Mengapa Pupuk Organik? Batas minimum bahan organik yang layak untuk lahan pertanian antara 4-5% P terjerap logam berat Penurunan pH pada lahan pertanian akibat pemakaian urea dan ZA terus menerus. Fakta di lapangan menunjukkan rekomendasi pemukan urea pada tahun 1980 berkisar 100-150 kg/ha. Saat ini berkisar 300-350 kg/ha. Penggunaan pupuk N-sintetik secara berlebihan juga menurunkan efesiensi P dan K. Pengertian Pupuk Organik Berdasarkan S Menteri Pertanian Nomor TP. 260/368/Mentan/XI/98, yang dimaksud dengan pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa tanaman, hewan dan manusia yang sudah terdekomposisi. Termasuk dalam pupuk organik adalah pupuk kandang, pupuk hijau, kompos, bokashi yang membawa dampak positif diantaranya adalah dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah Kendala Pemakaian Pupuk Organik? Dianggap merepotkan Biaya tenaga kerja tinggi Transportasi yang mahal OPT mungkin masih terbawa dalam Pupuk Organik Konvensional Volume bahan terbatas Aplikasi pupuk organic: Penebaran pupuk organik sebaiknya diikuti dengan pengolahan tanah seperti pembajakan atau penggemburan tanah agar pupuk organik dapat mencapai lapisan tanah yang lebih dalam. Pemberian pupuk organik dengan dosis kecil tetapi sering lebih baik dari pada dosis banyak yang diberikan sekaligus. Pada jagung, cabai, tomat, dan beberapa jenis sayuran, pupuk organik sebaiknya ditempatkan pada lubang tanam satu minggu sebelum bibit ditanam. Pada media tanam dalam pot, perbandingan antara kompos dan tanah yang ideal adalah 1:1. sementara itu, perbandingan pupuk kandang dan tanah yang ideal adalah 1:3. Jika harus menggunakan pupuk organik yang belum terurai sempurna (rasio C/N masih tinggi) harus diberi jeda waktu antara pemberian pupuk organik dan penanaman bibit yakni minimal satu minggu. Hal itu dilakukan untuk menghindari dampak buruk yang mungkin terjadi pada tanaman ketika proses penguraian pupuk organik berlangsung. Aplikasi Pupuk Organik Padat Ditaburkan di atas permukaan tanah (broadcast) pada saat pengolahan lahan. Dicampur dengan media tanam lainnya untuk persemaian atau pengisian lubang tanam Ditanam disepanjang larikan atau disekeliling tanaman (side dressing). Disebar di atas permukaan tanaman. Diberikan langsung sebagai penutup lubang tanam. Diberikan ke dalam lubang-lubang aerasi. Aplikasi Pupuk Organik Cair Proses pengenceran disesuaikan dengan karakteristik tanaman. Pemberian pupuk orgaik cair diberikan 1-2 minggu sekali. Disemprotkan langsung ke daun, disiram ke sekeliling tanaman, atau dalam larikan. Diberikan pada saat pengolahan tanah bersamaan dengan pupuk organik padat. Oleh: Marselina Hoar Seran, SP , BPP Kobalima