Loading...

Mengatasi OPT dengan Pestisida Nabati

Mengatasi OPT dengan Pestisida Nabati
Penurunan produksi pertanian sebagai akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) tidak bisa dielakkan lagi. Serangan OPT merupakan salah satu factor penentu dalam upaya peningkatan produksi. Kehilangan hasil akibat serangan OPT dapat mencapai 40-55% (Pra Panen 30-35% dan Pasca Panen 10-20%) bahkan dapat menyebabkan gagal panen. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk pengendaliannya telah dilakukan. Penggunaan bahan-bahan kimia yang sangat membahayakanpun terpaksa dilakukannya tanpa memperhitungkan dampaknya asal tanamannya selamat dari gangguan ataupun serangan OPT. Pestisida kimia maupun bahan-bahan kimia lainnya yang digunakan untuk pengendalian OPT sangat membahayakan! Penggunaan secara berlebihan bisa merusak lingkungan dan ekosistem yang ada, termasuk bisa membahayakan manusia jika menghirup bahan kimia atau memakan bahan pangan yang disemprot pestisida kimia.Bahaya Penggunaan Pestisida Kimia• Bahan kimia yang disemprotkan pada lahan pertanaman padi akan mengganggu organisme tanah dan terserap ke dalam air tanah. Efeknya, air minum terkontaminasi zat beracun dan berbahaya.• Bahan kimia meninggalkan residu zat berbahaya pada beras yang disemprot. Secara tidak langsung, mungkin kita mengkonsumsinya.• Dalam jangka waktu tertentu, bahan kimia bisa terakumulasi dalam tubuh dan menyebabkan munculnya penyakit kronis.Keuntungan penggunaan pestisida nabatiMurah dan mudah serta dapat dibuat sendiri; realtif aman terhadap lingkungan; tidak menyebabkan keracunan pada tanaman; sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama; kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain serta menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.Kelemahan penggunaan pestisida nabatiDaya kerjanya relative lambat; tidak membunuh jasad sasaran secara langsung; tidak tahan terhadap sinar matahari; kurang praktis; tidak tahan disimpan; cepat terurai; dan kadang-kadang harus diaplikasikan/disemprotkan berulang-ulang.Cara kerja pestisida nabati• Pestisida nabati mampu mengganggu sistem komunikasi serangga atau hama tanaman, sehingga serangga jantan tidak bisa saling berhubungan dan meningkatkan populasinya.• Pestisida nabati mampu merusak perkembangan telur, larva dan pupa (siklus hidup), misalnya dengan penggunaan semprotan air cabai. Sifat pedas pada tanaman cabai akan membuat OPT kehabisan cairan dalam tubuh hingga kering dan mati.• Beberapa tanaman pestisida nabati dapat menyebabkan serangga menolak makan, misalnya penggunaan bawang putih dan bawang merah karena kedua bahan ini memiliki aroma yang tidak disukai oleh beberapa hama tertentu. • Pestisida nabati bisa mengusir serangga dari areal pertanaman padi. Misalnya dengan penggunaan campuran sedikit minyak goreng pada tanaman pokok agar serangga atau kutu tidak dapat menempel pada tanaman.• Pestisida nabati mampu menghambat perkembangan pathogen penyakit, misalnya dengan pengunaan biji bengkoang, daun mimba, dan akar tuba yang memiliki kadar racun untuk mematikan pathogen penyakit ayau hama yang menempel.Bahan-bahan pestisida nabatiBahan-bahan atau ramuan yang dapat digunakan untuk pembuatan pestisida nabati sangat banyak disekitar kita, diantaranya : bawang putih, pandan, kemangi, cabe rawit, tembakau, kunyit, kenikir, daun nimba, serai, lengkuas, daun sirsak, rimpang jariangau.Mengingat bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan bahan kimia dalam pengendalian OPT, maka penggunaan bahan kimia dalam pengendalian OPT disarankan menjadi alternative terakhir dan harus sesuai dengan peraturan dan perizinan dari bahan kimia yang akan digunakan.Dari keuntungan penggunaan bahan kimia nabati, maka saatnyalah kita harus kembali ke alam dan dapat menyelamatkan ekosistem atau lingkungan kita. Upaya untuk menyadarkan masyarakat juga harus terus digalakkan agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari tanggung jawabnya. Kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap produk pangan yang aman juga harus terus digalakkan sehingga bangsa kita nanti menjadi bangsa yang sehat dan kuat. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Haryono, 2013. Pestisida Nabati, Murah, Mudah & Ramah Lingkungan, Seri Pak Ino Berbagi Teknologi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Republik Indonesia.2) http://www.slideshare.net/indrinaisyan/pestisida-nabati diakses tanggal 10 Desember 2014.3) Sumber gambar: http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/857/ diakses tanggal 15 Desember 2014.