Loading...

MENGAIS EMAS DIBALIK PUPUK KOMPOS DI POKTAN EDI PENI DS. BANGET, KEC. KWADUNGAN, KAB. NGAWI, PROP. JATIM

MENGAIS EMAS DIBALIK PUPUK KOMPOS  DI POKTAN EDI PENI DS. BANGET, KEC. KWADUNGAN, KAB. NGAWI, PROP. JATIM
Kwadungan, 03 Februari 2020, Cacing tanah merupakan hewan tingkat rendah karena tidak memiliki tulang belakang (invertebrata) serta mempunyai bentuk yang lunak dan tergolong kedalam filum Annelida atau tersusun atas beberapa segmen (ruas) dengan bentuk seperti cincin (Khairuman dan Amri, 2009). Menurut Hermawan (2014), manfaat cacing tanah antara lain menyuburkan lahan pertanian, bahan baku obat, bahan baku kosmetik, makanan manusia dan bahan pakan ternak. Kandungan gizi pada cacing tanah sangatlah tinggi dibandingkan dengan tepung ikan. Kadar protein cacing tanah berkisar antara 64-76%, sedangkan tepung ikan hanya memiliki kandungan protein sekitar 58%, selain itu memiliki kadar lemak yang cukup rendah sekitar 7-10% serta kandungan lain yang terdapat pada cacing tanah diantaranya 0,55% kalsium, 1% fosfor dan 1,08% serat kasar (Maulida, 2015). Bahwa cacing tanah (Pheretima. sp) membutuhkan kondisi media sesuai dan berkecukupan pakan, terlindungi dari cahaya, pH netral serta sirkulasi udara dan air baik. Salah satu usaha sampingan yang sedang dikembangkan oleh masyarakat Desa Banget, Kec. Kwadungan, Kab. Ngawi adalah budidaya cacing tanah, yang sudah berjalan ± 2 tahun namun masih dalam sekala kecil. Berdasar identifikasi kepada pembudidaya hasil yang diperoleh lebih menguntungkan dari pada apabila lahannya ditanami dengan tanaman pangan. Budidaya cacing ini tidak membutuhkan biaya yang tinggi dan resiko yang di timbulkan juga kecil serta juga pangsa pasar yang sangat terbuka lebar oleh karena pembudidaya belum begitu banyak. Cacing tanah dicari-cari oleh beberapa orang atau perusahaan dengan tujuan tertentu dalam jumlah yang banyak seperti dipergunakan untuk pakan ternak atau bahan obat-obatan, ini menandakan cacing tanah memiliki manfaat yang banyak sekali untuk keperluan sehari-hari. Berikut beberapa manfaat cacing tanah : Penyembuhan Tifus, obat diare, melancarkan sirkulasi darah, melancarkan pencernaan, menenangkan syaraf, menambah stamina, pakan ternak, obat herbal, mempercepat penyembuhan luka serta mencegah infeksi. Kegiatan budidaya Cacing tanah meliputi persiapan media, pemilihan bibit, penebaran bibit, pengelolaan pakan, pemberian pakan, penggantian media dan panen.Untuk bibit yang dipilih harus sudah dewasa (2,5 – 3 bulan) dan sehat dengan panjang 8 – 14 cm, saat penebaran benih hindari terkena sinar matahari langsung, Pakan Cacing tanah terdiri dari beberapa bahan antara lain : Ampas tahu / Blotong tebu, Pupuk kandang, Limbah pertanian, Tetes dan Probiotik. Untuk mencapai pertumbuhan yang baik, maka media Cacing tanah harus diganti 1 atau 2 bulan sekali.Tujuan lain dari penggantian media adalah untuk memisahkan antara induk dengan anakan Cacing dan memberikan kesempatan telur untuk menetas lebih tinggi. Panen pertama sebaiknya dilakukan pada umur 3 bulan, selanjutnya bisa dilakukan panen secara bergantian setiap hari dari 8 bedengan yang ada dihasilkan 3 Kg sampai dengan 4 Kg menyesuaikan dengan kepadatan populasi. Budidaya cacing tanah memiliki prospek bagus ditandai dengan harga yang dibeli oleh pengepul lumayan tinggi saat musim penghujan pada kisaran Rp 40.000/Kg tetapi pada musim kemarau harga bisa naik sampai Rp 90.000/Kg, rata-rata petani membudidayakan cacing tanah di tegal dan bantaran sungai madiun dengan rata-rata memiliki luasan 0,03 Ha, karena berbudidayanya masih menggunakan media tanah biasa maka hasil panen belum maksimal ± 3 kg per/hari setiap dua bedengan. Penulis : Mulyadi, SST Penyuluh Pertanian Lapang ( PPL ) Wilbi Desa Banget, Kec. Kwadungan, Kab. Ngawi, Prop. Jawa Timur Redaksional: wahyu aji setiawan. Admin_cybex BPP kec. kwadungan