat grayak Spodoptera litura. 5. RianiaDiektrak dari tumbuhan Ryania speciosa. Riania digunakan sebagai insektisida untuk mengendalikan hama Cydia pomonella, penggerek batang jagung Ostrinia nubilalis, serta thrips pada jeruk. LD50 oral (tikus) 1200 mg/kg.Ryanodine adalah senyawa alkaloid yang beracun, dijumpai di selatan amerika Ryania speciosa (Salicaceae), dan digunakan sebagai insektisida. Effect dari racun Riania menyebabkan serangga lumpuh. Riana adalah insektisida botanic yang dibuat dari pangkal batang Ryania speciosa, merupakan tanaman alami di daerah tropikal America. Senyawa utama adalah golongan alkaloid yang disebut ryanodine. Riania sangat beracun bagi ngengat buah, ulat jagung, penggerek jagung, dan thrips jeruk, tetapi tidak efektif untuk ulat kubis, dan kol bunga. Ryania speciosa var. panamensis 6. SabadillaDiektrak dari biji Schoenocaulon officinale dan mengandung bahan aktif veratrin yang merupakan campuran (dengan perbandingan 2 :1) dari sevadin, veratridin danoenocaulon afficinale dan komponen minor lainnya. Sabadilla merupakan insektisida kontak dan selektif untuk mengendalikan thrips pada jeruk dan alpokat. Tanaman ini tumbuh di daerah Andes Meksiko, dan gunung Guatemala dan Venezuela. Tanaman ini mengandung alkaloid cevadilla yang disebut veratrine (Pellatier and Caventou, 1990). Kemudian Meissner pada tahun yang sama menemukan adanya alkaloid sabadilline C34H53O8N. Wright dan Luff (J. Chem. S., 33, 338) menemukan kemudian senyawa cevadine, C32H49O8N, cevine, C27H43O8N (C27H45O9N, Flückiger), dan methyl-crotonic acid (cevadic acid oleh Pelletier and Caventou), C5H8O2; (veratrine, C37H53O11N, cevadilline or sabadilline, C34H53O8N, dijumpai setelah diextract dari veratrine. Merck sudah mengisolasi alkaloid baru dari cevadilla yang diberi nama sabadine dan sabadinine dengan formula C29H51NO8 dan C27H45NO8. Produk-Produk Alami ( Natural Product )1. Minyak BumiMinyak bumi telah lama digunakan sebagai insektisida, akarisida, herbisida dan sebagai adjuvant. Minyak bumi yang telah dimurnikan antara lain dikenal sebagai Agricultural Mineral Oil atau Broad-Range Petroleum Spray Oil dan Horticultural Mineral Oil atau Narrow Petroleum Oils. Minyak bumi membunuh serangga dengan jalan menutup spiracle (lubang pernafasan serangga) sehingga serangga mati lemas.2. Tanah DiatomTanah diatom (diatomaceous earth) ditambang dari timbunan fosil yang terdiri dari cangkang sejenis ganggang bersel tunggal (Bacillariophyceae). Tanah ini dimanfaatkan sebagai insektisida karena mampu menyerap cairan dari tubuh serangga sehingga serangga mati karena mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Pengendalian BiologisInsektisida biologis adalah insektisida yang berasal dari mikrobia (bakteri, cendawan, nematode) yang dapat dimanfaatkan untuk membunuh serangga hama. Insektisida biologis juga merupakan insektisida generasi baru dan sangat dianjurkan digunakan dalam PHT.1. BakteriBeberapa jenis bakteri hasil eksplorasi peneliti telah dapat dimanfaatkan untuk pengendalian biologis antara lain.a. Bacillus thringiensisMerupakan spesies bakteri dari genus Bacillus yang sudah banyak dikembangkan sebagai insektisida biologi. Bacillus thuringiensis merupakan pathogen penyebab penyakit terhadap berbagai jenis serangga hama yang spesifik. Merupakan insektisida racun perut , saat sporolasi bakteri menghasilkan Kristal protein yang mengandung senyawa insektisida ?-endotoxin yang bekerja merusak system pencernaan serangga. ? Bacillus thuringiensis subsp kurstaki: Terutama efektif untuk mengendalikan larva ordo Lepidoptera, utamanya ulat kubis (Plutella xyllostella) dan larva lepidoptera lainnya.? Bacillus thuringiensis subsp morrisoni: sub spesies ini dahulu dikenal sebagai sub sp tenebrionis atau subsp diego. Subsp ini terutama efektif untuk mengendalikan beberapa jenis kumbang (Coleoptera) seperti kumbang kentang (Leptinarosa decemlineata)? Bacillus thuringiensis subsp aizawai: Subsp ini dimanfaatkan untuk mengendalikan berbagai larva serangga dari orde Lepidoptera pada sayuran dan buah-buahan termasuk didalamnya ulat kubis dan ulat crop kubis (Crocidolomia binotalis), dsb.? Bacillus thuringiensis subsp japonensis: Efektif untuk mengendalikan kumbang tanah pada tanaman hias dan rumput hias? Bacillus thuringiensis subsp israelensis: efektif untuk mengendalikan serangga orde diptera seperti nyamuk dan lalat. ? Bacillus sphaericus : bakteri ini terutama digunakan dibidang kesehatan masyarakat untuk mengendalikan nyamuk Culex spp.? Bacillus popilliae : Efektif digunakan untuk kumbang tanah pada sayuran dan tanaman hias. 2. Jamur? Beauveria bassiana: Jamur ini menghasilkan racun yang disebut Beauverisin yang merusak jaringan tubuh serangga. Jamur ini dijumpai hidup secara alami didalam tanah sebagai saprofit. Terdapat beberapa isolat komersial. Jamur ini diaplikasikan dalam bentuk spora dan merupakan pathogen untuk banyak jenis serangga.? Beauveria bassiana Bb 147. Efektif untuk mengendalikan penggerek batang jagung (Ostrina nubilalis dan O. furnacalis).? Beauveria bassiana isolate GHA: digunakan untuk mengendalikan kutu kebul, thrip, kutu daun (aphids) dan kutu dompolan.? Beauveria bassiana isolate ATCC 74040: dimanfaatkan untuk mengendalikan hama dari orde Coleoptera dan Hemiptera.? Beauveria bassiana isolate Stanes: digunakan untuk mengendalikan beberapa hama termasuk hama wereng batang coklat. Jamur menginfeksi serangga melalui kulit, bahagian mulut atau ruas-ruas tubuh serangga.? Beauveria brongniarti: dimanfaatkan untuk mengendalikan uret (larva Coleopteran).? Metharhizium anisopliae : Berspektrum luas dan dilaporkan mampu menginfeksi 100 spesies serangga. Sangat baik untuk mengendalikan thips. Spora berkecambah menginfeksi serangga melalui penetrasi pada kutikula dan mulut serangga. Jamur ini menghasilkan racun destruksim. 3. Nematoda Beberapa spesies nematode dari genus Steinernema seperti S. carpocapsae, S. feltiae dan genus Heterorhapditis (H. bacteriophora, H. megidis) telah diproduksi secara komersial untuk digunakan sebagai insektisida biologi. Nematoda tersebut bersimbiosis dengan bakteri Photorhabdus spp dan Xenorhapdus spp, yang hidup didalam tubuh nematoda. Meskipun tidak merugikan nematode bakteri ini merupakan pathogen penyebab penyakit bagi serangga. Dalam aplikasinya nematode akan memasuki tubuh serangga. Didalam tubuh serangga nematode melepaskan bakteri pathogen yang akan menyebabkan serangga tersebut sakit dan kemudian mati. Beberapa nematode yang sudah dikomersialisasi sebagai berikut:? Heterorhapditis bacteriophora: efektif untuk mengendalikan serangga orde Coleoptera. Larva stadia III yang digunakan sebagai insektisida biologi karena stadia ini dapat hidup diluar inangnya tanpa makan. Nematoda ini bersimbiosis dengan bakteri Photorhabdus luminescens yang akan dikeluarkan saat nematode masuk kedalam tubuh serangga. Bakteri inilah yang kemudian mengeluarkan racun yang dapat membunuh serangga dalam waktu 48 jam.? Heterorhapditis megidis: Efektif mengendalikan serangga orde Coleoptera. Nematoda ini bersimbiosis dengan bakteri Photorhabdus tempera.? Heterorhapditis carpocapse: Efektif mengendalikan serangga tanah seperti ulat potong cut worm Agrotis spp., dan anjing tanah (Gryllotala spp). Nematoda ini bersimbiosis dengan bakteri Xenorhapdus nematophillus.? Steinernema feltiae: digunakan untuk mengendalikan serangga pada tanaman sayuran. Nematoda ini bersimbiosis dengan bakteri Xenorhapdus bovienii.? Steinernema glaseri: Untuk mengendalikan lundi atau uret Coleoptera. Nematoda ini bersimbiosis dengan bakteri Xenorhapdus poinarii.? Steinernema krausseri: Mengendalikan beberapa serangga tanah dan bersimbiosis dengan nematode Xenorhapdus sp. 4. ProtozoaProtozoa yang telah dikembangkan secara komersial sebagai pestisida biologi adalah Nosema locustae yang digunakan untuk mengendalikan belalang. 5. VirusSecara alami sering menyebabkan timbulnya penyakit pada serangga hama. Dari kenyataan ini beberapa jenis nuclear polyhedrosis virus (NVP) dan granulovirus (GV) dimanfaatkan sebagai insektisida biologi.? Heliotis zea NPV (He-NPV): digunakan untuk mengendalikan larva Heliothis dan Helicoverpa.? Mamestra brassicae NPV: digunakan untuk mengendalikan larva Lepidoptera? Neodiprion sertifer NPV: digunakan untuk mengendalikan Neodiprion sertifer? Neodiprion lecontei NPV: digunakan untuk mengendalikan Neodiprion lecontei? Spodoptera exigua NPV (Se-NPV): digunakan untuk mengendalikan ulat grayak? Adoxophynes orana GV dan Cydia pomonella GV