Mengatasi Kekurangan Pupuk Subsidi Dengan Menyediakan Pupuk Non Subsidi
Kamis, 20 Februari 2020 diadakan temu teknis penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser Kalimantan Timur yang dipimpin oleh Koordinator BPP dan dihadiri oleh Kasie Penyuluhan Pak Saipul Alam dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Paser, Penyuluh di BPP Batu Engau, Kelompok Tani, Gapoktan dan Bumdes dari Desa Petangis dan Saing Prupuk serta dari pihak produsen pupuk yaitu PT. Pupuk Kaltim (Pak Andi Susanto), PPD. Petrokimia Gresik (Pak Abdul Gani) dan PPD. Petrosida (Pak Endri Susanto). Permasalahan yang terjadi adalah karena penurunan jumlah kuota pupuk tahun 2020 dibandingkan dengan entry data eRDKK pupuk bersubsidi mengakibatkan petani mengalami kekurangan pupuk bersubsidi serta adanya keterlambatan kelompok tani menyerahkan data Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) anggotanya sehingga terlambat dientry pada tahun 2019 untuk bisa mendapatkan pupuk bersubsidi pada tahun 2020. Untuk penerapan eRDKK pupuk bersubsidi pada tahun pertama ini, masih adanya permasalahan yang terjadi seperti tersebut diatas sehingga untuk antisipasinya didiskusi pada acara temu teknis ini membahas bagaimana petani bisa tetap memupuk tanamannya dengan menggunakan pupuk bersubsidi adalah dengan mengusulkan kepada pemerintah agar kuota pupuk bisa ditambah seperti tahun sebelumnya supaya bisa mencukupi kebutuhan petani. Untuk mengatasi masalah dalam jangka pendek ini, perlu penyediaan pupuk non subsidi dari produsen pupuk untuk mencukupi kebutuhan petani. Karena harga pupuk non subsidi bagi petani masih dianggap mahal maka dari produsen pupuk juga menyediakan kemasan pupuk ukuran 20 kg dan 25 kg yang harganya dianggap tidak mahal karena kemasan kecil. Ditambah penjelasan dari PT Pupuk Kaltim dan PPD. Petrokimia Gresik kepada petani bahwa stok pupuk non subsidi cukup tersedia dan jenis-jenis pupuk serta dosis pertanaman sehingga petani mendapatkan gambaran untuk memupuk tanaman mereka dengan pupuk non subsidi. Ditulis : Saprina Ismita,SP . Penyuluh Muda pada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Batu Engau Kabupaten