Untuk pertanian padi secara global, data menunjukkan bahwa 30-50% hasil panen padi berkurang karena disebabkan oleh hama burung.Di Indonesia, masalah yang berkaitan dengan hama burung yang mengganggu padi petani juga masih kerap terdengar. Padahal, padi merupakan sumber makanan pokok masyarakat di negara ini. Memaksimalkan hasil panen padi sepertinya belum cukup dengan hanya menyediakan varietas unggul tahan hama (tikus, wereng, walang sangit dan lainnya) dan penyakit (jamur dan bakteri), umur genjah (pendek) dan teknik budidaya yang tepat.Pada budidaya tanaman padi, masalah yang tak kalah seriusnya selain serangan hama-penyakit seperti tersebut di atas adalah gangguan dari burung-burung pemakan butir-butir padi. Burung pipit atau masyarakat Jawa menyebutnya manuk peking merupakan salah satu burung yang rakus sekali memakan padi dan itu harus diwaspadai.Oleh karena itu, sudah seharusnya petani melakukan metode-metode kreatif untuk mengurangi bahkan memusnahkan hama burung. Sebenarnya hanya beberapa jenis burung saja di Indonsia yang menyerang tanaman padi yakni jenis pemakan biji. Yang paling sering menyerang tanaman padi dalam jumlah banyak ialah burung pipit yang biasanya terbang dalam kawanan. Nama lain dari burung pipit ialah burung gelatik, burung emprit, burung peking dan burung gereja. Sedang jenis burung lain yang juga menyerang tanaman padi namun dalam jumlah kecil ialah burung manyar. Melakukan penanaman serentak Biasanya padi yang ditanam tidak sesuai dengan jadwal penanaman padi lebih rentan diserang hama burung. Hal ini dikarenakan saat bukan musim panen, burung-burung lebih sulit mendapatkan makanan, sehingga padi yang ditanam di luar musim menjadi salah satu sumber makanan yang paling besar bagi mereka. Di Indonesia, hal demikian sering menjadi keluhan para petani padi yang menanam padinya di luar musim tanam. Jika padi ditanam serentak, memang masih ada kemungkinan padi tersebut diserang burung pipit.Namun jumlahnya tidak akan banyak. Oleh karena itu, lakukan penanaman padi pada musimnya. Mengusir Hama Burung dengan Orang-Orangan Sawah Cara mengusir hama burung pada tanaman padi dengan menggunakan orang-orangan sawah sebenarnya sudah sangat lama dipraktekkan oleh para petani guna menakut-nakuti burung pipit yang hendak masuk ke areal persawahan. Burung yang melihat orang-orangan sawah itu akan mengira bahwa itu adalah manusia. Namun seiring waktu para burung sepertinya belajar untuk mengetahui bahwa orang-orangan sawah itu tidak bergerak yang mana berarti itu bukan manusia. Akhirnya kini sebagian besar burung pipit sudah tak takut lagi dengan orang-orangan sawah tersebut, bahkan ada burung yang hinggap padanya. Hal ini tentu membuat petani berpikir ulang, sebagian petani kini menginovasi orang-orangan sawah mereka dengan kincir angin, tali penggerak dan kaleng agar saat angin berhembus sebagian tubuh orang-orangan sawah terlihat bergerak sambil mengeluarkan bunyi dari kaleng ayang akan lebih menakuti burung. Menggunakan Kincir Angin Ini adalah cara lain yang tepat dipakai saat angin sedang berhembus. Kincir angin ini akan dipasang ditengah lahan padi lalu dikombinasikan dengan kaleng sehingga akan muncul bunyi yang akan menakuti burung. Cara ini cukup efisien untuk digunakan ketika siang hari saat angin sudah berhembus. Namun sayangnya cara ini kurang efektif pada pagi hari karena masih belum ada angin yang cukup kuat. Baca juga Menanam tanaman berwarna mencolok Burung pipit biasanya tidak suka dengan warna-warna yang mencolok, misalnya warna kuning. Oleh karena itu, bunga matahari dan bunga tahi ayam (lantana camara) dapat dijadikan sebagai tanaman penolak hama burung di sawah.Kedua tanaman ini bisa ditanaman dengan rapat di pematang sawah. Dengan cara demikian, hama burung akan menghindar dari tanaman padi. Menggunakan benda-benda mengkilap Seperti ketidaksukaannya terhadap tanaman berwarna mencolok, burung pipit juga tidak suka benda-benda yang mengkilap.Oleh karena itu, jika tidak memungkinkan untuk menanam tanaman mencolok di sekitar lahan, tanaman tersebut dapat diganti dengan benda-benda mengkilap, misalnya plastik mengkilap, kaset CD dll. Caranya dapat dilakukan dengan menancapkan kayu setiap 5 meter (atau disesuaikan dengan lokasi), lalu mengikatkan plastik mengkilap pada kayu tersebut. Plastik yang mengkilap akan memantulkan sinar matahari yang datang, sehingga burung pipit akan menghindar.Namun, metode ini memiliki kelemahan. Pada pagi dan sore hari, juga pada saat mendung, sinar matahari yang datang ke bumi hanya sedikit. Hal ini membuat plastik kilap tidak berfungsi secara efektif dan memungkinkan burung pipit datang lagi. Menggunakan jaring sebagai perangkap Dalam pertanian, perangkap memang memiliki banyak manfaat, termasuk untuk mengurangi hama burung yang mengganggu padi.Perangkap yang digunakan untuk mengendalikan hama burung dapat berupa jaring khusus penangkap burung atau bekas jaring penangkap ikan. Petani dapat menancapkan beberapa kayu atau bambu di pematang sawah. Kemudian, jaring diikatkan ke kayu atau bambu tersebut dengan posisi jaring membentang. Metode ini mungkin membutuhkan biaya yang besar. Hal ini dikarenakan petani pasti butuh banyak jaring. Keuntungannya, jaring cukup efektif untuk mengurangi populasi hama burung yang mengganggu padi. Jaring tersebut juga masih dapat digunakan beberapa kali (bahkan hingga panen berikutnya) jika kerusakan jaring tidak terlalu parah. Memanfaatkan jengkol Jengkol sangat ampuh untuk mengusir hama burung, Hal ini dikarenakan burung pipit tidak menyukai aroma jengkol. Oleh karena itu, ia akan menjauh jika mencium aroma jengkol di sekitar tanaman padi. Menggunakan jengkol sebagai pengendali hama burung bukan berarti kita harus menanam tanaman jengkol di sekitar sawah. Kita hanya perlu merendam buah jengkol selama beberapa hari, lalu menunggu hingga rendaman jengkol tersebut mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Selanjutnya, masukkan air rendaman jengkol ke dalam botol yang nantinya akan diletakkan di beberapa sudut sawah. Selain itu, air rendaman jengkol tersebut juga dapat disemprotkan ke tanaman padi. Hal ini tentu saja cukup mudah dilakukan, apalagi pohon jengkol merupakan pohon yang umum ditemukan di wilayah tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Mengusir Hama Burung Menggunakan Alat Recorder Suara Cara ini memang lebih mahal namun bisa diandalkan sepanjang hari terlebih ketika dikombinasikan dengan orang-orangan sawah atau benda yang menyilaukan dan layang-layang. Suara yang direkam untuk diputar berulang-ulang bisa berupa suara teriakan mengusir burung, suara elang maupun suara burung kesakitan. Demikianlah beberapa cara mengusir hama burung pada tanaman padi yang bisa kita pakai untuk menghindarkan tanaman padi anda dari serangan hama burung secara besar-besaran. Sebenarnya kalau kita tarik kesimpulan maka cara yang paling efektif untuk mengusir hama burung adalah dengan mengkombinasikan beberapa cara sekaligus sehingga akan bekerja optimal menakuti burung sepanjang hari. Jangan lupa untuk membaca artikel kami yang lainnya seperti Oleh : Burhani, A.Md (Admin Kec. Telanaipura)