Loading...

Mengatasi Hama Dengan Perangkap Warna

Mengatasi Hama Dengan Perangkap Warna
Mengatasi Hama dengan Perangkap Warna Gangguan hama dapat dipastikan muncul dalam proses pertumbuhan tanaman. Hama adalah organisme pengganggu tanaman yang menimbulkan kerusakan secara fisik, dan dalam prakteknya adalah semua hewan yang menyebabkan kerugian secara ekonomi dalam pertanian. Dalam budidaya tanaman cabe merah, sudah sangat umum dikenal para petani sebagai tanaman yang rentan untuk terserang hama dan penyakit. Serangan hama ini bisa menurunkan produktivitas tanaman, bahkan pada tingkat tertentu mengakibatkan gagal panen. Beberapa jenis hama utama yang sering menyerang tanaman cabe adalah ulat, lalat buah, tungau, kutu daun, dan thrips. Hama ini dapat juga menjadi vektor pembawa penyakit bercak daun, keriting daun dan virus kuning dengan menyebarkan spora dari tanaman yang sakit ke tanaman yang sehat. Pengendalian hama yang dilakukan petani seringkali kurang tepat, umunya mereka hanya menekankan pada pengendalian secara kimiawi. Penggunaan pestisida yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan, selain dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, juga menyebabkan kenika biaya produksi. Sehingga diperlukan pengendalian hama secara terpadu sebagai upaya preventif pengendalian hama. Salah satu upaya preventif tersebut adalah dengan penerapan perangkap warna kuning (Yellow Sticky Trap). Penerapan perangkap warna kuning (Yellow Sticky Trap) ini dilakukan pada lahan pertanaman cabe merah di Kelompok Tani Sabana Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung. Peralatan bahan yang digunakan cukup sederhana dan murah, diantaranya; Botol bekas tidak berwarna Cat kayu/besi warna kuning Plastik bening ukuran 1 kg (tergantung besar botol yang digunakan} Lem tikus/ oli bekas Ajir/ bambu Pembuatannya dilakukan dengan membersihkan botol bekas terlebih dahulu, kemuadian masukan cat kuning secukupnya ke dalam botol, kocok hingga permukaan dalam botol rata tertutupi cat. Keluarkan cat dari dalam botol dan lakukan cara yang sama pada botol lainnya. Setelah cat kering, ikat/masukan botol pada ajir/bambo pada lahan tanaman cabe merah. Oleskan pada plastik bening dengan lem tikus atau oli bekas dan sungkupkan pada botol yang diikat/masukan pada ajir/bambu. Penerapan cat pada bagian dalam botol dan lem tikus pada plastik bening (aplikasi lem tikus bukan pada botol) dimaksudkan agar botol lebih awet dipakai, karena yang dibuang cukup plastik bening saja. Perangkap warna dipasang sebanyak tiga buah pada tiap bedengan sepanjang 12 m. Dari pengamatan pada perangkap warna yang terpasang dilahan dapat diketahui hama yang hinggap diantaranya aphid, thrips dan lalat buah. Hal ini dikarenakan hama jenis serangga mempunyai dua alat detector yang penerima rangsang cahaya yaitu mata tunggal dan mata majemuk, sehingga serangga peka dan tertarik pada warna yang biasanya warna-warna kontras seperti warna kuning cerah. Plastik yang telah tertempel banyak hama diganti dengan plastik bening baru yang telah diolesi lem/ oli bekas atau setelah 15 hari pemasangan. Dari pemasangan perangkap warna kuning (Yellow Sticky Trap) ini dirasa cukup efektif untuk mengurangi serangan hama dan dapat dijadikan solusi pengendalian hama tanaman cabe yang ekonomis dan ramah lingkungan. Oleh: Nur Hanafiah dan Tin Mardiyah